6 Tips Investasi Reksadana untuk Para Pemula yang Perlu Dipahami

Bagi pemula, memulai investasi reksadana adalah hal tepat, karena cara investasi yang mudah dan untungnya pun cukup menjanjikan.

Reksadana merupakan wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Manajer Investasi adalah perusahaan yang dipercaya untuk mengelola portofolio efek (produk pasar modal dan pasar uang). Bagi para investor, reksadana merupakan hal yang bisa dimanfaatkan untuk menanamkan modalnya. Bahkan dengan modal Rp100,000 saja, investor sudah tercatat sebagai investor reksadana.

Meski demikian, investor harus memahami lebih dalam sebelum bertransaksi reksadana. Tujuannya agar Anda mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Berikut tips investasi reksadana bagi pemula:

Menetapkan Tujuan Investasi

Apa tujuan Anda berinvestasi? Untuk kebutuhan sekolah anak-anak, menambah nilai uang atau kekayaan, membeli rumah, atau tujuan lainnya? Ada baiknya, Anda menetapkan tujuan dan waktu yang dibutuhkan untuk investasi. Dengan demikian, Anda dapat memperkirakan keuntungan investasi dan giat menyisihkan gaji untuk berinvestasi.

Mengenali Profil Risiko

Setelah itu, kenali profil risiko diri Anda. Apakah Anda tipe konservatif, moderat, atau agresif? Terkadang ada pula tipe yang sangat konservatif atau konservatif-moderat. Tipe konservatif adalah investor yang menghindari risiko serta mencari portofolio dengan pergerakan stabil. Tipe moderat mencari portofolio yang memberikan imbal hasil sedikit lebih tinggi meski bergerak fluktuatif. Sedangkan tipe agresif ingin berinvestasi di portofolio yang memberikan imbal hasil sangat besar dari yang lain, bergerak fluktuatif, dan berani menerima risiko. Dalam dunia investasi termasuk reksadana, risiko adalah hal wajar. Semakin besar imbal hasil, risikonya akan semakin besar.

Memilih Manajer Investasi

Dalam berinvestasi reksadana, investor harus melakukannya di perusahaan manajemen investasi atau manajer investasi dan membuat akun. Setelah itu, Anda dapat mencari portofolio berdasarkan tujuan investasi.

Pilih manajer investasi terpercaya, yaitu sudah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan transparan kepada investor (mengenalkan perusahaan, struktur organisasi, produk investasi, dan lainnya). Sehingga kinerjanya dapat dipertanggungjawabkan. Saat ini, terdapat investasi reksadana online (berkonsep situs marketplace reksadana) yang bisa Anda manfaatkan. Di sana tersedia berbagai macam portofolio reksadana. Sehingga Anda bisa mendaftar melalui situs maupun aplikasi perusahaan marketplace reksadana, kemudian mereka akan melakukan verifikasi dalam waktu 24-48 jam.

Menentukan Portofolio

Menentukan portofolio yang akan Anda miliki berdasarkan profil risiko. Tipe konservatif cocok berinvestasi di portofolio reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap. Tipe moderat dapat berinvestasi di portofolio reksadana campuran. Portofolio reksadana saham layak dimiliki oleh investor tipe agresif.

Melakukan Terus Menerus

Untuk mendapatkan imbal hasil maksimal, sebaiknya Anda berinvestasi terus menerus. Cara paling mudah adalah menyisihkan 10% penghasilan per bulan untuk membeli portofolio reksadana. Jika Anda mau, dana investasi bisa ditingkatkan menjadi 20%. Bila 20% gaji Anda telah berada di reksadana, tak ada salahnya 20% untuk alokasi hiburan atau biaya lain-lain dan 60% untuk kebutuhan sehari-hari. Namun jangan lupa, untuk memiliki sebuah perlindungan atau Asuransi Jiwa, terlebih jika Anda masih sehat dan produktif. Hal ini bukan tanpa alasan.

Justru Asuransi Jiwa akan memberikan Anda ketenangan pikiran dan menjaga kondisi dari hal-hal tak diinginkan. Prinsip tersebut telah diterapkan oleh PRULink Generasi Baru. Ini adalah Asuransi Jiwa yang memberikan perlindungan sekaligus alokasi investasi sejak nasabah pertama kali membayar Premi dan yang menarik adalah asuransi ini memungkinkan Nasabah mengatur pilihan investasi sesuai profil dan tujuan.

Meninjau Ulang

Tak ada salahnya meninjau ulang portofolio investasi secara berkala. Apakah kinerja portofolio sejalan dengan tujuan investasi atau tidak? Apakah perlu melakukan diversifikasi investasi atau tidak? Semua tergantung dari kemampuan Anda dan kembali lagi ke tujuan investasi.

Namun yang pasti, Anda tak perlu khawatir jika imbal hasil turun. Karena reksadana cocok untuk berinvestasi jangka panjang. Anda dapat mencairkannya, jika imbal hasil sudah tercapai meski target waktu masih tersisa.

Back to Top