4 Jenis Investasi Jangka Pendek yang Bisa Anda Lakukan

Investasi apa yang menguntungkan? Semua instrumen investasi memiliki keuntungan. Namun yang perlu dicatat adalah tujuan berinvestasi. Untuk investasi jangka pendek atau jangka panjang? Kali ini, kami akan mengulas tentang investasi jangka pendek dan jenis-jenisnya.

Investasi jangka pendek merupakan langkah menanamkan modal yang berlangsung tidak lebih dari lima tahun. Investasi tipe ini mudah dicairkan bila return atau imbal hasil telah tercapai. Jika Anda memiliki kelebihan uang di tabungan (uang gaji yang tersisa), pertimbangkan untuk mengambil salah instrumen investasi jangka pendek.

Investasi jangka pendek adalah tempat parkir uang yang aman karena, dana Anda terjamin dan akan menerima hasil dari investasi. Jenis investasi jangka pendek yang bisa Anda lakukan adalah:

Deposito

Merupakan tabungan sekaligus investasi. Pada dasarnya, deposito adalah salah satu produk perbankan seperti tabungan reguler. Namun deposito memberikan bunga lebih tinggi dari tabungan dan jangka waktunya pun bisa dipilih sendiri. Mulai dari 1, 3, 6, 12, dan 24 bulan.

Hal yang perlu Anda perhatikan adalah bunga deposito dapat berubah sewaktu-waktu. Ia akan mengikuti suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). Saat ini suku bunga acuan BI sebesar 5,25 persen tetapi, ada bank yang memberikan bunga lebih dari angka tersebut.

Reksadana

Wadah penghimpunan dana masyarakat untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Investasi ini diperuntukkan bagi Anda yang tidak memiliki waktu menghitung risiko pasar, namun ingin berinvestasi. Untuk investasi jangka pendek, Anda dapat memilih reksadana pasar uang dan pendapatan tetap.

Reksadana pasar uang adalah reksadana yang berinvestasi pada efek pasar uang (Sertifikat Bank Indonesia dan deposito) sebesar 80 persen. Bila Anda tipe investor sangat konservatif, reksadana pasar uang adalah pilihannya, karena risiko sangat rendah dan imbal hasilnya pun sebanding terhadap risiko.

Reksadana pendapatan tetap adalah reksadana yang berinvestasi pada portofolio efek utang atau obligasi sebesar 80 persen. Imbal hasil reksadana ini cenderung stabil dan lebih tinggi dibanding reksadana pasar uang.

Obligasi

Jenis surat utang dari pemerintah atau korporasi yang memberikan imbalan berupa bunga (kupon) kepada investor pada periode tertentu. Keuntungan investasi jangka pendek ini memberikan tingkat pertumbuhan nilai investasi yang relatif stabil, begitu pula dengan risikonya.

Sebagai ilustrasi, pemerintah mengeluarkan obligasi (Surat Utang Negara atau SUN) untuk membangun proyek infrastruktur, lalu Anda menginvestasikan dana ke SUN. Itu artinya pemerintah berutang kepada Anda dan akan melunasinya beserta dengan kupon. Untuk memiliki obligasi, Anda dapat menghubungi bank atau perusahaan sekuritas yang ditunjuk oleh pihak yang mengeluarkannya.

Unit Link

Produk keuangan yang memiliki dua fungsi, yaitu investasi dan proteksi diri. Lebih khususnya, Unit Link adalah produk asuransi yang melindungi Nasabah sejak premi pertama dibayarkan sekaligus menawarkan imbal hasil. Namun pilih Unit Link yang berasal dari Perusahaan Asuransi terpercaya puluhan tahun.

Salah satunya adalah PRULink Generasi Baru dari Prudential Indonesia. Ini adalah produk yang memiliki perlindungan jiwa dan alokasi investasi sebesar 30 persen. Selain itu, produk ini juga memiliki fitur tambahan investasi hingga 10 persen setiap pembayaran premi serta Uang Pertanggungan Asuransi Dasar akan tetap dibayarkan kepada Tertanggung hidup sampai dengan usia 99 tahun.

Jenis investasi jangka pendek tersebut dapat Anda pilih sesuai kebutuhan dan tujuan. Namun yang perlu diperhatikan adalah investasi yang memberikan imbal hasil besar akan memiliki risiko besar pula.

Back to Top