Kenali Macam-macam Akad dalam Asuransi Syariah Berikut | Prudential Indonesia

Mengenal Macam-Macam Akad Dalam Asuransi Syariah Agar Anda Tidak Salah

Produk-produk Asuransi Syariah dapat menjadi pilihan bagi Anda yang Muslim. Selain memberikan manfaat yang sesuai dengan kebutuhan, Asuransi Syariah memungkinkan mereka untuk senantiasa menuai kebaikan. Hal ini terutama karena Asuransi Syariah menawarkan Akad yang sesuai syariat Islam dan didasari oleh tolong-menolong serta kebersamaan.

Akad dalam Asuransi Syariah adalah perjanjian yang melibatkan Perusahaan Asuransi Syariah dan para Nasabahnya. Melalui sebuah Akad, pertanggungan dan penyediaan manfaat akan diatur sehingga menjadi halal dan sesuai perintah agama Islam. Maka dari itu, Akad memegang pengaruh yang sangat besar dalam menentukan halal atau tidaknya suatu perjanjian.

Lantas, apa sajakah jenis Akad dalam Asuransi Syariah yang perlu Anda ketahui? Mari, simak penjelasannya berikut ini.

Akad Tabarru’

Tolong-menolong dan risk sharing para Nasabah menjadi kunci utama dalam menjalani Akad Tabarru’. Maka dari itu, Akad ini menjadikan Premi setiap bulan sebagai Hibah secara sukarela yang diberikan para Nasabah. Bilamana seorang Nasabah mendapatkan musibah, Dana Tabarru’ yang telah dikumpulkan sebelumnya akan disalurkan kepadanya. Begitu juga ketika Anda yang terkena musibah.

Baca Juga: 3 Prinsip Dasar Asuransi Syariah yang Wajib Diketahui

Akad Tijarah

Akad Tijarah dalam Asuransi Syariah mengacu pada penggunaan Premi sebagai Dana Investasi (Tijarah). Namun, lantaran syariat Islam melarang penggunaan dana yang sama dalam Tijarah dan Tabarru’, Anda akan membayarkan 2 dana yang berbeda dan Perusahaan Asuransi tidak akan menggabungkan keduanya guna memungkinkan Anda menjalankan syariat ini dengan benar.

Akad Wakalah bil Ujrah

Wakalah bil Ujrah merupakan Akad yang terdapat pada Asuransi Tijarah yang mewajibkan Ujrah (upah) untuk diberikan kepada Perusahaan Asuransi sebagai pengelola (Mudharib) Dana Tijarah. Akad ini juga bekerja sebagai bentuk perjanjian dalam pemberian wewenang dan kuasa kepada Mudharib untuk menjalankan tugas tersebut.

Nah, itulah tadi beberapa Akad dalam Asuransi Syariah yang perlu Anda ketahui. Pada dasarnya, segala Akad yang hadir dalam suatu perjanjian adalah untuk menjamin keadilan bagi seluruh pihak yang terlibat, dalam kasus ini Perusahaan Asuransi dan Nasabah. Dengan begitu, hubungan menjadi terjaga dan perjanjian dapat berjalan dengan baik.

Prudential Indonesia memastikan keadilan dan kebaikan ini berjalan melalui semua produknya, terutama PRUSyariah. Rangkaian Asuransi Syariah ini meliputi Akad Tabarru’, Akad Tijarah, dan juga Akad Wakalah bil Ujrah, serta dilakukan secara amanah dan adil. Niscahya, segala perjanjian akan berjalan sesuai perintah syariat agama.

Baca Juga: Manfaat Asuransi Prudential Syariah yang Belum Banyak Diketahui Orang-orang

Back to Top