wanita sedang menulis

Asuransi Unit Link: Pengertian, Keuntungan, Resiko, dan Jenis-jenisnya

Asuransi adalah produk keuangan yang memiliki manfaat untuk melindungi diri (proteksi) dari berbagai resiko kerugian finansial. Umumnya, produk asuransi terbagi menjadi dua yaitu asuransi tradisional (murni) dan asuransi unit link. Lantas apa itu asuransi unit link?

Dikutip dari laman sikapiuangmu.ojk.go.id, asuransi unit link adalah kontrak asuransi yang memberikan manfaat perlindungan dengan premi rendah sekaligus investasi. Jenis asuransi ini memberikan manfaat perlindungan asuransi kematian dan investasi sekaligus.

Dengan kata lain, produk asuransi unit link adalah kombinasi antara dua produk keuangan, yaitu produk asuransi (proteksi) dengan produk investasi.

Membeli produk asuransi unit link itu ibarat menyelam sambil minum air. Sekali membeli, dua sasaran langsung kita raih.

Pertama, memperoleh perisai asuransi untuk melindungi dari kejadian tak terduga di masa depan. Kedua, mendapatkan manfaat investasi yang akan menambah aset nasabah. Hal ini karena di dalam skema produk unit link, uang yang disetorkan nasabah tidak hanya diperuntukkan membayar premi asuransi. Tetapi juga diinvestasikan oleh perusahaan asuransi melalui manajer investasi, agar nilainya terus berkembang.

Dengan kelebihannya tersebut, proteksi sekaligus investasi, tak heran banyak konsumen yang tertarik membeli produk asuransi unit link ketimbang produk asuransi tradisional yang hanya fokus menjual proteksi.

Mengenal risiko unit link

Dalam hal risiko, perlu dipahami bahwa produk unit link sama dengan produk investasi lainnya, yaitu tidak bebas risiko. Salah satunya risiko penurunan nilai investasi.

Di samping itu, nasabah sebaiknya lebih dahulu membandingkan mana yang lebih baik, membeli satu paket proteksi dan investasi sekaligus (unit link) atau membelinya secara terpisah. Produk proteksi sendiri dan produk investasi juga sendiri.

Ketua Umum Independent Financial Planner Club (IFPC), Aidil Akbar Madjid mengatakan, salah satu kekurangan unit link adalah konsumen tidak dapat melacak ke mana dananya diinvestasikan dan biaya apa saja yang harus dikeluarkan menyusul pilihan investasi tersebut. Inilah yang membedakan unit link dengan reksa dana.

Selain itu, produk unit link juga kurang memberikan keleluasaan kepada nasabah untuk menghentikan investasinya ketika mengalami kesulitan finansial.

Sebaliknya, dengan mengambil asuransi dan investasi secara terpisah, nasabah akan sangat leluasa menentukan keputusan keuangannya. Mereka bisa mengurangi atau bahkan menyetop investasinya tanpa khawatir kehilangan perlindungan dari asuransinya.

Sementara, menurut CEO TGRM Financial Planning Services, Taufik Gumulya, investasi dalam unit link tidak menghasilkan pertumbuhan yang optimal jika dibandingkan dengan produk investasi terpisah, misalnya reksa dana.

Mengapa hal ini dapat terjadi? Biaya yang tinggi adalah jawabannya. Jika kita membeli polis unit link, jangan berharap akan meraih investasi optimal di lima tahun pertama.

Pasalnya, di periode tersebut, hasil investasi kita akan dikurangi dengan biaya akusisi. Bahkan, ada produk asuransi link unit yang membebankan biaya akuisisi kepada nasabah hingga 41 persen dari setoran premi asuransi untuk lima tahun pertama.

Sayangnya informasi penting tentang risiko investasi maupun biaya-biaya yang timbul dari pembelian unit link ini sering kali tidak diketahui oleh konsumen.

