Ketahui Macam & Syarat Wakaf yang Ada di Indonesia

Sebagai umat muslim, Anda pasti sudah pernah mendengar tentang wakaf, tetapi tidak terlalu mengerti tentang pengertian dan syarat wakaf. Wakaf termasuk dalam sedekah jariah, yaitu melakukan sedekah harta seseorang untuk kepentingan umat islam. Harta wakaf tidak boleh berkurang nilainya, tidak boleh diwariskan, dan tidak boleh dijual karena tujuan wakaf adalah menyerahkan ke-pemilikan harta manusia menjadi milik Allah SWT atas nama kepentingan umat.

Wakaf memiliki syarat-syarat tertentu yang harus dipenuhi agar wakaf bisa sah. Beberapa syarat wakaf yang wajib Anda ketahui yakni sebagai berikut:

Al-Waqif

Syarat wakaf yang pertama adalah tentang syarat-syarat orang yang melakukan wakaf atau al-waqif. Syarat al-waqif ada empat yakni yang pertama, orang yang ingin berwakaf harus memiliki harta yang ingin diwakafkan secara penuh, yang berarti orang tersebut bebas menggunakan harta tersebut untuk berbagai keperluan, termasuk keperluan wakaf. Yang kedua, orang yang ingin berwakaf harus berakal sehat dan secara sadar ingin berwakaf, jadi orang mabuk dan orang yang tidak waras, tidak sah melakukan wakaf. Ketiga, orang tersebut harus sudah baligh. Ke empat, orang tersebut harus bertindak secara hukum (rasyid).

Al-Mauquf

Syarat wakaf yang kedua adalah mengenai harta yang akan diwakafkan atau al-mauquf. Syarat-syarat sah harta yang diwakafkan yaitu harta yang diwakafkan harus barang berharga. Yang kedua harta yang diwakafkan harus terukur dan tidak boleh tidak diketahui jumlahnya atau majhul karena akan tidak sah. Ketiga, harta yang akan diwakafkan harus dimiliki oleh al-waqif. Ke empat, harta tersebut harus berdiri sendiri yang tidak melekat kepada harta lain (muffarazan) atau yang biasa disebut dengan istilah (ghaira shai’).

Al-Mauquf Alaih

Syarat wakaf yang berikutnya adalah mengenai penerima wakaf atau yang biasa disebut Al-mauquf alaih. Ada dua macam orang yang dapat menerima wakaf, yang pertama adalah orang tertentu atau yang disebut dengan (mu’ayyan) dan yang kedua adalah orang tidak tertentu yang bernama (ghaira mu’ayyan). Yang di maksud dengan orang tertentu adalah seseorang, atau sekumpulan orang yang secara jelas dan detail serta tidak dapat diubah.

Lebih lanjut, yang termasuk dalam tidak tentu adalah seseorang atau sekumpulan orang yang tidak disebutkan secara terperinci seperti fakir, orang kurang mampu, tempat ibadah, dan lainnya. Persyaratan penerima harta wakaf mu’ayyan adalah muslim, kafir zimmi, dan merdeka. Selanjutnya, untuk penerima harta wakaf ghaira mu’ayyan adalah yang dapat memberikan manfaat kepada umat muslim serta yang memang bertujuan untuk kepentingan kaum muslim saja.

Shigat

Syarat wakaf berikutnya yakni memiliki isi ucapan atau yang biasa dikenal dengan nama shigat. Shigat harus berisi kata-kata yang memberikan pernyataan kekalnya waktu atau yang dikenal dengan nama (ta’bid), wakaf akan tidak sah jika ucapannya memiliki batas waktu tertentu. Kedua, ucapan tersebut dapat direalisasikan secepatnya tanpa memiliki syarat dan kondisi tertentu. Ketiga, ucapan tersebut bersifat pasti. Ke empat, ucapan yang diucapkan tidak diikuti syarat yang akan membatalkan wakaf.

Jika semua syarat-syarat di atas sudah terpenuhi maka proses wakaf dinilai sah. Orang yang memberi wakaf tidak dapat menarik kembali harta yang sudah diwakafkan.

Itulah macam dan syarat wakaf yang ada di Indonesia. Tahukah Anda bahwa sekarang Anda bisa melakukan wakaf melalui investasi. Dengan diterbitkannya Fatwa MUI 106/DSN-MUI/X/2016, sekarang wakaf juga dapat dilakukan dengan manfaat asuransi dan manfaat investasi dari Asuransi Jiwa Syariah. Sebagai wujud dari komitmen ‘WE DO GOOD’ atau ‘Kami Mewujudkan Kebajikan’, Prudential Indonesia meluncurkan Program Wakaf dari PRUSyariah yang menawarkan pilihan bagi Nasabah dan calon Nasabah dalam menyalurkan wakaf. Untuk informasi lebih lengkap mengenai Wakaf dari PRUSyariah, Anda bisa melihatnya di website https://www.prudential.co.id.

Back to Top