3 Hal Penyebab Risiko Resesi Meningkat di Indonesia yang Perlu Diwaspadai

Menurunnya pertumbuhan ekonomi di tahun 2019 mengakibatkan resesi pada sejumlah negara besar. Walau Indonesia diprediksi masih aman dari resesi, ini tidak semerta-merta membuat kita tidak perlu waspada. Pasalnya, resesi ekonomi dapat berakibat fatal, seperti meningkatkan jumlah pengangguran, menurunkan tingkat pembelian konsumen, dan dapat membuat perdagangan tidak stabil.

Agar dapat lebih mengantisipasi kejadian ini, Anda perlu mengetahui tanda-tanda terjadinya risiko resesi. Simak 3 hal penyebab risiko resesi meningkat yang perlu diwaspadai di Indonesia berikut ini!

Terbaliknya Kurva Imbal Hasil Obligasi di Amerika Serikat

Fenomena terbaliknya kurva imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) merupakan sebuah pertanda risiko resesi. Hal ini karena imbal hasil obligasi jangka panjang akan menjadi tidak normal, lebih kecil dari obligasi jangka pendek. Apabila Amerika Serikat mengalami resesi, maka negara lainnya pun juga terancam. Amerika Serikat memiliki pengaruh besar pada ekonomi global.

Industri Tiongkok dan Uni Eropa Melambat

Melambatnya industri perekonomian Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Uni Eropa juga merupakan hal yang perlu diwaspadai. Pasalnya, kontribusi Republik Rakyat Tiongkok dan juga Uni Eropa sangat signifikan terhadap kondisi perekonomian dunia. Tidak heran, jika Indonesia bisa saja mengalami risiko resesi jika perlambatan seperti ini terjadi pada keduanya.

Perang Dagang Antar Negara

Setiap negara memiliki ambisi yang besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonominya, bahkan hingga melakukan perang dagang antar negara. Perlombaan untuk menjadi yang terkuat dalam dunia perekonomian bisa saja dilakukan dengan menaikkan biaya impor untuk negara tertentu. Apabila hal ini terjadi, pelemahan daya beli konsumen dan peningkatan risiko resesi akan terjadi di negara lainnya.

Itu lah informasi mengenai 3 hal penyebab risiko resesi meningkat di Indonesia yang perlu diwaspadai. Dalam perekonomian yang melambat, ada baiknya apabila Anda juga mengamankan nilai uang dengan berinvestasi selain menggunakan instrumen saham. Salah satu caranya adalah melalui Dana Investasi yang bisa Anda dapatkan dengan menggunakan produk Unit Link, seperti PRULink Investor Account dan PRULink Assurance Account dari Prudential Indonesia.

Back to Top