Berbuat Baik dengan Mewakafkan Manfaat Asuransi: Apakah Bisa?

Bagi umat Islam, selain zakat, infak, dan sedekah, wakaf merupakan amalan yang mendatangkan banyak manfaat. Bahkan pahala wakaf akan terus mengalir meski orang yang berwakaf meninggal dunia. Biasanya wakaf sering dikaitkan dengan mengamalkan bangunan, tanah, rumah, dan barang-benda lain yang memberikan manfaat jangka panjang.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan wakaf?

Wakaf merupakan amalan jariyah yang berarti menyedekahkan harta untuk kepentingan masyarakat atau umat Islam. Harta wakaf tidak boleh diwariskan, dijual, dan juga tidak boleh berkurang nilainya. Oleh sebab itu, banyak orang yang mengaitkan harta wakaf dengan bangunan atau tanah. Padahal, kini juga ada cara berwakaf dengan mudah, yakni dengan mewakafkan polis asuransi syariah.

Bagaimana bisa polis asuransi syariah dijadikan wakaf?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak terlebih dahulu apa saja syarat dan ketentuan wakaf. Ketentuan wakaf sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang No 41 tahun 2004 dan ada beberapa rukun dan syarat sah wakaf, di antaranya:

  • Orang yang mewakafkan (wakif) harus berakal sehat, baligh, dan merdeka.
  • Harta yang diwakafkan (maukuf) harus dimiliki secara utuh oleh wakif, bisa berupa benda bergerak atau pun benda tetap, harus berguna dan harus diketahui ketika akad.
  • Wakaf harus ditujukkan untuk ibadah.
  • Wakif harus memberikan wakaf tanpa disertai syarat-syarat tidak baik dan tidak dibatasi waktu.

Nah, polis asuransi syariah pun bisa diwakafkan asalkan mengikuti ketentuan syarat di atas. Bahkan mewakafkan manfaat asuransi syariah juga dibolehkan oleh MUI (Majelis Ulama Indonesia). Jadi, manfaat asuransi boleh diwakafkan asalkan:

  • Ahli waris atau penerima manfaat asuransi menyetujui untuk mewakafkan manfaat asuransi.
  • Calon penerima manfaat asuransi telah menyatakan kesepakatan.
  • Jumlah yang diwakafkan tidak lebih dari 45% dari total manfaat asuransi.
  • Ikrar wakaf dilakukan setelah manfaat asuransi sudah menjadi hak ahli waris atau penerima manfaat asuransi.

Sedangkan untuk peserta asuransi unit link yang bersifat investasi juga boleh mewakafkan manfaat investasi dengan jumlah manfaat yang diwakafkan paling banyak 1/3 dari total harta warisan, kecuali ada kesepakatan lain dari semua ahli waris.

Untuk Anda yang berminat untuk berbuat baik, Anda bisa ikut serta mewakafkan asuransi syariah Anda melalui program Wakaf Prudential dari PRUsyariah. Prudential Wakaf ini merupakan wujud komitmen Prudential yang diharapkan dapat mempermudah nasabah untuk menunaikan wakaf.

Back to Top