5 Cara Sukses Menjadi Tenaga Pemasar Asuransi Prudential yang Perlu Anda Perhatikan

Berawal dari kejenuhan, Juswinda Paramadhani (28) melebarkan sayap karirnya sebagai Tenaga Pemasar atau Tenaga Pemasar asuransi. Dari komentar miring, perasaan bersalah, hingga senang menjadi bagian hidupnya.

Winda, sapaan akrabnya, merupakan salah seorang perempuan yang memiliki beberapa pekerjaan. Sehari-hari, alumni Universitas Mercu Buana bekerja sebagai karyawan pemasaran di perusahaan otomotif di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Di sela kesibukannya, ia memasarkan keripik buatan sang tante dan menjadi Tenaga Pemasar asuransi.

“2014 saya sudah punya Asuransi Prudential. Saat itu ditawari ikut jadi Tenaga Pemasar, cuma belum tertarik untuk gabung karena belum punya mental ketemu orang banyak dan presentasi produk,” Winda bercerita tentang perjalanan karirnya, Rabu (02/10/2019).

Tiga tahun kemudian, Winda bertemu teman lama yang bekerja sebagai Tenaga Pemasar keTenaga Pemasaran asuransi. Sejak saat itu, sang teman kerap mengajak Winda bertemu dan membahas produk asuransi serta mendorongnya untuk menjadi Tenaga Pemasar asuransi.

Pada September 2018, ia resmi menjadi Tenaga Pemasar asuransi di Prudential Indonesia. Keputusannya tersebut tak hanya untuk mencari penghasilan tambahan. Melainkan ia merasa monoton dengan aktivitas bekerja setiap hari. Ia merasa jenuh. Sehingga ia menantang dirinya sendiri untuk mencari aktivitas baru yang menghasilkan.

Winda memang baru setahun menggeluti dunia Tenaga Pemasar. Namun banyak hal yang ia dapatkan dari pekerjaan tersebut. Ia menyatakan terdapat potensi menjanjikan bekerja di industri asuransi. Karena Tenaga Pemasar bisa meraih kesuksesan. Berikut ini cara sukses menjadi Tenaga Pemasar asuransi Prudential.

Menguasai Produk

Kemampuan menguasai produk dan menyampaikannya kepada calon Nasabah harus dimiliki oleh seorang Tenaga Pemasar. Sehingga calon Nasabah mendapatkan banyak informasi sekaligus dapat menemukan produk yang sesuai kebutuhannya.

Selain menguasai produk yang dipasarkan. Tenaga Pemasar mengikuti pelatihan yang diselenggarakan perusahaan dan memperbarui informasi terkini. Khususnya mengenai perlindungan kesehatan, kebijakan pemerintah, keuangan, serta gaya hidup yang tengah diminati masyarakat. Dengan demikian Tenaga Pemasar akan nyambung jika berkomunikasi dengan calon Nasabah.

Integritas

Seseorang yang memiliki integritas adalah jujur dalam segala hal, menghargai orang lain, dan berpegang teguh terhadap prinsip. Hal ini penting untuk menumbuhkan kepercayaan Nasabah kepada Tenaga Pemasar asuransi. Dalam memasarkan produk, jelaskan mengenai syarat dan ketentuan yang berlaku termasuk mengatakan hal jujur tentang risiko berasuransi. Misal kriteria klaim yang tidak dibayar atau jika seandainya perusahaan pailit.

Mengabaikan Tanggapan Miring

Winda sempat mendapatkan tanggapan miring mengenai Tenaga Pemasar asuransi. Seperti tanggapan, “Kenapa jadi Tenaga Pemasar asuransi? Emang nggak ribet mengurus hidup orang lain?” dan tanggapan lain. Tetapi perempuan berambut sebahu ini tak menghiraukan tanggapan negatif yang menghinggapinya.

Meski demikian, ia telah meriset bagaimana industri asuransi dan cara kerja Tenaga Pemasar sebelum bergabung di perusahaan asuransi. Ia percaya bahwa Tenaga Pemasar bukan pekerjaan asal-asalan. Ia harus bisa memberikan jaminan bahwa dirinya selalu ada di samping Nasabah dan meyakinkan produk asuransinya benar-benar sesuai kebutuhan mereka.

“Saya orangnya cuek, masa bodoh. Selagi saya yakin, saya jalani.”

Baginya, tanggapan miring orang lain akan kalah dengan kepercayaan Nasabah yang diterimanya. Dalam dunia asuransi, relasi Tenaga Pemasar dan Nasabah memang berjalan secara profesional. Seiring berjalannya waktu, relasi tersebut tak melulu soal Nasabah dan Tenaga Pemasar asuransi atau membicarakan klaim maupun Premi. Keduanya membangun hubungan baik di luar asuransi. Seperti membahas tentang bisnis, investasi, hingga kebutuhan perlindungan lainnya.

Persuasif

Memasarkan asuransi tak semudah menjual baju. Karena asuransi menawarkan jasa bukan barang. Sehingga Tenaga Pemasar mampu membujuk calon Nasabah secara halus atau persuasif untuk menggunakan asuransi.

Menurut Winda, saat ini sudah banyak masyarakat yang melek soal asuransi. Mereka mengetahui fungsi dan sistem asuransi. Namun untuk meyakinkan mereka memiliki Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, atau produk asuransi lainnya, Tenaga Pemasar asuransi memerlukan waktu untuk melakukan pendekatan persuasif.

Empati

Winda berempati ketika mendengar cerita kerabat atau sahabat yang harus menggelontorkan biaya besar untuk biaya pengobatan. Ia juga merasa bersalah karena sebagai Tenaga Pemasar belum bisa menyelamatkan uang mereka.

Padahal dengan asuransi, mereka tidak perlu mengeluarkan uang banyak dan fokus pada kondisi kesehatan. Meski demikian tidak ada kata terlambat untuk sebuah perlindungan. Kondisi tersebut membuat lebih giat lagi meyakinkan kerabat dekat dan orang lain mengenai manfaat asuransi.

“Jadi Tenaga Pemasar nggak melulu soal uang, ada perasaan senang kalau kita berhasil mengajak orang gabung pakai asuransi. Kita kayak ngerasa sudah berhasil membantu dia menemukan jalan terbaik untuk masa depannya.”

Karir Prudential

Berkarir di industri asuransi tak sekadar menawarkan produk asuransi. Seorang Tenaga Pemasar juga harus memahami kebutuhan Nasabah, menguasai analisis finansial, dan menyediakan solusi terbaik untuk mereka. Anda pun dapat bergabung ke karir Prudential Indonesia.

Sebagai perusahaan Asuransi Jiwa terbesar di Indonesia, Prudential terus berkembang dan menjangkau masyarakat seluasnya. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan tenaga profesional yang menyukai tantangan dan memiliki hasrat untuk selalu unggul. Anda dapat memilih karir di bagian Corporate Team, Tenaga Pemasar KeTenaga Pemasaran, atau Tenaga Pemasar Bancassurance.

“Saat ini asuransi di Indonesia sudah semakin berkembang, terbukti semakin banyak perusahaan asuransi yang bermunculan. Jadi kalau kita fokus dan tekun menjalani pekerjaan di asuransi itu menjanjikan banget. Saya sudah banyak lihat orang-orang sukses yang membangun istananya hasil kerja sebagai Tenaga Pemasar,” kata Winda mengakhiri pembicaraan.

Back to Top