5 Faktor yang Memengaruhi Investasi Ini Perlu Anda Ketahui

Investasi merupakan cara yang tepat dalam mengamankan keuangan. Investasi juga dapat menghasilkan laba berlipat-lipat. Tetapi investasi tak lepas dari risiko.

Laba dan rugi berjalan beriringan dengan investasi. Hari ini Anda bisa mendapatkan untung, tetapi di kemudian hari mengalami kerugian. Meski demikian hal tersebut jangan menyurutkan niat dalam berinvestasi. Namun sebelum berinvestasi, sebaiknya Anda mengetahui faktor yang memengaruhinya.

Risiko

Investasi yang menawarkan return tinggi akan memiliki risiko tinggi. Investasi return kecil, risikonya pun kecil. Misalnya, bila Anda membeli saham atau Reksa Dana dengan nilai besar. Kemungkinan ada dua, laba yang diterima besar atau Anda justru merugi. Jika tujuan Anda adalah berinvestasi untuk jangka panjang, merugi satu bulan pun tidak masalah. Dengan menyadari risiko, jangan memercayai investasi return besar dengan risiko minim.

Waktu

Semakin dini Anda berinvestasi, semakin besar hasilnya. Dalam berinvestasi ada kecenderungan nilai return semakin naik. Apalagi jika investasi di logam mulia atau properti. Meski demikian investasi tersebut belum memberikan perlindungan kepada Nasabah.

Tak ada salahnya, Anda memilih instrumen investasi sekaligus proteksi. Salah satunya PRULink Investor Account. Asuransi dari Prudential Indonesia ini mengaitkan perlindungan jiwa sekaligus investasi. Di sini, perusahaan asuransi memberikan keleluasaan kepada Nasabah untuk memilih investasi berdasarkan profil risiko. Terdapat 11 jenis dana investasi untuk asuransi ini.

Perubahan Suku Bunga

Perubahan suku bunga dari Bank Indonesia (BI) menentukan iklim berinvestasi. Tujuan BI mengubah suku bunga adalah untuk menstabilkan nilai tukar Rupiah. Suku bunga turun mendorong investor mengambil kredit di bank. Hal ini jelas, pihak bank akan menurunkan suku bunga kreditnya.

Jika sebaliknya, investasi mungkin agak sedikit lesu. Tetapi suku bunga deposito naik. Di pasar modal, hal ini tidak terlalu berpengaruh. Karena ada saham perbankan yang melejit, ada pula yang melemah. Bila Anda memiliki saham, jangan khawatir soal naik turun suku bunga. Meski demikian perubahan suku bunga tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Karena masih ada faktor lain.

Di mata Investor, mereka cenderung berinvestasi di negara yang memiliki suku bunga rendah. Pasalnya hal tersebut mengindikasikan ekonomi (makro) negara stabil. Selain itu, suku bunga rendah memengaruhi perusahaan, karena biaya produksi rendah. Alhasil Investor lain tertarik berinvestasi di negara tersebut.

Kondisi Negara

Kondisi negara sangat memengaruhi iklim berinvestasi. Pertama, kestabilan politik membuat Investor melirik suatu negara untuk investasi. Kondisi hukum, keamanan, makro ekonomi stabil juga menjadi pertimbangan mereka. Kedua, kebijakan pemerintah yang pro Investor. Seperti kemudahan administrasi, birokrasi satu atap, hingga peraturan ketenagakerjaan.

Ketiga, pendapatan nasional per kapita. Karena hal ini mencerminkan daya beli masyarakat. Makin tinggi pendapatan per kapita, daya beli pun makin tinggi dan makin menarik untuk dijadikan tempat investasi. Keempat, infrastruktur. Ketika negara membangun infrastruktur, akan ada potensi ekonomi yang tumbuh. Hal ini tak terbantahkan. Jalanan rata dan saling terhubung, pelabuhan, bandara, ketersediaan air dan listrik akan meningkatkan produktivitas dan pemerataan ekonomi.

Sumber Daya Alam Dan Manusia

Ada gula ada semut adalah ungkapan yang pas untuk menggambarkan dunia investasi. Di mana Sumber Daya Alam (SDA) melimpah, di situ Investor berkumpul. Tetapi kehadiran SDA terasa tidak lengkap jika tidak ada Sumber Daya Manusia (SDM). Investor juga akan mempertimbangkan negara dengan penduduk usia produktif tinggi, iklim kreatif dan inovatif, serta teknologi mendukung untuk membuka perusahaannya.

Dengan memahami faktor di atas, Anda akan lebih mengerti tentang dunia investasi dan kondisi pasar. Dan tidak ada halangan untuk berinvestasi.

Back to Top