menulis diatas meja

Inilah Cara Daftar Asuransi Jiwa dan Kesehatan yang Benar

Untuk mendaftar asuransi jiwa maupun kesehatan, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Mulai dari konsultasi dengan agen asuransi hingga mengisi SPAJ. Oleh sebab itu, Anda wajib mengetahui cara daftar asuransi agar ke depannya tidak merasa dirugikan dan melakukan riset mengenai produk asuransi dari berbagai perusahaan asuransi lainnya untuk mengetahui mana asuransi yang sesuai dengan kebutuhan.

Apabila Anda sedang mencoba mendaftar asuransi, yuk, pahami cara daftar asuransi jiwa dan kesehatan yang benar sesuai dengan prosedur berikut ini!

Tahapan Mendaftar Asuransi

Berikut ini adalah beberapa tahapan mendaftar asuransi yang perlu dipahami dan dipersiapkan oleh calon nasabah. Oh, iya, tahapan di bawah ini juga bisa diaplikasikan oleh Anda yang sedang mendaftar asuransi kesehatan, lho!

  1. Menghubungi Agen Asuransi
    Setelah membandingkan berbagai perusahaan asuransi dan menemukan pilihan yang tepat, sebaiknya Anda segera menghubungi agen asuransi terkait. Anda bisa melakukannya secara online maupun offline.

    Hal ini dilakukan untuk memudahkan Anda dalam menentukan produk asuransi yang tepat. Pada tahapan ini, Anda juga bisa bertanya-tanya secara rinci terkait manfaat dan polis asuransi yang cocok dengan kebutuhan Anda.

  2. Jangan Terburu-buru dan Diskusikan
    Meskipun sudah mendapatkan gambaran yang jelas, sebaiknya jangan terburu-buru untuk menyetujui. Anda bisa melakukan riset lagi lebih dalam dan mendiskusikannya dengan agen asuransi terkait proteksi yang ingin digunakan.

  3. Memahami Ilustrasi Asuransi
    Ilustrasi asuransi merupakan dokumen yang memberikan gambaran terkait manfaat asuransi yang diterima oleh pemegang polis. Selain itu, ilustrasi juga memberikan proyeksi mengenai besaran uang pertanggungan (UP) yang nantinya Anda terima. 

    Ilustrasi asuransi penting untuk dipahami dengan baik oleh calon nasabah untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari. Misal saja kita ambil contoh pada Uang Pertanggungan (UP).

    Besaran uang pertanggungan (UP) yang diterima biasanya akan berbeda-beda bergantung pada risiko-risiko yang dihadapi dan juga profil calon nasabah. Semakin besar premi yang dipilih maka semakin besar pula manfaat yang akan diperoleh. 

    Nah, kesalahan yang sering dilakukan adalah, calon nasabah tidak membaca ilustrasi asuransi dan polis dengan lengkap, kemudian menganggap bahwa uang pertanggungan yang diterima nilainya besar.

    Padahal uang pertanggungan yang diterima bisa berbeda-beda pada setiap nasabah, bergantung pada kondisi calon nasabah saat mengajukan klaim.

  4. Mengisi SPAJ atau SPAK
    Apabila sudah membaca ilustrasi asuransi dengan benar dan setuju dengan persyaratan yang diterima, maka Anda akan menerima SPAJ (Surat Permintaan Asuransi Jiwa) atau SPAK (Surat Permintaan Asuransi Kesehatan).

    SPAJ dan SPAK  ini berisi informasi penting dan rinci terkait data diri dari calon nasabah.

    Pada tahapan ini, biasanya perusahaan asuransi juga akan meminta beberapa dokumen kesehatan tambahan seperti hasil medical check-up untuk mengetahui kondisi kesehatan calon nasabah dan menentukan besaran manfaat pertanggungan yang akan diterima.

    Pastikan jujur dalam pengisian SPAJ atau SPAK ini, ya! Agar manfaat asuransi yang diterima juga bisa maksimal. Selain itu, data yang ada pada SPAJ ini juga menentukan apakah pengajuan calon nasabah akan diterima atau ditolak oleh perusahaan asuransi.

    Kesalahan yang sering dilakukan adalah, calon nasabah tidak benar-benar jujur menginformasikan riwayat penyakit saat mengisi SPAJ atau SPAK. Sehingga, tak heran apabila perusahaan asuransi akan menolak klaim apabila ditemukan pre-existing condition.

    Setelah SPAJ atau SPAK diisi, pihak asuransi yakni bagian Underwriting akan melakukan peninjauan terkait kondisi kesehatan Anda. Anda akan diminta menunggu dalam waktu yang sudah ditentukan, bisa mencapai 1-2 minggu.

  5. Hasil Seleksi dari Underwriting
    Setelah proses peninjauan dan seleksi dilakukan sesuai dengan SPAJ dan SPAK, pihak Underwriting akan memberikan keputusan. Ada tiga keputusan yang biasanya keluar, yakni:

    • Pengajuan asuransi disetujui

    • Perusahaan asuransi menyetujui dengan tambahan premi

    • Pengajuan asuransi ditolak

Seleksi Underwriting ini biasanya ditentukan oleh beberapa faktor, di antaranya adalah kesehatan dan usia calon nasabah. Semakin sehat nasabah, yakni tidak mengidap penyakit atau tidak ada risiko penyakit berbahaya dan usianya produktif, maka proteksi yang akan diterima pun makin maksimal.

Setelah semua tahapan dilalui, maka asuransi sudah aktif dan nasabah bisa mendapatkan proteksi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatannya.

Itu dia beberapa cara daftar asuransi jiwa dan kesehatan yang benar dan tahapannya. Memang cukup panjang, namun hal ini dilakukan agar calon nasabah paham manfaat apa saja yang akan didapatkan nanti, sehingga tidak merasa dirugikan.

Untuk informasi lainnya, yuk baca artikel lainnya di sini!