Masih Bingung Apa Itu Keuangan Syariah? Cari Tahu di Sini!

Pengelolaan dana pada dasarnya bisa dilakukan oleh sebuah kelompok, organisasi, hingga pribadi untuk mencapai sebuah tujuan tertentu. Kegiatan ini meliputi beragam hal mulai dari penganggaran, pengelolaan, penyimpanan, hingga pembagian dana. Salah satu yang sistem yang sedang tren yakni manajemen keuangan syariah.

Keuangan Syariah sendiri merupakan salah satu sistem keuangan yang diterapkan dengan mengacu pada prinsip Islam dan dasar Hukum Islam sebagai pedomannya. Hal ini tidak hanya berlaku pada sistemnya saja, tapi juga bagi para lembaga penyelenggara keuangan serta produk-produk yang ditawarkan.

Secara khusus, tujuan manajemen ini berfungsi untuk mengalihkan dana tersimpan yang bersumber dari nasabah kepada pengguna dana. Tidak hanya itu, ada beragam hal lainnya yang perlu diketahui oleh banyak orang terkait manajemen keuangan syariah ini. Apa saja? Yuk, segera cari tahu penjelasannya di bawah ini agar tidak bingung!

Sistem Pengelolaan Keuangan Syariah

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa mengelola Keuangan Syariah sebenarnya berdasar pada prinsip-prinsip Islam. Hal ini disebabkan oleh ajaran Islam yang memang mengenal konsep untuk memelihara kekayaan agar dapat dimiliki oleh semua manusia dengan baik.

Tidak hanya itu, pengelolaan keuangan secara syariah juga harus bermanfaat bagi banyak orang. Secara khusus, prinsip yang diterapkan dalam sistem keuangan seperti ini yakni mengharapkan rida Allah SWT, bebas dari bunga karena hal tersebut dilarang di dalam Al Quran, serta menerapkan prinsip bagi hasil.

Manajemen Kegiatan Keuangan Syariah

Sementara untuk mengatur Keuangan Syariah terdiri dari tiga garis besar, yaitu pendapatan dana, prinsip investasi, dan penggunaan dana. Pendapatan dana harus memperhatikan beberapa hal seperti Mudharabah, Sala, Murabahah, Istishna, Musyarokah, dan Ijarah.

Prinsip investasi menekankan sistem bahwa fungsi uang sebagai alat tukar bukan sebagai barang dagangan atau komoditi yang bisa diperjualbelikan begitu saja. Prosesnya pun harus melalui lembaga keuangan bank syariah.

Penggunaan dana dianjurkan untuk menggunakan dana dengan tujuan jelas dan tidak boleh melanggar syariat islam, seperti memenuhi kebutuhan hidup, menunaikan kewajian zakat, wakaf, infaq, dan sedekah.

Akad dan Transaksi Keuangan Syariah

Prinsip sistem Keuangan Syariah juga menerapkan akad dan transaksi seperti Akad Tabarru’ di mana perjanjian tersebut tidak bertujuan untuk laba dan Akad Tijarah yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan sesuai rukun dan syaratnya.

Demikian tadi beberapa informasi mengenai Keuangan Syariah buat Anda yang masih bingung. Salah satu produk turunannya yakni produk Asuransi Syariah berupa PRULink Syariah Assurance Account dari Prudential Indonesia.

PRULink Syariah Assurance Account (PAA Syariah) merupakan produk asuransi jiwa yang erat hubungannya dengan investasi yang berdasarkan prinsip syariah dengan pembayaran kontribusi secara berkala dengan fleksibilitas tak terbatas.

Produk ini memungkinkan Anda untuk sewaktu-waktu mengubah jumlah pertanggungan, kontribusi, serta cara pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bahkan nasabah pun bisa menambah asuransi tambahan seperti rawat inap, kecelakaan atau kondisi kritis.

Yang tidak kalah menarik, Anda juga bisa memilih satu atau kombinasi dari tiga Dana Investasi Syariah yang tersedia dan dapat mengubah kombinasi Dana Investasi Syariah tersebut sewaktu-waktu. Olehnya itu, ada baiknya jika Anda segera memiliki produk asuransi syariah Prudential ini.

Back to Top