Biaya-biaya dalam asuransi unit link

  • Beberapa biaya yang akan dibebankan kepada pemegang polis asuransi unit link di antaranya adalah sebagai berikut:
  • Biaya asuransi, komponen biaya yang dibebankan kepada konsumen sehubungan dengan pertanggungan yang diberikan oleh perusahaan asuransi.
  • Biaya perolehan atas polis (akuisisi) yang antara lain meliputi biaya pemeriksaan kesehatan, pengadaan polis, dan pencetakan dokumen, remunerasi/komisi bagi karyawan dan agen.
  • Biaya administrasi, biaya yang dibebankan sehubungan dengan adanya administrasi polis.
  • Biaya pengelolaan dana, biaya yang dibebankan terhadap aset investasi unit link yang dimiliki oleh konsumen yang ditujukan untuk pengelolaan investasi.
  • Biaya pengalihan dana (switching), merupakan biaya yang dibebankan dalam hal terdapat pengalihan alokasi dana investasi yang dilakukan oleh pemegang polis.
  • Biaya penarikan, biaya yang dibebankan jika konsumen melakukan penarikan sebagian dana pada tahun awal kepesertaan.
  • Biaya top up, biaya yang dibebankan jika konsumen melakukan pembayaran premi tambahan untuk meningkatkan nilai investasi (premi top up).
  • Biaya penghentian/penebusan polis, merupakan biaya yang dibebankan dari nilai investasi jika konsumen melakukan penghentian/penebusan polis asuransi unit link sebelum batas waktu tertentu yang diperbolehkan.

Jenis-jenis unit link

Sebelum membeli produk asuransi unit link, ada baiknya mengenali jenis-jenis unit link yang ada di pasar. Dengan mengetahui perbedaan karakteristik antara unit link, Anda bisa menyesuaikan produk unit link mana yang paling sesuai dengan kebutuhan dan profil pribadi.

Menurut Mohammad B. Teguh, perencana keuangan dari Quantum Magna Financial, ada empat jenis asuransi unit link. Keempatnya adalah sebagai berikut:

  1. Cash Fund Unit Link atau unit link pasar uang

Biasanya, perusahaan asuransi penerbit unit link jenis ini menempatkan portofolio investasi nasabahnya 100 persen pada instrumen pasar uang, seperti deposito berjangka, SBI, dan surat utang jangka pendek.

Jika Anda tergolong investor yang konservatif dan tidak berani mengambil risiko besar, produk unit link jenis ini bisa jadi pilihan. Sebab selain berjangka waktu pendek, risikonya paling rendah. Lihat Foto Asuransi unit link adalah kontrak asuransi yang memberikan manfaat perlindungan sekaligus investasi. (PIXABAY)

 

  1. Fixed Income Unit Link atau unit link pendapatan tetap Komposisi dana investasi nasabah pada unit link jenis ini akan difokuskan minimal 80 persen di instrumen obligasi.

Jika Anda ingin mendapatkan keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten, bisa mempertimbangkan untuk mengambil unit link tipe ini.

  1. Managed Unit Link atau unit link pendapatan campuran Jenis unit link ini biasanya menempatkan portfolio pada saham dan obligasi dengan komposisi tertentu. Banyak orang yang berpendapat, jenis unit link ini sesuai bagi para nasabah yang ingin memperoleh pendapatan memadai sekaligus peluang pertumbuhan investasi jangka panjang.
  2. Equity Unit Link atau unit link dana saham Terakhir, jenis unit link dana saham umumnya menempatkan dana nasabah pada saham minimal 80 persen. Jika Anda ingin mendapatkan keuntungan berinvestasi secara maksimal bisa mempertimbangkan unit link ini.

Syaratnya, Anda harus berani mengambil risiko tinggi. Sebab, nilai investasi yang kita benamkan di unit link jenis ini sangat bergantung pada pergerakan indeks saham.

 Itulah penjelasan mengenai asuransi unit link, kelebihan, risiko dan jenis-jenisnya. Sebelum membeli produk ini, pastikan Anda memahami apa itu unit link serta berbagai risikonya.

Jangan langsung tergiur janji imbal hasil besar, sebab asuransi unit link bukan tabungan. Asuransi unit link merupakan kombinasi antara asuransi dan investasi yang memiliki risiko fluktuasi.

Sumber: Kompas.com