6 Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua | Prudential Indonesia

6 Jenis Pola Asuh Anak yang Perlu Diketahui Orang Tua

Dalam mendidik anak, penting untuk memerhatikan pola asuh yang diterapkan oleh orang tua. Setiap orang tua pasti menerapkan caranya sendiri dalam mengasuh buah hati. Hal yang memengaruhi pola asuh anak bukan hanya dari sisi pengetahuan saja, tapi juga pengalaman pola asuh yang diperoleh Anda dan pasangan saat kecil dulu.

Perlu diketahui, pola asuh anak yang diterapkan sehari-hari memiliki dampak yang besar bagi tumbuh kembang dan karakter anak ke depannya. Di bawah ini ada 6 jenis pola asuh anak yang sering ditemui, simak ulasan di bawah ini!

Pola Asuh Demokratis

Pola asuh anak ini lebih mengedepankan orang tua dalam memberikan aturan dan pedoman. Orang tua harus selalu mendengarkan setiap pendapat atau pertanyaan anak dan bersikap responsif terhadap anak. Orang tua suka memberi dukungan, mudah memaafkan, tidak menyalahkan anak bila ia melakukan kesalahan atau kegagalan, dan tidak terlalu membatasi anak.

Pola Asuh Permisif

Orang tua dengan pola asuh yang permisif dicirikan sedikit memberikan tuntutan dan harapan pada anak. Orang tua juga cenderung memanjakan buah hati, menghindari dialog dengan anak sehingga anak jadi sulit mandiri dan biasanya sulit untuk memimpin.

Pola Asuh Keterikatan

Pola asuh ini lebih berfokus pada anak. Orang tua berusaha membuat anak terjamin dan terasa aman. Orang tua sering menenangkan dan menciptakan komunikasi dengan banyak melakukan sentuhan fisik pada anak seperti menggendong, menyentuh, memeluk, bahkan tidur bersama dengan anak.

Pola Asuh Otoriter

Pola asuh otoriter biasanya memberikan anak aturan yang ketat. Bila anak tidak mematuhinya akan mendapat hukuman. Pemberian dukungan tidak sama dengan tuntutan tinggi yang diberikan oleh anak-anak. Orang tua juga sangat mendominasi kehidupan anak.

Anak yang dididik dengan pola asuh otoriter biasanya memang cenderung mudah diatur dan penurut. Namun, anak cenderung tidak bahagia, sulit mengambil keputusan sendiri, dan takut mencoba.

Pola Asuh Helikopter

Orang tua dengan cara pola asuh helikopter sering mengatur setiap aspek dalam kehidupan buah hatinya, seperti makanan yang dikonsumsi setiap hari, lingkungan pertemanan, bahkan waktu luang yang dilakukan anak. Mereka selalu ingin membantu kesulitan yang dialami anak. Sayangnya dengan cara mengasuh anak seperti ini, orang tua menjadi kurang percaya terhadap anak.

Baca juga: 5 Cara Memilih Sistem Pendidikan yang Baik untuk Anak

Pola Asuh Lalai

Biasanya cara pola asuh anak ini dicirikan orang tua yang terlalu membebaskan anak untuk berbuat semau mereka dan orang tua tidak melibatkan apa pun yang terkait dengan anak. Orang tua tidak responsif, jarang menuntut, dan jarang berkomunikasi dengan anak.

Orang tua hanya memastikan jika anak mereka tercukupi kebutuhan dasarnya. Sementara mereka tidak memerhatikan kebutuhan emosional anak.  Anak yang diasuh seperti ini, biasanya tidak memiliki kontrol diri dan kurang percaya diri.

Dari 6 pola asuh anak di atas, pola asuh demokratis menjadi yang paling ideal untuk buah hati. Selain memerhatikan pola asuh anak, ada baiknya anda juga memerhatikan perlindungannya. Anda bisa membeli produk Asuransi Prudential berupa Asuransi PRUMy Child.

Asuransi ini merupakan perlindungan jiwa yang berhubungan dengan investasi untuk anak Anda, sejak masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai anak dewasa nantinya. Perlindungan yang dimaksud adalah finansial, kesehatan, dan pendidikan.

Baca juga: Manfaat Pendidikan Anak Usia Dini yang Perlu Diketahui Para Orang Tua

Back to Top