wanita sedang menggunakan kalkulator

Ketahui Cara Menghitung Biaya pendidikan tinggi Anak di Masa Depan!

Badan Pusat Statistik melaporkan inflasi biaya pendidikan di Indonesia mencapai 3,71 persen pada tahun 2019. Dengan tingkat kenaikan tersebut, biaya pendidikan tinggi yang dibutuhkan anak ketika usia 18 tahun nanti pastinya besar.  

Angka tersebut akan semakin besar jika Anda memperhitungkan juga rata-rata kenaikan biaya uang pangkal yang mencapai 10 hingga 15 persen per tahunnya. Dengan laju kenaikan seperti itu, Anda perlu persiapan finansial yang matang untuk pendidikan anak nantinya.

Dengan tingkat inflasi serta tingginya kenaikan biaya uang pangkal Anda mesti pintar-pintar menyiapkan strategi agar biaya yang dibutuhkan nanti tetap tercukupi. Strategi tersebut sudah harus disiapkan sedini mungkin agar kesempatan anak duduk di bangku kampus pilihan tetap besar. Salah satu cara menyiapkannya, dengan mengkalkulasi perkiraan biaya yang dibutuhkan

Rincian Biaya Pendidikan Tinggi Anak

Agar bisa merancang strategi Anda harus tahu rincian biayanya terlebih dahulu. Simak apa saja komponen biaya pendidikan tinggi yang harus dipenuhi hingga lulus.

  • Uang Pangkal
    Uang pangkal adalah biaya pendidikan tinggi yang hanya dibayarkan sekali saja saat registrasi mahasiswa baru dilakukan. Biaya ini biasanya juga disebut sebagai uang gedung atau fasilitas. Setiap institusi memiliki kebijakan berbeda, ada yang bisa dibayar dengan mencicil, ada juga yang harus sekaligus.
  • UKT dan BOP di Peguruan Tinggi Negeri
    Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Biaya Operasional Pendidikan (BOP) adalah biaya yang harus dibayarkan sekali saja setiap semesternya. Komponen ini sudah mencakup keperluan seperti satuan kredit yang dikontrak, laboratorium dan praktikum. Nah jenis yang dikenakan entah UKT atau BOP bergantung pada ketentuan institusi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dituju.

    Selain itu, UKT atau BOP juga memiliki penggolongan pembayaran yang dibagi berdasarkan kemampuan finansial keluarga. Biayanya berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Tidak hanya penggolongan berdasarkan finansial, ada juga yang membaginya berdasarkan rumpun pendidikan yang ditempuh. Umumnya rumpun ilmu kesehatan dan teknik lebih mahal dari sosial.
  • Biaya Semester dan SKS di Perguruan Tinggi Swasta
    Berbeda dengan PTN, Perguruan Tinggi Swasta (PTS) umumnya dikenakan dua biaya dalam satu semester. Yaitu, uang per semester dan SKS. Uang semester ini digunakan untuk membayar biaya operasional kampus pada semester tersebut. Serta biasanya besaran yang harus dibayar fixed alias tidak akan berubah.

    Nah kalau uang SKS sendiri merupakan biaya yang harus dibayar bergantung dengan satuan kredit yang diambil pada semester tersebut. Besarannya sangat bervariatif karena bergantung sekali pada jumlah SKS yang dikontrak. Biasanya per-SKS dikenakan biaya berkisar di ratusan ribu.
  • Biaya Praktikum
    Biaya praktikum juga biasanya hanya ada di PTS, karena belum termasuk di uang semester atau pun SKS. Komponen ini sangat bervariatif tergantung bidang ilmu yang dipelajari anak Anda. Biasanya, bidang ilmu sosial biaya praktikumnya lebih rendah dari kesehatan dan teknik.
  • Biaya Lainnya
    Untuk biaya lainnya termasuk pula fasilitas penunjang anak selama di bangku pendidikan tinggi seperti laptop, kendaraan dan uang saku diatur sesuai kebutuhan. Komponen biaya lainnya juga termasuk biaya hidup per bulan jika anak menempuh pendidikan di luar kota.   

