5 Strategi Jitu Menyimpan Tabungan Pendidikan Anak yang Perlu Dipahami

Menjadi pasangan baru adalah masa-masa yang membahagiakan. Sebagian besar orang setelah 5 tahun menikah memiliki anak dan kebahagiaan pun bertambah. Semua Orang Tua menginginkan hal terbaik untuk buah hati mereka, mulai dari kesehatan, kecerdasan, hingga pendidikannya, namun pendidikan untuk anak cenderung tidak murah.

Biaya pendidikan adalah biaya terbesar yang dikeluarkan Orang Tua untuk membesarkan anak. Oleh karena itu, sebagai Orang Tua Anda harus mempersiapkan dana tabungan pendidikan anak. Walaupun terlihat masih jauh di masa depan, tetapi Anda harus menyiapkan tabungan pendidikan anak sedini mungkin. Jika Anda merencanakan dana tabungan pendidikan, Anda harus menyiapkan strategi jitu agar Anda dapat menabung dengan maksimal. Beberapa strategi jitu menyimpan tabungan pendidikan anak yakni antara lain sebagai berikut:

Menetapkan Masa Menabung

Strategi pertama dalam menyimpan tabungan pendidikan anak adalah menentukan kapan Anda akan membutuhkan dana tabungan tersebut. Apakah dana tabungan pendidikan anak tersebut digunakan saat anak Anda sudah kuliah atau digunakan ketika anak Anda masuk SMA. Rencana masa menabung tergantung dari keputusan Anda menentukan waktu menggunakan dana tabungan pendidikan tersebut.

Hitung Jumlah Tabungan Pendidikan

Strategi jitu untuk menyimpan tabungan pendidikan anak berikutnya adalah memperkirakan biaya dana tabungan pendidikan. Jumlah tabungan pendidikan setiap keluarga berbeda-beda, jadi Anda dan pasangan harus memutuskan dan menghitung berapa jumlah tabungan pendidikan anak yang dibutuhkan. Tabungan dana pendidikan anak tidak hanya meliputi biaya pendidikan, tetapi biaya hidup anak-anak seperti uang saku.

Sisihkan Bukan Sisakan

Menyisihkan uang di awal ternyata merupakan strategi jitu untuk menyimpan tabungan pendidikan. Sebagian orang memutuskan menyimpan uang atau menabung di akhir bulan setelah menyisakan uang. Namun, cara tersebut bukan cara yang efektif karena belum tentu Anda akan menyisakan uang di akhir bulan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menyisihkan uang di awal bulan. Jika Anda bekerja sebagai pegawai tetap, Anda bisa menyisihkan uang Anda setelah mendapatkan gaji agar rencana tabungan pendidikan anak bisa berhasil. 

Mengatur Budget Bulanan

Mengatur budget bulanan merupakan strategi jitu untuk menyimpan tabungan pendidikan anak. Untuk memenuhi tabungan pendidikan anak, Anda harus membuat budget berapa biaya yang akan Anda sisihkan ke dalam tabungan pendidikan anak. Caranya adalah dengan menyisihkan uang untuk cicilan terlebih dahulu, setelah itu sisihkan untuk tabungan dan investasi, dan yang ketiga sisihkan untuk biaya asuransi atau BPJS.

Setelah Anda membayarkan beberapa tagihan di atas, Anda bisa menyisihkan uang untuk menabung dana pendidikan anak.

Menabung Reksa Dana

Nah selain 4 strategi jitu di atas, menabung Reksa Dana adalah strategi jitu untuk menyimpan tabungan pendidikan. Reksa Dana adalah salah satu cara menanamkan dana di pasar keuangan, saham, dan obligasi melalui jasa manajer investasi. Reksa Dana juga memiliki risiko yang kecil serta dana minimum yang cenderung kecil

Ada berbagai macam atau jenis Reksa Dana yaitu Reksa Dana saham, tetap, campuran dan reksadana pasar uang. Pastikan Anda memahami dasar-dasar Reksa Dana agar mendapatkan keuntungan.

Itulah 5 strategi jitu untuk menyimpan tabungan pendidikan anak. Mempersiapkan tabungan pendidikan anak adalah salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan pendidikannya. Selain dengan cara menabung, Anda juga bisa mempersiapkan pendidikan anak dengan cara menggunakan Asuransi Pendidikan. Salah satu produk Asuransi Pendidikan yang baik adalah PRULink Syariah Edu Protection.

Produk ini merupakan produk Asuransi Jiwa yang dikaitkan dengan investasi (unit link) dari PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). Anak Anda akan mendapatkan manfaat perlindungan (proteksi) dan manfaat investasi dalam bentuk nilai tunai.

Back to Top