6 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga yang Baik dan Tepat

Ketika sudah menikah ada banyak hal yang perlu dikelola bersama dengan pasangan, salah satunya adalah soal keuangan rumah tangga. Apalagi bila telah memiliki anak, maka kebutuhan rumah tangga akan semakin meningkat. Jika tidak cermat dalam mengalokasikan kebutuhan finansial, tentu Anda dan pasangan akan pusing sendiri. Untuk membantu Anda, berikut tips mengatur keuangan rumah tangga yang baik.

Menghitung Seluruh Pendapatan yang Diperoleh

Tips mengatur keuangan rumah tangga yang baik pertama adalah menghitung seluruh penghasilan mulai dari gaji bulanan, penghasilan tambahan, uang lembur, maupun hasil investasi. Cara ini sangat membantu Anda untuk mengetahui seberapa besar dana yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan juga tersier. 

Membuat Daftar Skala Prioritas Tiap Bulan

Coba buat daftar apa saja kebutuhan yang harus dikeluarkan mulai dari hal yang paling penting seperti kebutuhan rumah tangga sehari-hari misalnya konsumsi, sewa rumah, membayar tagihan air dan listrik, transportasi, cicilan utang atau kartu kredit maupun biaya lainnya. Hitung berapa banyak biaya yang diperlukan untuk membayar semua keperluan tersebut.

Selain itu, jangan samakan antara kebutuhan dan keinginan. Keperluan yang disebutkan di atas adalah kebutuhan yang memang harus dipenuhi. Sementara untuk membeli barang keinginan seperti beli ponsel, kosmetik, sepatu, baju, jalan-jalan, atau pengeluaran lain sebaiknya dipenuhi jika semua kebutuhan primer telah terpenuhi.

Catatlah Setiap Pengeluaran dan Pemasukan

Tips mengatur keuangan rumah tangga yang baik juga perlu membuat catatan pengeluaran dan pemasukan. Gunanya untuk mengontrol rencana yang sudah disusun dan meminimalisir pengeluaran yang tidak perlu.

Secara Rutin Lakukan Evaluasi Bulanan

Jangan lupakan evaluasi bulanan ya untuk bisa memantau pemasukan dan pengeluaran. Ini bertujuan untuk memberikan penilaian apakah cara mengatur keuangan yang selama ini Anda lakukan berjalan sebagaimana mestinya atau tidak. 

Hindari Terbiasa Memakai Kartu Kredit dalam Transaksi

Punya kebiasaan transaksi memakai kartu kredit sehari-hari? Jika iya, jangan terlalu sering menggunakannya ya. Salah satu sisi baiknya adalah memang banyak bank yang memberikan promo, sehingga Anda bisa membayar dengan harga miring.

Namun risikonya adalah Anda jadi terbiasa untuk menggunakannya secara terus menerus. Hal ini tentu memicu Anda memiliki banyak tagihan di bulan-bulan selanjutnya dan jumlahnya sangat banyak.

Jika ingin tetap memakai kartu kredit atau uang elektronik sebaiknya batasi saja nominalnya untuk pemakaian sehari-hari.

Sisihkan Uang untuk Asuransi, Tabungan, dan Investasi

Cobalah untuk menyisihkan 25-30% dari total pendapatan yang diperoleh per bulan untuk asuransi, investasi, dan tabungan. Anda bisa menyisihkan 5% untuk membayar Premi Asuransi, 15% untuk investasi, dan 10% untuk tabungan.

Ketiga hal tersebut memiliki kegunaannya masing-masing, misalnya tabungan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan seperti membayar hal-hal yang tidak terduga seperti sakit atau kendaraan rusak, membeli rumah, dan lainnya. Bagilah segala pemasukan yang diperoleh dengan realistis dan jangan sampai melupakan kebutuhan untuk diri Anda sendiri.

Sebagai rekomendasi, Anda bisa berinvestasi dalam bentuk asuransi. Anda bisa menggunakan jasa dari perusahaan asuransi seperti Prudential yang memberikan layanan Asuransi Investasi, beberapa produknya, yakni PRULink Generasi Baru, PRULink Syariah Generasi Baru, PRULink Assurance Account, PRULink Syariah Assurance Account, dan PRULink Capital Account. Untuk tahu lebih lanjut mengenai jenis-jenis Asuransi Investasi yang dimiliki Prudential di atas, segera cek tautannya di sini.

Back to Top