orang sedang melihat laptop

Inilah Alasan Mengapa Kamu Perlu Evaluasi Perlindungan Asuransimu Secara Berkala

Asuransi merupakan salah satu bentuk perlindungan yang sifatnya fleksibel, menyesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu. Tentu seiring berjalannya waktu, kebutuhan individu bisa saja berubah mengikuti dinamika kehidupan. Inilah mengapa ketika seseorang mulai berasuransi, maka ia juga perlu memahami pentingnya evaluasi berkala terhadap polis asuransinya, agar manfaat perlindungan dapat dirasakan dengan maksimal dalam mengiringi perjalanan hidup.

Kebutuhan asuransi setiap orang pasti berbeda dilihat dari situasi individu tersebut. Tentunya saat masih lajang kebutuhannya berbeda dengan orang yang sudah menikah, apalagi dengan orang yang sudah memiliki anak. Sama halnya dengan seseorang yang pertama kali bekerja, berbeda dengan saat dirinya sudah duduk di level manajerial, puncak karir, atau pengusaha.

Selain dilakukan saat terjadi perubahan tahap kehidupan, evaluasi polis asuransi juga harus dilakukan minimal satu tahun sekali. Tujuannya adalah memastikan apakah manfaat yang tercantum dalam polis masih relevan dengan rencana perlindungan dan risiko terkini bagi Tertanggung.

Secara garis besar, evaluasi berkala untuk mengecek perlindungan asuransi memiliki empat manfaat utama untuk keamanan pemegang polis.

Manfaat pertama adalah senantiasa memberikan perlindungan sesuai kebutuhan tertanggung. Ketika seseorang menginjak suatu milestone dalam hidupnya, maka ia akan dihadapkan pada kebutuhan yang berbeda juga, seperti beberapa contoh berikut misalnya:

  • Perubahan status perkawinan, baik dari lajang menjadi menikah atau sebaliknya mengalami perceraian, pasti akan mempengaruhi kebutuhan proteksi, yang bisa jadi bertambah atau berkurang menyesuaikan kebutuhan terkini.

  • Perubahan dari menikah tanpa anak menjadi memiliki anak, yang tentunya akan menambah pos-pos kebutuhan di luar perawatan anak, seperti kesehatan dan rencana pendidikan.

  • Kematian anggota keluarga, baik orang tua, pasangan, maupun anak akan menimbulkan perubahan tata kelola keuangan signifikan, terutama jika kehilangan pencari nafkah utama.

  • Tahapan lajang, tahapan yang dapat menyebabkan gaya hidup yang tidak seimbang antara waktu bekerja dan istirahat, ketika seseorang berada dalam lingkungan kerja dengan ritme kerja yang sangat cepat (fast-paced), dan juga seringnya bekerja lebih dari ketentuan jam kerja hingga mengabaikan waktu untuk istirahat..

  • Pertumbuhan penghasilan seiring perkembangan karir ke tahap yang lebih mapan, berpotensi mengubah gaya hidup, yang pada akhirnya turut meningkatkan rasio antara profil risiko dan kemampuan membayar premi.

  • Perubahan status dari karyawan menjadi pengusaha, di mana hampir serupa dengan kasus peningkatan karir, akan membuat kebutuhan Uang Pertanggungan (UP) pada Asuransi Jiwa meningkat seiring bertambahnya risiko ketidakpastian finansial yang dihadapi keluarga.

 

Adapun manfaat utama kedua adalah membantu menghindari risiko polis lapsed, yakni kondisi penghentian penanggungan asuransi sebagai akibat tidak dibayarnya premi dan biaya-biaya polis yang sudah jatuh tempo, atau nilai tunai yang tersisa sudah tidak mencukupi untuk membayar premi dan biaya-biayanya lagi. Dari sini jelas bahwa jika tidak dilakukan evaluasi berkala, maka Pemegang Polis berisiko telat bayar, sehingga bisa terjadi polis lapsed.

Sedangkan manfaat utama ketiga adalah untuk senantiasa mengingat syarat klaim, alias me-refresh kembali syarat pengajuan klaim, pengecualian manfaat serta manfaat asuransi yang tertulis dalam polis asuransi. Tahapan ini berguna untuk mempermudah proses saat Pemegang Polis akan melakukan klaim nantinya.

Dan manfaat keempat, dengan membaca manfaat asuransi kembali juga bisa menjadi waktu yang tepat untuk Pemegang Polis menyesuaikan kembali nilai perlindungan lho! Contohnya Pemegang Polis bisa menyesuaikan kembali manfaat asuransi dasar dan pertanggungan tambahan sesuai yang dibutuhkan.

Nah, sekarang sudah jelas kan mengapa mengevaluasi asuransi secara berkala penting dilakukan. Tapi, hal yang tidak kalah pentingnya adalah memilih perusahaan asuransi itu sendiri, apakah telah memenuhi kredibilitas yang disyaratkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satu perusahaan asuransi yang sudah berizin dan diawasi OJK adalah Prudential Indonesia.

Selama 27 tahun, Prudential Indonesia senantiasa fokus mendengarkan, memahami, dan menjawab kebutuhan masyarakat melalui solusi perlindungan asuransi jiwa yang komprehensif. Prudential Indonesia juga terus berakselerasi mengikuti kemajuan teknologi untuk menghadirkan pengalaman terbaik bagi nasabah melalui layanan inovatif bernilai tambah.