Ketahui Pengertian Wakaf Serta Perbedaannya yang Perlu Dipahami

Wakaf adalah salah satu bagian dari sedekah. Wakaf termasuk dalam sedekah jariah yaitu sedekah yang memiliki tujuan memberikan harta untuk kepentingan umat. Harta wakaf tidak boleh dijual, bersifat kekal, tidak boleh diwariskan serta nilainya tidak boleh berkurang. Inti dari wakaf adalah menyerahkan kepemilikan harta seseorang menjadi milik Allah SWT untuk kepentingan umat islam.

Pengertian Zakat dari Beberapa Pandangan

Lebih lanjut, istilah wakaf berasal dari kata “Waqafa” yang memiliki arti menahan atau berhenti. Istilah wakaf menjadi bervariasi karena memiliki tafsiran yang berbeda-beda dari para ulama. Terdapat beberapa pengertian atau tafsiran mengenai pengertian wakaf sebagai berikut:

  • Yang pertama datang dari Imam Nawawi, Imam Nawawi mengatakan bahwa wakaf adalah benda yang memiliki tujuan untuk memberi manfaat kepada banyak orang dengan status benda atau barang wakaf masih menjadi milik orang yang mewakafkan. Tujuan wakaf menurut Imam Nawawi adalah sebagai usaha seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memberikan manfaat kepada penerima wakaf.
  • Pengertian wakaf yang kedua datang dari Imam Syarkhazi. Beliau mengatakan bahwa wakaf adalah kegiatan menghentikan suatu kepemilikan harta tertentu dari seseorang.
  • Yang ketiga datang dari Syaikh Umairah. Syaikh Umairah mengatakan bahwa wakaf adalah kegiatan sedekah untuk memberikan sebagian harta benda kepada golongan yang membutuhkan dan dapat dipergunakan sesuai izin yang telah diberikan pemiliknya. Pemakaian wakaf hanya bisa dilakukan sesuai dengan yang telah diberikan sang pemilik.
  • Pengertian wakaf yang terakhir datang dari Undang-undang no 42 tahun 2014. Undang-undang tersebut mengatakan bahwa hukum wakif untuk memberikan sebagian harta benda atau memisahkan harta benda untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu untuk tujuan atau keperluan ibadan demi kesejahteraan umum.

Perbedaan Zakat dan Wakaf

Walaupun sama-sama memberikan sebagian harta untuk kepentingan umat islam, zakat dan wakaf memiliki perbedaan. Perbedaan zakat dan wakaf yaitu zakat bersifat wajib sedangkan wakaf bersifat sunnah. Zakat memiliki peraturan atau hukum yang mengatur tentang berapa banyak harta yang harus diberikan kepada orang-orang yang memang wajib menerima zakat yang bernama mustahiq. Terlebih, zakat merupakan salah satu rukun islam yang wajib untuk ditunaikan.

Itulah pengertian wakaf serta perbedaannya yang Anda perlu pahami agar tidak salah dalam menjalankan ibadah. Saat ini, Anda juga sudah bisa melakukan wakaf melalui Asuransi Jiwa Syariah. Salah satu Asuransi Jiwa Syariah yang memiliki banyak manfaat dan terpercaya untuk melakukan wakaf yaitu PRUSyariah. Dengan diterbitkannya Fatwa MUI 106/DSN-MUI/X/2016, sekarang wakaf juga dapat dilakukan dengan manfaat asuransi dan manfaat investasi dari Asuransi Jiwa Syariah. Sebagai wujud dari komitmen ‘WE DO GOOD’ atau ‘Kami Mewujudkan Kebajikan’, Prudential Indonesia meluncurkan Program Wakaf dari PRUSyariah yang menawarkan pilihan bagi Nasabah dan calon Nasabah dalam menyalurkan wakaf.

  1. Wakaf Santunan Asuransi Meninggal Dunia:
  • Mewakafkan sampai dengan 45%. Berlaku untuk pengajuan Polis baru produk PSGB dan PSIA, serta Polis existing PSAA, PSIA dan PSGB.
  • Mewakafkan sampai dengan 95%. Berlaku untuk pengajuan Polis baru PSGB dan PSIA mulai tanggal 10 Januari 2019 dengan syarat Peserta Utama memiliki Polis existing (konvensional dan/atau Syariah) yang masih aktif.
  1. Wakaf Nilai Tunai
  • Mewakafkan dengan maksimal 1/3 dari jumlah Nilai Tunai yang terbentuk ketika Peserta Utama meninggal dunia (jika ada). Berlaku untuk pengajuan Polis baru produk PSGB dan PSIA, serta Polis existing PSAA, PSIA dan PSGB.
  1. Wakaf Santunan Asuransi Manfaat Meninggal Dunia dan Nilai Tunai
  • Mewakafkan dengan Santunan Asuransi Manfaat Meninggal Dunia (sampai dengan 45% atau 95%) dan Nilai Tunai (maksimal 1/3). Ketentuan mengikuti pilihan 1 dan 2.
Back to Top