Bapak bapak melihat handphone

Inilah 3 Salah Paham tentang Asuransi dan Kiat dalam Memilih Asuransi

Yuk Pahami Pre-Admission pada Manfaat Kesehatan di Polis Anda untuk Dapatkan Kepastian Penjaminan Awal dari Penyedia Asuransi

Saat pandemi COVID-19 terjadi, sangat penting untuk memiliki proteksi tambahan seperti asuransi. Meski begitu, rasa percaya dan kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi masih terlalu minim. Setidaknya di tahun 2020 saja, dilansir dari Bisnis.com (30/07/21), tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih tergolong rendah yakni hanya 3,03 persen.

Salah satu penyebab rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia adalah masih banyaknya kesalahpahaman tentang asuransi yang beredar di masyarakat. Banyak salah paham tentang asuransi yang tersebar dengan cepat dari mulut ke mulut padahal yang diutarakan belum terbukti kebenarannya.

Salah Paham tentang Asuransi yang Paling Umum

Berikut 3 kesalahpahaman tentang asuransi yang kerap beredar di masyarakat:

1. Premi asuransi mahal

Banyak orang menganggap premi asuransi mahal. Padahal besaran nominal premi bagi setiap individu tidaklah sama karena nominal premi ditentukan berdasarkan beberapa faktor, seperti usia, jenis kelamin, kondisi kesehatan, serta gaya hidup.

Pada umumnya, semakin muda usia seseorang maka nominal premi asuransinya akan lebih murah dan berlaku juga sebaliknya, yakni semakin tua usia seseorang maka premi asuransinya juga semakin mahal. Ini dikarenakan penentuan nominal premi didasarkan oleh kondisi masing-masing individu dan kebutuhannya.

Jika Anda dalam kondisi sehat dan tidak pernah mengidap penyakit apapun, besar kemungkinan premi yang harus dibayarkan akan lebih terjangkau. Maka dapat disimpulkan bahwa besaran nominal premi tidak selalu mahal dan relatif karena mengacu kepada berbagai aspek.

2. Menganggap asuransi sama dengan tabungan

Masyarakat tidak jarang berharap akan mendapat ‘hasil tabungan’ dari premi asuransi yang mereka bayarkan setiap bulannya.

Bila kita melihat konsep dasar asuransi dan tabungan, maka asumsi ini tidak tepat. Alasannya adalah yang pertama, asuransi bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada seseorang dari risiko finansial yang tak terduga sehingga tujuan finansial tetap bisa tercapai meski mengalami risiko dalam perjalanan waktu. Sedangkan tabungan sendiri memiliki tujuan beragam, seperti tabungan, dana darurat, dan lain-lain.

Selanjutnya, asuransi bisa ‘cair’ atau digunakan untuk melindungi seseorang saat terkena risiko finansial, seperti sakit kritis, kecelakaan, dan cacat sehingga diharapkan tidak mengganggu tujuan finansial lainnya, seperti untuk membeli rumah, pendidikan anak, dan dana pensiun.

Dengan melihat konsep di atas, dapat disimpulkan bahwa asuransi dan tabungan merupakan instrumen keuangan yang berbeda. Ini dikarenakan asuransi bukan berfungsi untuk menyiapkan dana dalam mencapai tujuan keuangan yang bisa diambil begitu saja oleh nasabah. Melainkan asuransi hadir untuk memberikan proteksi dan rasa aman dari risiko finansial yang berpotensi menyebabkan kerugian besar.

3. Klaim pasti diterima

Banyak masyarakat menganggap bahwa klaim apapun yang mereka ajukan pasti diterima, padahal poin ini kurang tepat.

Perlu diketahui bahwasannya ketika seseorang mengajukan klaim kepada perusahaan asuransi, ada beberapa hal yang menjadi dasar pengambilan keputusan apakah klaim tersebut akan dikabulkan atau ditolak.

