Mengapa Asuransi Kesehatan adalah Investasi Seumur Hidup | Prudential Indonesia

Mengapa Asuransi Jiwa dan Kesehatan adalah Investasi Seumur Hidup

Meski setiap orang tahu bahwa dirinya memerlukan perlindungan, namun tidak semua mau membeli asuransi. Alasannya beragam, seperti karena kurangnya pengetahuan mengenai asuransi, merasa tidak percaya pada perusahaan asuransi, dan ketakutan akan sulitnya mengajukan klaim. Padahal, tiap orang, baik yang lajang maupun sudah berumah tangga, perlu berasuransi. Selama seseorang hidup, terdapat banyak risiko yang mengintai dan berpotensi besar merusak perencanaan keuangan jangka panjang yang telah dipersiapkan dengan matang. Contoh dalam rumah tangga, ketika seorang pencari nafkah meninggal, kestabilan finansial keluarga akan terganggu. Risiko bangkrut bisa terjadi. Apabila keluarga tersebut memiliki asuransi jiwa dan kesehatan, maka dana dari uang pertanggungan asuransi dapat membantu digunakan sebagai pengganti sementara sumber pendapatan yang hilang.

Selain karena berbagai macam penyakit kritis saat ini yang dapat menyerang seseorang dari berbagai usia, biaya pengobatan terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data yang dihimpun dari 2019 Global Medical Trends Survey Report biaya pengobatan di beberapa negara Asia Pasifik mengalami kenaikan. Di Indonesia naik sekitar 10,8 persen, Malaysia naik sekitar 13,1 persen, Singapura naik sekitar  persen 9,1 persen, sedangkan Australia naik 4,6 persen. Kenaikan biaya pengobatan tersebut dapat menjadi beban, apabila seseorang tidak memiliki asuransi kesehatan.

Walaupun mungkin asuransi tidak dapat membiayai seluruh biaya perawatan, namun menurut Tim Maurer, penulis Simple Money: A No-Nonsense Guide to Personal Finance, seseorang yang memiliki asuransi kesehatan cenderung lebih diuntungkan secara finansial. Selain itu, mereka juga berkesempatan memperoleh pengobatan yang lebih baik, sehingga kemungkinan sembuh lebih besar.

Bagi seseorang yang masih berusia muda, memiliki asuransi kesehatan juga sebaiknya menjadi prioritas. Umumnya, semakin muda seseorang, maka premi yang harus dibayarkan juga lebih murah karena risiko terkena penyakit lebih rendah. Sebaliknya, makin berumur, risiko terkena penyakit kritis pun makin tinggi, sehingga biaya yang dikeluarkan juga semakin besar. Di samping itu, kebutuhan saat masih muda (belum menikah atau belum memiliki tanggungan) belum terlalu kompleks, sehingga pendapatan dapat disisihkan untuk kepentingan biaya asuransi.

Dengan memiliki asuransi jiwa dan kesehatan, maka seseorang juga dapat mempersiapkan hari tuanya agar tidak mengganggu arus keuangan rumah tangga. Telah banyak kasus pasangan rumah tangga yang sudah berusia tua dan tidak memiliki asuransi jiwa dan kesehatan yang terkena penyakit kritis dan keuangannya terganggu. Tabungan untuk masa tua pun tergerus untuk pengobatan. Tidak hanya itu, anak-anak yang sudah dewasa pun secara tidak langsung harus menerima tekanan psikologis dan finansial akibat harus membantu menanggung biaya pengobatan orang tua. Hal ini dapat terjadi karena orang tua tidak mempersiapkan kehidupan finansial dan kesehatannya dengan baik sejak masih produktif.

Investasi juga menjadi alasan lain untuk memiliki asuransi. Saat ini, banyak produk asuransi yang tidak hanya memiliki unsur proteksi perlindungan jiwa, namun juga untuk dikelola sebagai investasi jangka panjang (unit link). Produk ini memiliki keunggulan perlindungan yang menyeluruh. Membeli produk asuransi jiwa dan kesehatan digunakan untuk berjaga-jaga terhadap risiko yang dapat terjadi kapan saja. Tidak ada satu orang pun yang dapat menjamin seseorang dapat hidup sehat sepanjang waktu.

Back to Top