Tingginya Kematian Ibu dan Bayi, Perempuan Perlu Lakukan Proteksi Kesehatan Sejak Dini

Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan banyaknya perempuan yang meninggal diakibatkan oleh gangguan kehamilan berupa penyakit atau penyebab lainnya (tidak termasuk kecelakaan) selama kehamilan, melahirkan dan 42 hari setelah melahirkan (masa nifas). Bahkan AKI juga masih diperhitungkan pada jangka waktu enam minggu hingga setahun setelah melahirkan.

Sayangnya, Indonesia masih menjadi salah satu negara yang memiliki angka kematian ibu dan bayi baru lahir tertinggi di Asia Tenggara. Menurut data dari ASEAN Millenium Development Goals (MDGs) tahun 2017, kematian ibu di Indonesia pada tahun 2015 masih mencapai 305 per 100 ribu kelahiran, di mana angka ini masih tiga kali lipat lebih tinggi daripada target MDGs Indonesia.

Tingginya AKI disebabkan oleh berbagai macam faktor, di antaranya adalah terbatasnya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan dan masih rendahnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan selama hamil. Ironisnya, banyak kematian ibu yang terjadi akibat terlambatnya pengambilan keputusan, sehingga terlambat juga untuk ditangani.

Hingga saat ini, gangguan kehamilan yang kerap menjadi malapetaka bagi ibu hamil adalah tekanan darah tinggi dan perdarahan. Oleh karena itu, semua perempuan di Indonesia harus mengambil langkah perubahan dan lebih menyadari akan pentingnya memproteksi kesehatan selama kehamilan.

Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan ibu untuk menjaga kesehatan dan mencegah komplikasi pada kehamilan:

  • Mengonsumsi makanan segar dan bergizi.

Asupan nutrisi sangat penting bagi bu hamil. Untuk menjaga kehamilan, konsumsilah berbagai makanan sehat yang mengandung zat mineral seperti zat besi, kalsium, magnesium, dan seng.

  • Waspada akan virus.

Ada banyak virus yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Untuk mencegah infeksi virus, sebaiknya kenakan masker dan selalu cuci tangan saat perlu.

  • Hindari stres.

Pasalnya, stres dapat mengganggu sistem metabolsme, menurunkan sistem imun, bahkan menyebabkan tekanan darah tinggi yang dapat mengancam kesehatan ibu dan bayi.

  • Olahraga.

Untuk menjaga kesehatan fisik dan mental, ibu hamil perlu olahraga secara rutin. Namun, pilih olahraga ringan yang aman untuk ibu dan janin.

  • Konsultasi dengan dokter.

Sejak awal masa kehamilan, segeralah hubungi dokter untuk memulai perawatan dan jangan ragu untuk melakukan berbagai pemeriksaan untuk memastikan kehamilan berjalan dengan normal. 

  • Deteksi dini komplikasi kehamilan.

Sebelum terlambat, kuasailah pengetahuan tentang komplikasi kehamilan sejak awal. Dengan pengetahuan cukup, ibu hamil dapat mengambil keputusan penanganan dengan cepat jika merasakan tanda-tanda dini bahaya.

Upaya-upaya di atas akan lebih maksimal jika didukung dengan asuransi jiwa dan investasi, PRUmy child. PRUmy child merupakan produk inovatif pertama di Indonesia dari Prudential yang menyediakan perlindungan untuk ibu dan anak, bahkan sejak sebelum anak dilahirkan. PRUmy juga memberikan manfaat pertanggungan jiwa atas janin dan ibu hamil serta manfaat komplikasi kehamilan atau sesudah melahirkan. Bersama PRUmy child, perempuan Indonesia dapat memperoleh proteksi, baik dari segi kesehatan maupun finansial, sehingga dapat meminimalisir risiko yang mungkin terjadi dan mengurangi tingkat kematian ibu dan bayi.

Back to Top