Tahapan Mudah Menghitung Pajak Penghasilan yang Perlu Diketahui

Sebagai warga negara yang baik, ada baiknya Anda membayar pajak tepat waktu. Pajak memiliki 4 fungsi, yaitu sebagai anggaran, regulasi, pemerataan, dan fungsi stabilitas. Fungsi pajak adalah untuk membangun sarana umum, pemerataan penduduk, dan menjalankan kebijakan pemerintah. Anda harus membayar pajak penghasilan agar pemerintah dapat menjalankan kebijakan-kebijakan sosial ekonomi Indonesia.

Ada beberapa jenis pajak di Indonesia mulai dari Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai, Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Bea Materai hingga Pajak Bumi dan Bangunan. Bagi Anda yang ingin membayar pajak, sebaiknya Anda belajar cara menghitung pajak penghasilan dengan benar. Pasalnya, informasi cara menghitung Pajak Penghasilan berguna bagi Anda selaku wajib pajak dalam proses pelaporan pajak. Beberapa cara mudah menghitung Pajak Penghasilan yakni antara lain sebagai berikut:

Membuat Daftar Penghasilan

Pajak Penghasilan dikenakan kepada wajib pajak pada waktu satu tahun. Jika Anda memiliki penghasilan tetap setiap bulan, maka Anda perlu membuat daftar penghasilan yang Anda terima setiap bulannya. Besaran penghasilan yang Anda hitung bukan hanya gaji pokok tetapi juga pemasukan Anda yang lain.

Menghitung PPH

Setelah membuat daftar penghasilan, Anda bisa menghitung PPH dengan melihat peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Berikut beberapa peraturan yang sudah ditetapkan adalah:

  • Tarif pajak penghasilan sebesar 5%, jika memiliki penghasilan Rp 50.000.000 selama satu tahun
  • Tarif pajak sebesar 15%, jika memiliki penghasilan Rp50.000.000 sampai dengan Rp250.000.000 selama satu tahun
  • Tarif pajak sebesar 25%, jika memiliki penghasilan Rp250.000.000 sampai dengan Rp500.000.000 selama satu tahun
  • Tarif pajak sebesar 50%, jika memiliki penghasilan di atas Rp500.000.000 selama satu tahun

Sebagai contoh, jika Anda memiliki penghasilan Rp6.000.000, maka penghasilan kotor per tahunnya mencapai Rp72.000.000. Jika Anda masih bujangan, maka Anda masuk dalam kategori PTKP poin yang pertama yaitu Rp54.000.000. Rumus menghitung PPH adalah penghasilan kotor dikurang PTKP, dikali dengan tarif pajak sesuai pendapatan kotor.

Rp72.000.000 - Rp54.000.000 = Rp18.000.000, maka penghasilan bersih Anda, yaitu Rp18.000.000 dari penghasilan bersih ini, Anda bisa menghitung pajak penghasilan yang akan Anda bayarkan. Sebagai contoh, pajak penghasilan = 15% x Rp18.000.000= Rp2.700.000 jadi pajak penghasilan per tahun yang harus Anda bayarkan ke negara Rp2.700.000 per tahun atau Rp225.000 per bulan.

Itulah cara menghitung pajak penghasilan yang bisa Anda coba. Sebaiknya Anda memilih perusahaan yang sudah membayarkan pajak penghasilan Anda dan sudah memiliki Asuransi Karyawan yang dapat melindungi karyawan dari risiko-risiko yang mungkin terjadi. Salah satu Asuransi Karyawan yang berkualitas dan memiliki banyak manfaat adalah PRUCorporate Life dari Prudential.

Produk ini merupakan Asuransi Jiwa Kumpulan yang memberikan perlindungan atas risiko Meninggal Dunia karena sakit atau kecelakaan dengan pilihan manfaat tambahan berupa Cacat Total dan Tetap, 61 Penyakit Kritis, 8 Terminal Illness, Akselerasi, dan Meninggal Dunia akibat Kecelakaan.

Back to Top