Ingin Menyekolahkan Anak? Ketahui Dulu Skema Pendidikan di Indonesia | Prudential Indonesia

Ingin Menyekolahkan Anak? Ketahui Dulu Skema Pendidikan di Indonesia

Secara umum, skema pendidikan di Indonesia mirip dengan negara-negara lain, yaitu meliputi pendidikan dasar, menengah, serta pendidikan tinggi. Namun, sistem pendidikan di negara ini memiliki fokus utama menghasilkan siswa-siswi yang berilmu, memiliki daya saing, serta menjunjung nilai-nilai Pancasila.

Hal ini membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) mengadakan program Wajib Belajar hingga 12 tahun atau sampai pendidikan menengah. Kebijakan ini bertujuan untuk membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk meraih cita-cita.

Jika Anda hendak menyekolahkan si Kecil, simak informasi seputar skema pendidikan di Indonesia berikut ini!

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Banyak yang mengira PAUD, seperti Taman Kanak-kanak (TK) dan Raudatul Atfal (RA) merupakan syarat untuk anak bisa lanjut ke jenjang berikutnya. Namun, sebenarnya anak dapat langsung masuk ke jenjang berikutnya tanpa PAUD. Akan tetapi, PAUD tetaplah penting untuk mengenalkan si Kecil dengan sistem pendidikan. Kemudian, anak juga dapat bersosialisasi, mengasah kreativitas, serta bermain.

Pendidikan Dasar

Sebagaimana Pasal 34 pada Undang-undang No. 20 Tahun 2003, jenjang ini merupakan yang pertama dalam program wajib belajar. Artinya, anak Anda akan diwajibkan sekolah serta dibebaskan dari biaya mulai dari Sekolah Dasar (SD) atau Madrasah Ibtidaiyah (MI) milik negara.

Kemudian, anak akan lanjut ke jenjang dasar berikutnya, yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Ya, berbeda dari namanya, SMP bukanlah bagian dari pendidikan menengah, melainkan termasuk jenjang pendidikan dasar.

Baca Juga: Tips Melakukan Rencana Pendidikan Anak untuk Masa Depan

Pendidikan Menengah

Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, buah hati Anda akan memasuki jenjang berikutnya pada skema pendidikan di Indonesia yaitu pendidikan menengah yang terdiri dari Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau yang sederajat. Pada jenjang ini anak akan lebih bebas memilih pengutamaannya, seperti Program IPS, IPA, atau kejuruan lainnya.

Pendidikan Tinggi

Jenjang ini meliputi pendidikan diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis. Kelima pendidikan ini dapat diperoleh melalui program perkuliahan pada perguruan tinggi.

Demikian tadi informasi yang perlu Anda ketahui seputar skema pendidikan di Indonesia. Selanjutnya, pastikan Anda selalu bijak, baik dalam melakukan perencanaan pendidikan si Kecil serta kehidupan secara menyeluruh.

Kini, Anda dapat lebih leluasa memastikan hal ini dengan membeli produk Asuransi Jiwa, seperti PRUmy Child dari Prudential Indonesia yang dikhususkan untuk menunjang pendidikan buah hati dan melindungi segala impiannya. Selain dapat melindungi si Kecil bahkan sejak dia masih di dalam kandungan, produk ini juga dilengkapi Dana Investasi yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi biaya pendidikannya nanti.

Baca Juga: 5 Ciri-ciri Asuransi Pendidikan Terbaik untuk Anak yang Perlu Dipahami

Back to Top