Prudential Indonesia Bantu Jembatani “Kesenjangan Proteksi” di Indonesia

Survei Prepared Parents menunjukkan hanya 27% orang tua yang menghitung secara rinci perencanaan keuangan mereka
 
 
Jakarta, 27 November 2014 – Perekonomian Indonesia yang terus tumbuh dalam beberapa tahun terakhir memiliki potensi mengubah dan memperbaiki kehidupan jutaan penduduk. Meskipun sektor industri jasa keuangan di Indonesia berkembang pesat, terdapat kesenjangan informasi yang besar tentang bagaimana individu dan keluarga bisa mempersiapkan dan melindungi masa depan keuangan mereka.
 
Studi yang dilakukan Boston Consulting Group (2013) memperkirakan jumlah masyarakat kelas menengah dan atas di Indonesia akan meningkat secara signifikan, dari 74 juta orang pada tahun 2012 menjadi 141 juta orang pada 2020. Di lain pihak, saat ini penduduk Indonesia yang dilindungi asuransi jiwa masih di bawah 5 persen dari total populasi, dan rasio premi asuransi jiwa terhadap PDB di Indonesia hanya sebesar 1,6 persen, membuat Indonesia tertinggal jauh dibandingkan negara Asia lainnya. Kenyataannya, pasar asuransi jiwa nasional memang sudah berkembang tapi belum sampai pada tahap matang, masih dibutuhkan investasi dan pertumbuhan yang signifikan untuk mencapai level rasio premi asuransi jiwa terhadap PDB seperti India (3,1 persen), Malaysia (3,2 persen), Thailand (3,8 persen), dan Hongkong (11,7 persen).
 
Bekerja sama dengan Nielsen Indonesia, Prudential Indonesia melakukan Survei Prepared Parents untuk mengetahui bagaimana orang tua di Indonesia mempersiapkan masa depan keuangan, dan tingkat kepercayaan diri mereka dalam mencapai tujuan keuangan mereka. Survei ini menemukan lima tujuan keuangan teratas orang tua Indonesia (terlepas dari jangka waktu) adalah: pendidikan anak, berinvestasi, memiliki modal bisnis, dana darurat, dan ibadah Haji.
 
Hasil survei menunjukkan semakin panjang jangka perencanaan keuangan, kepercayaan diri para orang tua di Indonesia semakin rendah dalam mengetahui berapa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Untuk jangka pendek, 61 persen responden percaya bahwa mereka mampu mencapai tujuan keuangan mereka. Tingkat kepercayaan tersebut turun seiring dengan jangka waktu tujuan keuangan. Hanya 28 persen dari total responden yang percaya bahwa mereka mampu mencapai tujuan keuangan masa depan di atas lima tahun.
 
Orang tua di Indonesia sadar akan risiko yang dapat menghambat tujuan keuangan mereka, yakni penyakit (74%), kecelakaan (55%), kematian (49%), dan kehilangan pekerjaan/pendapatan (48%). Meskipun paham akan adanya risiko yang mungkin terjadi, mereka masih mengandalkan tabungan (85%), menghemat berbelanja (39%), dan mencari pendapatan yang lebih baik (37%). Dengan kata lain, mereka mungkin akan mengorbankan tabungan keluarga atau tujuan keuangan yang lain untuk menghadapi risiko tersebut. Hanya sedikit yang menggunakan asuransi jiwa (33%) dan asuransi kesehatan (22%) sebagai alat untuk meminimalisir risiko.
 
“Hasil survei juga menunjukkan sebagian besar orang tua hanya bergantung pada rekening tabungan berbunga rendah untuk mencapai tujuan keuangan mereka. Dalam banyak kasus, dengan terus meningkatnya biaya-biaya maka tingkat keberhasilan orang tua untuk mencapai tujuan keuangan mereka menjadi sangat rendah. Hal yang ingin ditekankan dalam Survei Prepared Parents ini adalah apakah para orang tua sesiap yang mereka pikirkan untuk mencapai tujuan perencanaan keuangan mereka,” kata Nini Sumohandoyo, Corporate Marketing & Communications Director Prudential Indonesia.
 
Walaupun tujuan perencanaan keuangan para responden sudah jelas, hanya 27 persen dari responden menyatakan mereka melakukan penghitungan rinci dalam merencanakan tabungan dan investasi mereka, sementara 70 persen responden hanya melakukan penghitungan kasar atau membuat perkiraan berdasarkan pada asumsi. Survei juga memperlihatkan ketika para responden menyusun perkiraan biaya hidup, hanya sedikit orang tua memperhitungkan tingkat inflasi (40%) dan bunga pinjaman (30%) dalam penghitungan mereka. Dengan kata lain, mayoritas hanya mendasarkan perkiraan dengan menggunakan biaya saat ini di mana hasilnya akan memberikan perkiraan angka yang lebih rendah dibandingkan dengan kenyataannya yang akan mereka butuhkan nanti.
 
