Apa Itu Zakat Profesi dalam Islam? | Prudential Indonesia

Apa Itu Zakat Profesi dalam Islam?

Membayar zakat merupakan rukun Islam keempat dan wajib untuk dilakukan oleh setiap orang yang mampu. Tujuannya untuk membersihkan diri dan harta serta membantu masyarakat yang kurang beruntung melalui bantuan, baik secara finansial maupun dengan memberikan kebutuhan pokok (seperti beras).

Adapun 2 jenis zakat yang wajib dikeluarkan antara lain zakat fitrah (zakat jiwa) dan zakat maal (zakat harta). Namun, bagi Anda dengan pekerjaan dan penghasilan cukup, pastikanlah salah satu bagian dari jenis zakat ini, zakat profesi atau zakat penghasilan, juga ditunaikan. Lantas, seperti apa zakat profesi ini? Berikut beberapa informasi yang perlu Anda ketahui!

Ketentuan Terkait Membayar Zakat

Terdapat berbagai diskusi tentang siapa saja yang diwajibkan membayar zakat profesi. Namun, pada dasarnya, fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) No. 3 Tahun 2003 mewajibkan semua orang yang berpenghasilan cukup untuk membayar zakat ini.

Penghasilan yang dimaksud dalam fatwa ini adalah pendapatan dari gaji bulanan, upah di luar gaji, atau bayaran dari jasa yang telah Anda berikan. Fatwa MUI juga menyatakan bahwa ketentuan ini tidak terbatas hanya pada pekerja dengan penghasilan rutin, seperti karyawan kantoran. Apabila Anda merupakan pekerja lepas dengan penghasilan tak rutin, zakat profesi juga tetap bisa dibayarkan.

Namun, pastikan penghasilan yang telah diperoleh selama satu tahun telah mencapai Nishab, batas yang menentukan apakah Anda wajib mengeluarkan zakat profesi atau tidak.

Baca Juga: Ketahui Macam Macam Zakat & Ketentuannya yang Ada di Indonesia

Cara Menghitung Nishab dan Jumlah Zakat Profesi

Sebelum memutuskan untuk membayar zakat, ketahuilah jumlah yang harus dibayarkan. Menurut fatwa MUI, apabila penghasilan tahunan telah terhitung di atas Nishab, Anda wajib memberikan Zakat 2,5% dari total penghasilan tersebut. Adapun besaran Nishab yaitu setara dengan nilai 85 gram emas.

Waktu Tepat Membayar Zakat Profesi

Sebenarnya, tidak ada peraturan spesifik seputar rutinitas membayar zakat profesi. Anda bisa melakukannya tahunan maupun setiap bulannya. Namun, agar lebih memudahkan Anda dan meringankan pembayaran zakat, lakukanlah secara rutin setelah menerima pendapatan bulanan.

Demikian beberapa informasi penting yang perlu Anda ketahui seputar zakat profesi. Pada dasarnya, zakat ini merupakan salah satu yang wajib dilakukan umat muslim untuk membantu sesama serta membersihkan jiwa dan menumbuhkan kebaikan pada diri.

Namun, pastikan Anda juga senantiasa menerapkan kebaikan pada setiap aspek kehidupan Anda, termasuk dalam memilih produk Asuransi Jiwa. Prudential Indonesia menghadirkan PRULink Syariah Generasi Baru yang didasari prinsip tolong-menolong dan melindungi antara sesama (Tabarru’) serta pengelolaan Dana Tijarah yang dilakukan sesuai syariat agama.

Baca Juga: Mengenal Macam-Macam Akad Dalam Asuransi Syariah Agar Anda Tidak Salah

Back to Top