Apa Itu Akad Wakalah Bil Ujrah dalam Sistem Syariah? | Prudential Indonesia

Apa Itu Akad Wakalah Bil Ujrah dalam Sistem Syariah?

Sebuah Polis atau Akad Asuransi Syariah sudah selayaknya dijalankan sesuai dengan Syariat Islam. Jika Asuransi Jiwa Anda menerapkan sistem Tijarah atau pemberlakuan Dana Investasi selain hanya berfungsi untuk melindungi para peserta dari risiko jiwa, ada satu faktor lain yang perlu Anda perhatikan.

Adapun faktor tersebut adalah Akad Wakalah Bil Ujrah, bagian dari Akad Tijarah yang bertujuan untuk menjaga keadilan dalam suatu kegiatan investasi dalam suatu produk Asuransi Jiwa. Namun, apa sebenarnya Akad tersebut?

Simak penjelasan berikut ini untuk mengenal lebih jauh seputar Wakalah Bil Ujrah dan mengapa hal ini sangat perlu diberlakukan!

Pengertian Wakalah Bil Ujrah

Muamalah atau keadilan merupakan hal yang perlu ditunjang dalam suatu kegiatan Tijarah. Hal ini termasuk memastikan pihak Perusahaan Asuransi yang mengelola Dana Tijarah atau Dana Investasi Anda juga dibayar akan jasa dan kemampuannya melakukan hal tersebut. Maka dari itu, Anda akan diwajibkan membayar sejumlah biaya atau Ujrah kepada Perusahaan Asuransi.

Baca Juga: Ketahui Hukum Asuransi Syariah Menurut Ajaran Islam

Pentingnya Membayar Ujrah

Menurut Pasal 10 dari peraturan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI) Nomor 18 Tahun 2010, Wakalah Bil Ujrah wajib dilakukan untuk memberikan kuasa pada Perusahaan Asuransi dalam mengelola Dana Tijarah. Sebagai penerima kuasa, Perusahaan Asuransi kemudian akan menanggung risiko kerugian investasi yang terjadi karena pihaknya.

Membayar Ujrah Demi Menjalankan Syariat Agama

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, memberikan Ujrah berfungsi untuk membuat Akad Asuransi Anda benar-benar berjalan adil dan sesuai perintah agama. Bagaimanapun, mencari kehalalan adalah alasan utama seseorang membeli produk Asuransi Syariah.

Nah, hal tersebut tidak hanya dibebankan pada Anda. Pada waktu yang bersamaan, pihak pengelola Dana Tijarah juga diberikan amanah untuk tidak melakukan kegiatan investasi yang mengandung unsur Gharar (ketidakjelasan), Maysir (perjudian), serta Riba. Perusahaan Asuransi juga wajib memastikan seluruh kegiatan investasi berjalan sesuai syariat agama.

Demikian sedikit penjelasan seputar Wakalah Bil Ujrah yang perlu Anda ketahui. Hal ini sangatlah penting agar kegiatan Tijarah didasari oleh Muamalah atau keadilan bagi seluruh pihak, termasuk Perusahaan Asuransi sebagai pengelola dana Tijarah.

Bila Anda tertarik untuk terlibat dalam Akad yang menunjang hal tersebut, Anda dapat memilih Asuransi Jiwa terkait Tijarah atau Dana Investasi Syariah, seperti PRULink Syariah Investor Account dari Prudential Indonesia. Produk ini memberikan kebebasan bagi Anda dalam memilih instrumen investasi, serta tidak mengesampingkan perlindungan jiwa yang berkualitas dan komprehensif.

Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat dengan Asuransi Syariah Sebelum Memilihnya

Back to Top