“Asuransi merupakan dasar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, karena memberikan perlindungan jangka panjang untuk keluarga Indonesia dalam menjalani setiap tahapan kehidupan dan mencapai tujuan keuangan mereka dengan aman dan tenang. Saat ini, penetrasi asuransi di Indonesia masih sangat rendah, dan kami yakin kami masih perlu untuk terus memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan masa depan mereka,” kata Nini.
 
Lebih lanjut, Nini menjelaskan bahwa lebih dari 200.000 tenaga pemasar Prudential Indonesia secara konsisten menyampaikan pentingnya memiliki perlindungan asuransi jiwa dan peran asuransi jiwa dalam membantu nasabah merencanakan keuangannya. “Ini merupakan bentuk nyata edukasi awal yang kami berikan untuk para nasabah. Kami juga membantu agar masyarakat mendapat nilai lebih dari tenaga pemasar asuransi mereka, bagaimana cara melihat situasi keuangan saat ini, dan memaksimalkan tabungan dan proteksi pribadi untuk tujuan jangka panjang mereka. Dengan begitu, masyarakat dapat bekerja sama dengan tenaga pemasar untuk membangun rencana proteksi yang sesuai dengan anggaran dan memenuhi kebutuhan masa depan.”
 
Prudential Indonesia juga memulai inisiatif edukasi baru yang disebut “I am Prudential, yang melibatkan kisah nasabah dan tenaga pemasar Prudential Indonesia yang bekerja sama dalam merencanakan masa depan dan melindungi keluarga dari musibah yang melibatkan masalah keuangan. Kampanye tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai peran agen yang selalu ada dan membantu nasabah mencapai tujuan keuangannya.
 
Survei Prepared Parents dilakukan Prudential Indonesia bersama Nielsen Indonesia dengan mewawancarai 890 responden yang telah menikah dan berlokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan. Para responden diberi pertanyaan untuk menggali prioritas keuangan dan penyisihan pendapatan mereka saat ini, rencana keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang, perkiraan tabungan yang dibutuhkan untuk mewujudkan rencana tersebut, dan tingkat kepercayaan diri mereka dalam kemampuan untuk memenuhi kebutuhan keuangan mereka di masa depan.
 
– Selesai –
 
Tentang PT Prudential Life Assurance
 
Didirikan pada tahun 1995, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merupakan bagian dari Prudential plc, sebuah grup perusahaan jasa keuangan terkemuka di Inggris. Sebagai bagian dari Grup yang berpengalaman lebih dari 165 tahun di industri asuransi jiwa, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
 
Sejak meluncurkan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (unit link) pertamanya di tahun 1999, Prudential Indonesia merupakan pemimpin pasar untuk produk tersebut di Indonesia. Di samping itu, Prudential Indonesia juga menyediakan berbagai produk yang dirancang untuk memenuhi dan melengkapi setiap kebutuhan para nasabahnya di Indonesia.
 
Sampai 30 Juni 2014, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dan kantor pemasaran di Medan, Surabaya, Bandung, Denpasar, Batam dan Semarang. Prudential Indonesia melayani lebih dari 2,3 juta nasabah melalui lebih dari 200.000 tenaga pemasar di 371 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh nusantara (termasuk di Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Yogyakarta, Batam, dan Bali).
 
Tentang Prudential Plc dan Prudential Corporation Asia
 
Prudential plc berlokasi di Inggris dan Wales, dan perusahaan-perusahaan terafiliasinya merupakan salah satu grup jasa keuangan terkemuka dunia. Prudential plc menyediakan layanan asuransi dan keuangan melalui anak-anak usaha dan perusahaan afiliasinya di seluruh dunia. Prudential telah hadir di industri ini selama lebih dari 165 tahun dan memiliki total aset kelolaan sebesar £457 miliar (Rp9.264 triliun, per 30 Juni 2014). Prudential plc tidak memiliki hubungan apapun dengan Prudential Financial, Inc., sebuah perusahaan yang beroperasi di Amerika Serikat.
 
Prudential Corporation Asia telah beroperasi di Asia lebih dari 90 tahun dengan mengoperasikan bisnis asuransi jiwa di 13 pasar Asia yaitu Kamboja, China, Hong Kong, India, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam. Prudential memiliki landasan distribusi multi-channel yang kuat dalam menyediakan berbagai jenis simpanan, perlindungan dan produk investasi yang komprehensif, untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah di Asia.
 
Eastspring Investments, yang merupakan bisnis manajemen aset Prudential di Asia, adalah salah satu manajer investasi terbesar di wilayah tersebut dengan cakupan geografis di 12 pasar Asia serta Amerika Serikat
Hingga tanggal 30 Juni 2014, berdasarkan Annualized Premium Equivalent (APE), total penjualan Prudential Corporation Asia tumbuh 13% menjadi £996 juta (Rp19,5 triliun).
 
***

 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Nini Sumohandoyo

Corporate Marketing & Communications Director

PT Prudential Life Assurance

Prudential Tower

Jl. Jend. Sudirman Kav. 79

Jakarta 12910

Phone    : 021 2995 8888

Faximile : 021 2995 8855

Back to Top