Cara Menghitung Dana Pensiun yang Benar

Masa pensiun barangkali merupakan hal yang paling menyenangkan bagi sebagian orang. Umumnya, masa ini akan dihabiskan dengan cara menikmati hidup dengan travelling, bersantai atau berkumpul dengan orang terkasih. Lebih lanjut, masa pensiun juga biasanya sering juga dinikmati dengan melakukan hobi-hobi yang sebelumnya tidak bisa dilakukan karena keterbatasan waktu.

Jika Anda ingin menikmati masa pensiun dengan santai dan menyenangkan, tentu saja Anda harus melakukan perencanaan yang matang. Anda bisa melakukan perencanaan keuangan yang tepat untuk membantu Anda mewujudkan masa pensiun yang ideal. Untuk melakukan perencanaan dana pensiun yang tepat, Anda harus melakukan perhitungan dana pensiun. Berikut ini adalah contoh penerapan perhitungan dana pensiun:

Kebutuhan dan jumlah dana pensiun setiap orang memang berbeda-beda, tergantung dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing individu. Jika Anda bekerja sebagai wiraswasta, paling tidak Anda bisa menyisihkan 5% sampai 20% total penghasilan bulanan Anda untuk mempersiapkan dana pensiun.

Lebih lanjut, untuk Anda yang bekerja sebagai karyawan yang memiliki pendapatan tetap, Anda tidak perlu mengeluarkan dana hingga 20% dari total pendapatan Anda karena ada fasilitas program Jaminan Hari Tua (JHT) yang diberikan oleh perusahaan.

Jika Anda ingin mengetahui berapa jumlah minimum dana pensiun yang harus Anda siapkan untuk masa tua Anda adalah dengan cara menghitung pendapatan bulanan Anda dalam setahun dibagi dengan suku bunga deposito Anda.

Jika Anda Saat ini berusia 30 tahun dengan pendapatan Rp8 juta per bulan dan ingin menikmati masa tua dengan menggeluti hobi dan travelling, Anda harus menyiapkan dana pensiun dengan matang. Jika Anda ingin menyimpan dana pensiun untuk 15 tahun dengan asumsi Anda tidak mempunyai tanggungan dan cicilan, serta dana Rp 6 juta cukup per bulan, bisa memenuhi keinginan Anda.

Dana yang Anda butuhkan untuk masa pensiun Perhitungan di atas menggunakan rumus kebutuhan bulanan dikali masa pensiun (per bulan). Ternyata, perhitungan dana pensiun tidak sesederhana itu karena Rp6 juta saat ini nilainya tidak akan sama saat 30 tahun mendatang.

Oleh karena itu, Anda harus memikirkan nilai Rp6 juta pada masa 30 tahun mendatang. Jika dilihat dari beberapa tahun ke belakang rata-rata kenaikan inflasi per tahun adalah 4-5 persen. Anda bisa melakukan perhitungan dana pensiun dengan cara seperti

 

Present Value (Co) = Rp 6,000,000

Rate per Period (r) = 0.416%

Number of Periods (n) = 360

= Rp 26,742,473

  • Rate per period adalah angka estimasi kenaikan inflasi yaitu sebesar 5 persen dibagi dengan 12 bulan
  • Number of Period adalah jumlah total tahun yaitu (30 tahun x 12 bulan= 360)

 

Dari contoh di atas, Anda dapat mengetahui bahwa uang yang Anda perlukan tiap bulan yang sebelumnya Rp6 juta meningkat menjadi Rp26.7 juta per bulan. Oleh karena itu, jika Anda ingin menyiapkan dana pensiun untuk 13 tahun (156 bulan), Anda membutuhkan dana sekitar Rp26.7 juta X 156 bulan = Rp4.1 miliar.

Itulah cara menghitung dana pensiun yang bisa Anda coba. Jika Anda ingin mengetahui dana pensiun dengan pasti, Anda bisa melihat kalkulator asuransi yang bisa Anda lihat di situs resmi Prudential. Di sana Anda akan melihat berapa banyak dana yang harus Anda siapkan untuk masa pensiun Anda.

Back to Top