5 Gejala Demam Berdarah Pada Anak yang Tak Boleh Dibiarkan | Prudential Indonesia

Wajib Tahu! Ini 5 Gejala Demam Berdarah Pada Anak yang Tak Boleh Dibiarkan

Sebagai salah satu negara beriklim tropis dan berlingkungan lembap, Indonesia bisa menjadi tempat yang disenangi oleh beberapa hewan pembawa penyakit, salah satunya nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus Dengue berkembang biak. Nyamuk ini dikenal bisa menjadi pemicu penyakit demam berdarah.

Demam berdarah sendiri bisa dialami oleh semua orang termasuk anak-anak dan bersifat menular. Gejala demam berdarah yang dialami oleh seorang anak berisiko muncul kapan saja bila sudah terinfeksi virus Dengue yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus.

Gejala Demam Berdarah

Kasus demam berdarah pada umumnya baru disadari saat mencapai hari keempat hingga minggu kedua setelah digigit nyamuk. Maka dari itu, setiap orang tua perlu berhati-hati jika anak mulai menunjukkan gejala demam berdarah di bawah ini:

  1. Demam tinggi yang bisa mencapai 40 derajat celcius dan muncul secara tiba-tiba
  2. Muncul ruam merah kecil di beberapa bagian tubuh anak
  3. Anak mengalami mual dan muntah, batuk, dan pilek
  4. Nyeri di bagian otot, tulang, sendi, dan belakang mata
  5. Gejala demam berdarah pada anak pun bisa berupa sakit kepala

Baca juga: 5 Penyakit yang Sering Menyerang Anak-anak Jelang Musim Hujan

Bila anak Anda mengalami gejala seperti tanda-tanda di atas, segeralah berkonsultasi pada ahli medis untuk mendapatkan penanganan. Tingkatkan juga perlindungan si Kecil dengan berbagai produk Asuransi Kesehatan dari Prudential Indonesia.

Sebagai contoh, Anda dapat memilih Asuransi PRUMy Child yang merupakan Asuransi Jiwa yang memberikan perlindungan komprehensif sejak anak masih dalam kandungan, dilahirkan, sampai dewasa di kemudian hari. Perlindungan yang ada di Asuransi PRUMy Child juga bukan hanya kesehatan, tapi juga meliputi keuangan dan pendidikan.

Fase Penyakit Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah biasanya memiliki fase yang terbagi menjadi tiga setelah nyamuk menggigit.

  1. Fase Demam

Fase pertama ditandai dengan demam tinggi yang muncul mendadak dan suhunya bisa mencapai 40°C. Demam ini terjadi selama 2 sampai 7 hari. Kondisi ini juga dibarengi dengan munculnya gejala lain, seperti sakit kepala, nyeri sendi, dan nyeri otot.

  1. Fase Kritis

Bila anak sudah melewati fase demam, anak akan mengalami fase kritis yang ditandai dengan demam yang menurun. Di fase ini, banyak orang tua yang terkecoh karena demam sudah turun drastis sehingga dianggap sudah berangsur pulih.

Padahal, di tahap ini anak tetap harus mendapatkan perawatan dan pengobatan dari dokter untuk mencegah trombosit darah yang semakin menurun dan terjadinya perdarahan. Fase kritis pada demam berdarah pun harus segera ditangani.

  1. Fase Penyembuhan

Terakhir adalah fase penyembuhan. Bila anak sudah mendapatkan penanganan tepat di fase kritis, ia akan  mengalami demam kembali yang dibarengi dengan trombosit dan cairan tubuh yang juga ikut naik secara perlahan.  Namun, demam di sini tidak lagi separah pada fase demam sebelumnya.

Fase penyembuhan juga ditandai dengan rutinitas buang air kecil dan nafsu makan yang kembali normal serta tidak mengalami nyeri otot. Tidak hanya itu, jumlah trombosit dan sel darah putih anak yang sakit demam berdarah juga kembali normal.

Itulah beberapa gejala demam berdarah pada anak yang perlu diketahui oleh orang tua. Selain hal tersebut, Anda juga harus memastikan jika anak mendapatkan nutrisi yang baik setiap harinya dan juga menjaga kebersihan lingkungan agar bisa meminimalisir risiko anak terkena demam berdarah.

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Bayi Untuk Para Orang Tua Baru, Bagaimana?

Back to Top