Cara Mudah Melakukan Pembayaran Premi Asuransi untuk Para Pemula

Memiliki Asuransi Jiwa bisa menjadi hal menakutkan bagi pemula atau karyawan baru. Anda pun demikian? Jika ya, hal tersebut wajar. Lantaran harus membayar premi asuransi yang manfaatnya belum Anda rasakan.

Namun langkah Anda patut diacungi jempol. Karena Anda sudah sadar mengenai perlindungan hidup dengan berasuransi. Di samping itu, semakin muda berasuransi, semakin terjangkau preminya, dan pengembalian premi bisa digunakan untuk kepentingan lain. Untuk mendapatkan hak perlindungan tersebut, tentu ada kewajiban yang harus dilakukan. Membayar premi tepat waktu.

Dalam Asuransi Jiwa terdapat dua sistem cara bayar premi. Kebanyakan perusahaan asuransi menawarkan sistem membayar setahun sekali atau secara bulanan. Apa pun sistemnya, pembayaran premi asuransi tergantung metode yang telah Anda sepakati di awal transaksi.

Prudential Indonesia mempunyai panduan cara bayar premi bagi Anda yang belum memahaminya. Dari laman tersebut, ada pilihan cara pembayaran untuk Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah.

Pada Asuransi Konvensional, channel pembayarannya lebih banyak. Mulai dari membayar di teller bank  (BRI, Bank Mandiri, Bank Permata) atau loket BUMN (PT Pos, Pegadaian), minimarket (Indomaret), ATM berbagai bank, mobile banking, internet banking, autodebet tabungan, autodebet pada kartu kredit (BCA Card, Visa, Master), dan e-commerce (Tokopedia).

Sedangkan pembayaran Asuransi Syariah dapat dilakukan melalui ATM (Bank Permata, Bank Muamalat), internet banking (Bank Permata), mobile banking (Bank Permata), auto debet tabungan (Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah), autodebet kartu kredit (BCA Card, Visa, Master), dan e-commerce (Tokopedia). Sudah seharusnya Anda memperhatikan cara pembayaran dan nominal premi asuransi. Tetapi ada hal lain yang tak kalah penting, yaitu memilih Asuransi Jiwa bagi pemula. Dalam memilih asuransi, ada tiga pertanyaan yang harus Anda ajukan kepada diri sendiri.

Pertama, jenis perlindungan apa yang Anda butuhkan? Kebutuhan hidup Anda menentukan jenis asuransi. Jika Anda lajang dan bekerja, kemungkinan waktu akan tercurah untuk pekerjaan. Anda rela lembur dan mengambil lembur atau pekerjaan sampingan demi menebalkan dompet. Hati-hati, jika terlena dengan kondisi tersebut, Anda bisa sakit. Sehingga perlindungan yang tepat bagi Anda adalah Asuransi Kesehatan.

Jika sudah berkeluarga dan bekerja, Anda membutuhkan perlindungan untuk keluarga. Karena Anda ingin keuangan keluarga stabil jika hal buruk terjadi. Misalnya sesuatu yang membuat pencari nafkah tidak bisa bekerja maksimal, tetapi anak tetap bisa sekolah. Dengan alasan tersebut, Anda membutuhkan Asuransi Jiwa atau Asuransi Pendidikan untuk sang buah hati.

Kedua, berapa premi yang dibayar? Jenis pekerjaan dan gaya hidup akan mempengaruhi premi asuransi. Jika pekerjaan Anda mengharuskan ke pedalaman hutan, area pertambangan, daerah gunung berapi, premi yang dibayarkan lebih tinggi dibanding mereka yang bekerja di bagian HR atau akuntan. Selain itu, kebiasaan merokok dan hobi olahraga juga menentukan besar kecil premi. Misalnya Anda merokok atau kerap mendaki gunung atau hobi paragliding.

Ketiga, apakah asuransi mempermudah klaim? Ini yang tak kalah penting. Perusahaan asuransi menggunakan sistem klaim reimburse atau cashless. Sebenarnya dua sistem sama, karena perusahaan asuransi akan memberikan perlindungan jika hal buruk terjadi. Tetapi tak dapat dipungkiri, sistem cashless lebih mempermudah nasabah dibanding reimburse, misalnya bila berada di rumah sakit.

Mencari asuransi yang benar-benar sesuai kebutuhan Anda memang tidak mudah. Sehingga ada baiknya Anda mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai asuransi. Baik lewat internet, laman perusahaan, dan referensi kerabat.

Back to Top