Cara Melakukan Manajemen Risiko Keuangan yang Perlu Diketahui

Tak perlu diragukan lagi, bahwa dalam dunia investasi sering terjadi hal-hal yang tak terduga, bahkan sampai berimbas pada nilai saham Anda kapan saja. Demi menghindari hal tersebut, tentunya Anda perlu melakukan penyusunan rencana cadangan berupa manajemen risiko keuangan.

Manajemen risiko keuangan atau Finance Risk Management (FRM) merupakan rentetan tindakan yang melibatkan identifikasi serta pengamatan terhadap kemungkinan kerugian, dan penyusunan rencana untuk menghadapi kondisi tak terduga.

Tentu saja hal ini sangat berguna. Namun, bagaimana praktiknya dalam kehidupan nyata dan untuk kondisi finansial Anda sendiri? Simak penjelasan tentang caranya berikut ini!

Identifikasi Risiko

Setiap orang memiliki prioritas dan kondisi finansial yang berbeda-beda. Pada dunia investasi, faktor-faktor ini memengaruhi kemampuan seseorang untuk mengambil risiko. Umumnya, hal ini dikenal sebagai profil risiko atau risk profile.

Dalam mengidentifikasi profil risiko, Anda perlu melihat gaya hidup, status pernikahan, umur Anda, serta faktor lain yang sekiranya penting dalam keputusan keuangan. Dari situ, Anda mulai dapat melihat kemampuan Anda untuk berdedikasi terhadap suatu kegiatan investasi.

Misalnya, mereka yang telah memiliki tanggung jawab ekonomi, seperti seorang istri dan anak, tentunya tidak akan memiliki keberanian sebanyak yang masih lajang. Idealnya, jumlah uang yang dialokasikan untuk investasi akan lebih sedikit karena ada kebutuhan tidak terduga yang melibatkan keluarganya.

Menghindari Risiko

Mengetahui kapan harus terlibat suatu kegiatan investasi dan kapan harus menghindar sangatlah penting untuk menjadi seorang investor.

Setelah mengetahui profil risiko, Anda bisa menentukan tingkat kepercayaan diri Anda terhadap suatu kegiatan investasi. Bila Anda memiliki kemampuan yang terbatas atau tidak yakin terhadap kemungkinan profit, menghindari risiko dari awal mungkin merupakan pilihan yang tepat untuk Anda.

Membagi Risiko

Adapun yang menjadi kegiatan membagi risiko yaitu dengan bekerja sama dalam kegiatan investasi. Misalnya, Anda bisa mengajak beberapa partner Anda untuk terlibat dalam pembelian saham. Walau ini berarti mengurangi manfaat (reward) yang didapat, tujuan Anda untuk mengurangi risiko tetap berhasil.

Mengalihkan Risiko

Dalam metode ini, Anda diharuskan membayar biaya tertentu kepada pihak ketiga, seperti Perusahaan Asuransi, agar risiko finansial ditanggung dan Anda terjauh dari kerugian.

Biasanya, metode ini dilakukan pada jenis investasi yang melibatkan pembelian aset. Contoh umumnya adalah dengan asuransi yang memberikan perlindungan dari risiko bangunan atau properti. Ketika terjadi bencana yang mengakibatkan kerusakan aset, asuransi akan memberikan manfaat kepada Nasabah.

Namun tidak hanya itu, Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa rupanya juga menggunakan metode ini. Setelah membayar Premi, Nasabah akan secara otomatis dilindungi secara finansial ketika risiko (penyakit atau kematian) terjadi padanya. Biaya pengobatan (bagi yang sakit) atau biaya hidup keluarga yang ditinggal (bagi yang meninggal) akan ditanggung.

Apabila Anda ingin mendapatkan pelindungan asuransi, sekaligus melakukan investasi, kini Prudential juga menawarkan Polis yang mencakup keduanya, di antaranya: PRULink Investor Account, PRULink Assurance Account, PRULink Syariah Investor Account dan PRULink Syariah Assurance Account.

Pada keempat jenis asuransi tersebut, Anda akan mendapatkan perlindungan jiwa atau kesehatan, sekaligus Dana Investasi yang dikelola oleh Prudential. Terlebih lagi, Anda juga tetap bisa memilih dan mengatur bagaimana Premi atau kontribusi Anda dikelola dalam berbagai jenis Dana Investasi.

Ini merupakan bentuk investasi yang sangat cocok apabila Anda yang tidak ingin menanggung risiko yang besar. Selain karena Anda dapat menyesuaikan jumlah Premi dan kisaran manfaat, Anda juga senantiasa menjalankan manajemen risiko keuangan serta berjaga-jaga.

Back to Top