Prudential Luncurkan Program Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia

Sebagai bagian dari Indonesia, Prudential Indonesia tak hanya menjalankan bisnis yang baik. Melainkan membantu masyarakat agar berdaya dan sejahtera. Berangkat dari hal tersebut, perusahaan meluncurkan program Pemberdayaan Masyarakat.

 

Prudential Indonesia merupakan Perusahaan Asuransi terdepan yang menyediakan solusi lengkap Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan. Perusahaan yang berdiri sejak 2 November 1995 ini berkomitmen tinggi memberikan pelayanan sempurna, produk berkualitas, tenaga profesional yang berkomitmen, serta menghasilkan pendapatan investasi yang menguntungkan.

 

Komitmen perusahaan tak berhenti pada kegiatan bisnis. Perusahaan juga mengimplementasikan komitmen tersebut dalam inisiatif Community Investment, yaitu Program Pemberdayaan Masyarakat di Indonesia. Program yang bertujuan untuk membuat masyarakat sejahtera dan mandiri ini memiliki program turunan yang fokus pada literasi keuangan. Apa saja Program Pemberdayaan Masyarakat yang dimaksud? Yuk, simak di bawah ini!

 

Literasi Keuangan untuk Perempuan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan pada 2016. Hasil survei adalah kurang dari 30 persen orang Indonesia yang memahami keuangan. Dapat disimpulkan bahwa pemahaman masyarakat Indonesia terhadap produk dan jasa keuangan cukup rendah. Lebih lanjut lagi, survei menunjukkan literasi keuangan perempuan hanya 25,5 persen, sedangkan laki-laki sebesar 33,2 persen.

 

Hal di atas bukan sekadar angka, melainkan bukti yang dapat berefek buruk pada kaum perempuan. Literasi keuangan yang rendah dapat membuat perempuan tidak berdaya secara keuangan, sosial, dan tidak mandiri. Untuk membantu perempuan tanah air, Prudential Indonesia mengadakan Pelatihan Literasi Keuangan untuk Perempuan pada akhir 2018.

 

Pelatihan diikuti oleh 2.500 perempuan dari masyarakat kelas menengah ke bawah. Pelatihan digelar di lima kota, yaitu Manado, Ambon, Sorong, Malang, dan Jakarta. Untuk materi, para peserta mendapatkan pengetahuan cara mengakses produk dan jasa keuangan, serta mengetahui hak dan kewajiban konsumen. Perusahaan mengharapkan perempuan tersebut mampu mengambil keputusan keuangan dengan baik dan sesuai kebutuhan. Mereka juga diharapkan bisa menyebarkan informasi keuangan kepada keluarga hingga komunitas.

 

Pemberdayaan Indonesia Timur

Berikutnya ialah program Pemberdayaan Indonesia Timur. Kenapa Papua? Masih pada survei yang sama, survei mencatat pengetahuan tentang keuangan Indonesia Timur lebih rendah dibanding wilayah lain. Papua Barat menduduki posisi terendah, yaitu 19,27 persen dan Papua sebesar 22,18 persen.

 

Langkah perusahaan dalam mempertebal pemahaman literasi keuangan di Indonesia Timur adalah mengadakan Pendidikan Kewirausahaan Kaum Muda untuk pelaku usaha muda asal Papua. Dalam pendidikan tersebut, peserta yang terpilih akan mendapatkan kurikulum internasional dan mengikuti workshop intensif. Sehingga mereka bisa menggerakkan ekonomi di Papua.

 

Program Pemberdayaan Masyarakat dari Prudential Indonesia ini mendorong orang-orang untuk lebih baik, yang dulunya tidak melek keuangan menjadi seseorang yang memahami sekaligus mengambil keputusan tentang keuangan. Alhasil, masyarakat memiliki hidup yang lebih berkualitas.

Back to Top