Wanita Sedang Mengatur Keuangan THR

Tips Efektif Mengatur Uang THR untuk Menyambut Hari Raya

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Anda pasti juga menantikan Tunjangan Hari Raya (THR). Banyak orang menggunakan THR untuk membelanjakan kebutuhan Lebaran, namun tidak sedikit pula yang menyisihkan sebagian dari THR untuk ditabung. Lantas, bagaimana penggunaan uang THR dengan bijak? Ketahui tipsnya berikut ini.

Pentingkah Mengatur Uang THR dengan Bijak?

Biasanya, uang THR digunakan untuk memenuhi kebutuhan lebaran atau membeli hadiah Lebaran untuk orang terkasih. Uang THR akan habis begitu saja kalau tidak diatur dengan baik.

Tentu ada banyak kebutuhan yang harus dipenuhi menjelang Hari Raya Idulfitri, mulai dari membeli pakaian baru, bahan makanan khas Lebaran, atau bingkisan untuk orang terkasih. Penting sekali mengatur alokasi penggunaan THR supaya bisa memenuhi semua kebutuhan Lebaran.

Pengelolaan uang THR yang bijak juga akan menghindarkan Anda dari meminjam dana kepada orang lain atau kepada pihak lain. Euforia Lebaran terkadang membuat banyak orang ingin menggunakan dana secara berlebihan. Alhasil, mereka terjebak dalam pinjaman atau utang. Inilah pentingnya pengelolaan uang THR yang baik, supaya tidak terjebak berutang atau menghabiskannya untuk pengeluaran yang bersifat impulsif.

Baca Juga: Impulsive Buying, Mengatasi Godaan Belanja saat Bulan Puasa

Bangun Perencanaan Keuangan Lebih Bijak 

Cek di Sini

Tips Mengatur Uang THR dengan Baik

Tentunya diperlukan langkah praktis supaya uang THR bisa dikelola dengan baik. Bagaimana caranya? Lakukan tips di bawah ini setelah Anda menerima uang THR.

1. Buatlah Daftar Prioritas Pengeluaran

Setelah mendapatkan uang THR, jangan langsung membelanjakannya. Anda perlu membuat anggaran pengeluaran serinci mungkin supaya uang THR yang tersedia bisa dialokasikan sebagaimana mestinya. Prioritaskan pengeluaran rutin dan keperluan Lebaran dalam anggaran dan catatlah dalam nominal yang realistis. Sisa dari uang THR bisa ditabung atau investasi dan bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

2. Sisihkan Sebagian Uang THR untuk Menabung

Anda bisa menabung sebanyak 5% sampai 20% atau tentukan sendiri persentasenya. Tabunglah uang Anda pada produk tabungan yang tepat. Contohnya, Anda bisa menabung uang di tabungan berjangka yang tidak bisa diambil dalam beberapa periode waktu ke depan.

3. Hindari Penggunaan Uang THR untuk Konsumsi yang Tidak Perlu

Setelah membuat anggaran pengeluaran THR, barulah Anda bisa membelanjakannya. Selalu ingat untuk menghindari pengeluaran yang mubazir atau tidak diperlukan. Anda juga perlu menahan diri untuk tidak berbelanja secara berlebihan (impulsive buying) pada momen menjelang Lebaran. Apabila menemukan produk yang disukai, pastikan Anda memikirkan urgensi atau kebutuhan penggunaannya terlebih dahulu sebelum membelinya.

4. Gunakan Uang THR untuk Melunasi Utang yang Sudah Ada

Uang THR bisa juga digunakan untuk melunasi kewajiban berupa utang atau cicilan pinjaman yang dimiliki. Prioritaskan untuk membayar utang yang telah terlambat atau lewat dari tenggat waktu yang telah ditetapkan.

5. Gunakan Uang THR untuk Investasi

Selain menabung, Anda juga bisa menyisihkan dana untuk investasi. Sebelum berinvestasi, Anda perlu memilih instrumen investasi yang aman dan menjanjikan. Sesuaikan instrumen investasi yang dipilih dengan profil risiko investasi Anda. Carilah informasi investasi yang akurat dan tepercaya, contohnya dari akun media sosial atau membaca buku tentang keuangan, supaya Anda tidak terjebak dalam investasi yang tidak aman.

6. Tetap Disiplin dan Konsisten dengan Rencana Pengeluaran

Rencana pengeluaran yang telah dibuat harus dipenuhi dengan konsisten supaya tujuan keuangan Anda tetap tercapai. Miliki komitmen untuk tidak membelanjakan uang THR melebihi anggaran yang tersedia.

Baca Juga: Mengelola Keuangan Mudik, Tips Agar Liburan Lebaran Lebih Terencana dan Terkendali

Kesimpulan

Lakukan tips mengatur uang THR di atas, mulai dari membuat daftar prioritas pengeluaran hingga mengimplementasikannya dengan disiplin dan konsisten, agar terhindar dari risiko berutang.

Baca juga artikel ini: Pentingnya Money Parenting untuk Anak