Apa Itu Wakaf Polis Asuransi di Indonesia?

Masyarakat Muslim semakin banyak pilihan mengenai produk asuransi di Indonesia. Hal itu menyebabkan Wakaf Polis Asuransi banyak peminat.

Wakaf merupakan salah satu produk Asuransi Syariah yang menjalankan kedermawanan dalam Islam, menjanjikan kebaikan tak terputus bagi yang melakukannya, serta memberikan manfaat keberlanjutan bagi masyarakat.

Dalam Wakaf, Nasabah dapat melakukan Wakaf Polis Asuransi. Seperti yang dilakukan oleh Prudential Indonesia melalui Program Wakaf. Apa itu Wakaf dan bagaimana potensinya?

Wakaf Polis Asuransi

Wakaf Polis Asuransi adalah mewakafkan dana yang berada pada Polis asuransi kepada badan atau lembaga Wakaf. Polis yang diterima berasal dari Asuransi Syariah maupun Asuransi Konvensional. Nasabah yang memiliki Asuransi Unit Link dapat mewakafkan Polis hingga 95% dari manfaat asuransi dengan membeli Polis Asuransi Syariah baru. Sementara itu, Nasabah baru Asuransi Syariah dapat mewakafkan 45% dari manfaat asuransinya.

Proses Wakaf akan melalui sebuah Akad, yakni serah terima menurut Syariat Islam. Akad Wakaf dilakukan dengan dua cara, yaitu Akad Wakaf untuk wakaf produktif sebagian dari nilai Polis Asuransi yang meliputi uang pertanggungan nilai tunai saat jatuh tempo dan Akad amal kebaikan untuk kepentingan wakif, keluarga wakif, kepentingan umum, sebagian dari nilai Polis Asuransi saat jatuh tempo.

Wakaf Wasiat Polis Asuransi

Sementara itu, Wakaf Wasiat Polis Asuransi merupakan perencanaan wakaf dengan mewasiatkan secara hukum sebagian dari ke pemilikan aset ketika Wakif (orang yang berwakaf) meninggal dunia dan disetujui oleh ahli waris. Namun Wakif tetap dapat menikmati manfaat dari aset yang diwakafkan tersebut selama ia masih hidup.

Menurut Nini Sumohandoyo, Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, pada Rabu (27/02/2019), mengatakan bahwa Wakaf adalah program yang mendukung masyarakat yang sedang mencari solusi modern dalam melindungi keluarga sekaligus berderma.

Potensi Wakaf

Wakaf, lanjut Nini, dinilai sebagai upaya mengatasi kemiskinan di Indonesia. Sehingga perusahaan akan mensosialisasikan manfaat dan keutamaan Wakaf kepada masyarakat Indonesia. Tujuannya agar kedermawanan mereka tersalurkan tepat sasaran.

Afdhal Aliasar, Direktur Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) mengatakan masyarakat telah mewakafkan tanah seluas 2.700 kilometer persegi di lebih dari 366 ribu lokasi. Sehingga diperkirakan wakaf berpotensi mencapai Rp180 triliun per tahun.

Untuk menyalurkan manfaat Wakaf, perusahaan asuransi yang telah beroperasi pada 1995 bermitra dengan tiga lembaga Wakaf atau Nadzir. Mereka adalah Dompet Dhuafa, iWakaf, dan Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW-MUI). Mengutip data World Giving Index oleh Charity Aids Fund, Indonesia berada pada posisi paling atas sebagai masyarakat paling dermawan di dunia.

Bagi Anda yang ingin beribadah sekaligus bermanfaat bagi sesama, Program Wakaf adalah acara yang bisa dilakukan. Anda tak perlu ragu mengenai kehalalannya. Karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Fatwa Nomor 106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah.

Back to Top