pasangan merencanakan tabungan pendidikan anak

Jangan Salah Kaprah, Ini Beda Antara Asuransi dan Tabungan untuk Dana Pendidikan

Belakangan bermunculan keluh kesah di media sosial terkait salah persepsi tentang manfaat asuransi terhadap dana pendidikan. Nah, supaya kamu tidak salah kaprah, apalagi salah memutuskan, yuk pelajari apa saja manfaat asuransi bagi perencanaan dana pendidikan!

 

Perbedaan Asuransi Pendidikan dan Tabungan Pendidikan Anak

Beberapa waktu terakhir telah terjadi misinterpretasi di tengah masyarakat tentang serangkaian manfaat yang bisa didapatkan dari asuransi untuk perencanaan dana pendidikan. Banyak orang salah mengiranya sebagai “tabungan pendidikan”, di mana hal tersebut berbeda dengan konsep dasar asuransi untuk dana pendidikan, yakni memberikan perlindungan jiwa orang tua atau pembayar premi asuransi. Jadi, proteksi dana pendidikan bersama dengan hasil instrumen investasinya (jika ada) dapat digunakan sebagai dana pendidikan jika individu yang membayar premi meninggal dunia, mengalami kondisi tertentu yang tercatat dalam kesepakatan, atau telah jatuh tempo.

Adapun tabungan pendidikan anak adalah simpanan bank yang dikhususkan untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, mulai dari persiapan dana untuk kebutuhan biaya sekolah TK, SD, hingga perguruan tinggi. Dibandingkan asuransi, tabungan pendidikan umumnya hanya memiliki masa simpan selama 2-5 tahun. Tabungan pendidikan juga umumnya tidak memiliki potensi hasil pengumpulan dana dari investasi, melainkan sebatas bunga bank yang terkadang lebih kecil dari bunga tabungan reguler[1].

Baik asuransi maupun tabungan untuk dana pendidikan sama-sama memiliki manfaat tersendiri dalam menyiapkan pembiayaan sekolah di masa depan. Namun, jika tertarik lebih jauh dengan manfaat luas yang ditawarkan oleh asuransi untuk dana pendidikan, Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) dapat menjadi salah satu pilihan sebagai instrumen proteksi yang dikaitkan dengan manfaat investasi. Produk asuransi PAYDI memiliki porsi dana investasi yang jika tidak digunakan untuk membayar premi selama polis aktif, dana investasi yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal, termasuk dana pendidikan.

Namun, perlu digaris bawahi bahwa potensi manfaat investasi pada PAYDI merupakan nilai tambah atas manfaat proteksi. Untuk mendapatkan perlindungan dari manfaat proteksi, pemegang polis akan dikenakan biaya sesuai dengan jenis proteksi yang dipilihnya. Biaya tersebut akan mengurangi porsi investasi yang dapat dinikmati pemegang polis. Atau dengan kata lain, semakin beragam jenis proteksi yang dipilih, maka biaya asuransi yang dibayarkan akan semakin besar.

Sementara itu, spesifik mengakomodasi kebutuhan dalam memberikan perlindungan atas jaminan pendidikan anak atau individu penerima manfaat yang ditunjuk dalam polis, Prudential Indonesia memperkenalkan Asuransi Jiwa Syariah  PRUCerah. Ini merupakan Produk Asuransi Dwiguna yang memberikan manfaat berupa Penarikan Tunai Sekaligus, serta Penarikan Tunai Bulanan selama 4 tahun. Selain itu, untuk menjamin keberlangsungan pendidikan anak atau individu penerima manfaat yang ditunjuk dalam polis, produk ini memberikan Manfaat Bebas Kontribusi jika nasabah yang membayar premi meninggal dunia terkena kondisi kritis atau mengalami cacat total dan tetap.

Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah tersedia dalam dua pilihan plan untuk memenuhi kebutuhan nasabah dan calon nasabah dalam merencanakan dana pendidikan, yaitu plan PRUCerah dan plan PRUCerah Plus. Hal utama yang menjadi pembeda adalah bahwa plan PRUCerah Plus turut mencakup Manfaat Bebas Kontribusi jika peserta tambahan yang diasuransikan mengalami kondisi kritis, dan dapat dibayarkan setelah melewati masa tunggu 90 hari kalender terhitung sejak tanggal mulai kepesertaan atau tanggal pemulihan polis terakhir (dipilih sesuai dengan mana yang terakhir terjadi).

Semoga rangkuman penjelasan di atas dapat memberikanmu insight dalam menentukan tata kelola dana pendidikan dengan cerdas dan bijak!