Cara Mengkalkulasi Biaya Pendidikan Tinggi di Masa Depan

Setelah mengetahui komponen yang diperlukan Anda tinggal mengkalkulasi biaya yang dibutuhkan nanti, simak caranya di bawah ini.

  1. Hitung Sisa Waktu hingga Anak Masuk Pendidikan Tinggi
    Hitung sisa waktu yang ada hingga anak duduk di bangku pendidikan tinggi. Contohnya jika sekarang anak Anda duduk di bangku kelas satu SD, maka Anda punya waktu hingga 11 tahun mendatang. Sisa waktu yang dimiliki jadi komponen penting untuk menentukan besaran kontribusi yang harus disiapkan setiap bulannya.

  2. Survei Perguruan Tinggi
    Lakukan survei biaya pendidikan di perguruan tinggi tujuan. Riset kembali ketika anak sudah SMA, biasanya di usia tersebut anak baru memiliki kampus tujuan yang memang diinginkan. Bandingkan juga biaya di kampus lainnya dengan jurusan yang sama, serta biaya hidup per bulan jika anak harus belajar  di luar kota.

  3. Memilih Produk Keuangan yang Tepat
    Jika sudah memiliki data mengenai biaya yang dibutuhkan dari masuk hingga lulus, Anda tinggal memilih produk keuangan yang tepat dengan kondisi dan kebutuhan. Jangan lupa juga memasukkan variabel sisa waktu yang dimiliki hingga Anak tersebut pendidikan tinggi.

    Pilih produk keuangan yang juga menjamin biaya pendidikan tinggi anak jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan kepada Anda. Terdapat asuransi jiwa dengan manfaat biaya pendidikan anak yang bisa Anda gunakan untuk menghadapi risiko yang tak diinginkan.

  4. Bagi Dana yang Dibutuhkan dengan Sisa Waktu yang Dimiliki

Jika biaya sekarang= 20 juta per tahun

usia anak saat ini= 2 tahun

usia anak akan mengambil pendidikan tinggi= 18 tahun

asumsi nilai Inflasi per tahun= 3,81 %

 

Cara hitungnya adalah:

20.762.000 X 16= 332.192.000

20.762.000 adalah hasil dari biaya pendidikan tinggi per tahun saat ini ditambahkan nilai inflasi per tahun, sedangkan 16 adalah jangka waktu Anda mempersiapkan dana pendidikan tinggi untuk anak.

Salah satu produk keuangan yang bisa digunakan untuk mengkalkulasi dan menyiapkan biaya pendidikan tinggi Anak adalah Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah dari Prudential. Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah merupakan asuransi jiwa yang memberikan manfaat  dana pendidikan.

Biaya kontribusinya dimulai dari Rp 500.000 per bulan atau Rp 5.500.000 per tahunnya. Kemudian Anda bisa memilih membayar kontribusi selama lima tahun atau mengikuti masa tunggu yang bisa dipilih dari 8-18 tahun. Anda juga punya kebebasan untuk memilih penarikan manfaat secara tunai sekaligus atau berkala (bulanan) selama 4 tahun.

Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah memastikan anak Anda tetap mendapatkan pendidikan tinggi dengan melindungi Anda sebagai orang tua. Perlindungan tersebut berupa manfaat bebas kontribusi apabila orang tua menderita cacat total dan tetap, meninggal dunia atau terkena salah satu dari 60 kondisi kritis (khusus plan Asuransi Jiwa Syariah PRUcerah plus).

Untuk membantu menghitung kebutuhan biaya, Asuransi Jiwa Syariah PRUCerah memiliki kalkulator biaya pendidikan yang bisa Anda gunakan. Klik link berikut untuk menghitung besaran biaya pendidikan tinggi yang dibutuhkan.