Pada umumnya terdapat 3 faktor yang menjadi dasar pengambilan keputusan. Pertama adalah pre-existing condition. Jika seseorang mengajukan klaim yang ternyata masih masuk ke dalam pre-existing condition atau kondisi yang sudah ada sebelum memiliki asuransi, maka perusahaan asuransi tidak berhak membayar klaim tersebut.

Kedua adalah masa tunggu. Mari kita ambil contoh, apabila seseorang mengajukan klaim atas penyakit kanker yang masih termasuk ke dalam masa tunggu 90 hari, maka Ia baru bisa mengajukan klaim tersebut jika masa tunggu 90 hari telah usai. Bila pengajuan klaim penyakit kanker dilakukan sebelum masa tunggu usai, maka klaimnya ditolak.

Satu hal penting yang harus diketahui adalah klaim juga akan ditolak meskipun diajukan setelah masa tunggu usai apabila penyakit kanker tersebut berkaitan dengan pre-existing condition.

Ketiga adalah pengecualian. Pada pengecualian, setiap perusahaan asuransi memiliki poin yang berbeda-beda. Jika kita ambil contoh, apabila seseorang mengajukan klaim cedera yang disebabkan oleh tindakan pidana atau kejahatan, maka pihak asuransi tidak berhak membayarkan klaim tersebut.

Untuk menghindari kesalahpahaman tentang asuransi di atas, berikut adalah kiat-kiat yang harus dilakukan seseorang sebelum memilih asuransi.

4 Kiat dalam Memilih Asuransi Agar Terhindar dari Salah Paham

1. Pilih asuransi sesuai kebutuhan

Untuk menghindari kesalahpahaman mengenai premi asuransi yang mahal, Anda harus memilih plan asuransi sesuai dengan kebutuhan. Pastikan untuk menelaah flow keuangan agar premi yang dibayarkan tidak mengganggu keuangan Anda.

Misalnya saja, ketika Anda memilih asuransi kesehatan dan ingin mendapat manfaat wilayah pertanggungan selain di Indonesia, maka premi yang dibayarkan tentu akan jauh lebih mahal dibandingkan asuransi dengan wilayah pertanggungan di Indonesia saja. Maka dari itu, pahami dengan baik kebutuhan Anda terlebih dahulu sebelum memilih asuransi.

2. Niatkan memilih asuransi untuk perlindungan

Kedua adalah niatkan memilih asuransi sebagai proteksi. Maksudnya adalah alih-alih mengharapkan mendapatkan pencairan dana dari asuransi, Anda harus menggunakan instrumen keuangan lain yakni tabungan untuk mencapai tujuan finansial seperti mengumpulkan dana darurat, dana pendidikan, atau investasi.

Hal tersebut harus dilakukan karena konsep dasar asuransi adalah berfungsi sebagai proteksi yang akan melindungi Anda dari risiko finansial seperti sakit kritis, kecelakaan, dan cacat yang akan menyebabkan kerugian finansial di kemudian hari.

3. Pahami polis dengan baik

Polis memang memiliki halaman yang tebal dan membutuhkan waktu untuk memahaminya. Meski begitu, Anda tetap harus membaca serta memahami polis dengan seksama. Hal ini dilakukan agar terhindar dari kesalahpahaman serta mengetahui beberapa poin penting, seperti pengecualian, list penyakit khusus pada masa tunggu, dan ketentuan klaim.

4. Selalu diskusi dengan Tenaga Pemasar

Jika Anda punya pertanyaan terkait asuransi, metode klaim, rincian manfaat, dan sebagainya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan Tenaga Pemasar. Sampaikan pertanyaan kepada Tenaga Pemasar agar semua keraguan Anda terjawab dan Anda dapat memilih asuransi sesuai dengan kebutuhan.

Untuk mengetahui Tenaga Pemasar Anda telah berlisensi atau tidak, Anda bisa memastikannya di website AAJI.

Itulah 3 salah paham tentang asuransi dan kiat-kiat yang harus Anda lakukan saat memilih asuransi. Pastikan untuk mengikuti kiat di atas agar Anda mendapatkan proteksi terbaik untuk Anda dan keluarga. Untuk informasi lain mengenai asuransi, yuk simak selengkapnya di sini!