Ketahui Pengertian Rukun Wakaf Serta Syarat & Hukumnya | Prudential Indonesia

Ketahui Pengertian Rukun Wakaf Serta Syarat & Hukumnya

Hadis riwayat muslim menyebutkan bahwa “apabila anak Adam meninggal dunia maka terputus lah semua amalnya, kecuali tiga hal yaitu sedekah jariah yang mengalir terus, ilmu yang dimanfaatkan, dan anak saleh yang mendoakannya”.

Sedekah jariah inilah yang menjadi salah satu dalil tentang wakaf yang dipahami oleh umat muslim. Pengertian rukun wakaf sendiri adalah dipenuhinya empat rukun utama yang ada saat orang berwakaf.

Beberapa rukun wakaf yakni orang yang berwakaf (Al-Waqif), benda yang diwakafkan (Al-Mauquf), orang yang menerima manfaat wakaf (Al-Mauquf ‘Alaihi), serta lafaz atau ikrar wakaf (Sighah).

Selain itu, ada pula syarat dan hukum wakaf yang harus dipenuhi oleh orang yang berwakaf. Untuk tahu lebih lanjut, simak ulasannya di bawah ini!

Syarat-Syarat Wakaf

  1. Orang yang berwakaf harus memiliki harta tersebut secara penuh di mana mereka merdeka untuk mewakafkan harta yang ada kepada siapapun yang diinginkan.
  2. Harta yang diwakafkan tersebut tidak sah jika dipindahmilikkan, kecuali harta itu memenuhi beberapa persyaratan yang ditentukan.
  3. Orang yang menerima wakaf haruslah dua orang atau satu kumpulan yang semuanya tertentu dan tidak boleh diubah.
  4. Pewakaf tidak dapat lagi menarik balik kepemilikan harta yang telah diberikan.

Hukum Wakaf

Berdasarkan hukum Islam yang berlaku, hukum wakaf sama dengan amal jariah. Hal ini tidak dilihat hanya sekadar berderma dan berbagi harta seperti kebanyakan amal lainnya. Pahala wakaf lebih besar sebab menjangkau banyak orang di mana sasarannya dikhususkan kepada orang banyak dan tidak tertuju pada individu.

Nah, itu tadi informasi mengenai rukun, syarat, dan hukum-hukum wakaf yang perlu diperhatikan. Dengan diterbitkannya Fatwa MUI 106/DSN-MUI/X/2016, sekarang wakaf juga dapat dilakukan dengan manfaat asuransi dan manfaat investasi dari Asuransi Jiwa Syariah.

Salah satu perusahaan asuransi yang menyediakan Program Wakaf yakni Prudential Indonesia berupa PRUSyariah. Dengan tawaran pilihan bagi nasabah dan calon nasabah dalam menyalurkan wakaf, setiap orang pun bisa berwakaf dan memiliki asuransi serta investasi sekaligus.

Manfaat polis yang bisa diwakafkan yakni santunan asuransi meninggal dunia dan asuransi tambahan lainnya serta nilai tunai polis yang terbentuk pada saat peserta utama meninggal dunia dan pengajuan klaim disetujui oleh Prudential Indonesia.

Back to Top