Rangkuman:

  • Sebelum memutuskan untuk resign, pastikan Anda sudah bisa menilai kondisi finansial selama masa transisi karir
  • Setelah menentukan ekspetasi keuangan, sisihkan dana darurat
  • Kontrol pengeluaran selama masa transisi karir
  • Cari side job sebagai tambahan penghasilan
  • Segera rencanakan strategi karir selanjutnya

Mengambil keputusan untuk meninggalkan zona nyaman demi kesehatan mental, passion, atau peluang baru memang butuh keberanian besar. Namun, keberanian saja tidak cukup, Anda butuh "pendaratan" yang mulus agar stabilitas ekonomi keluarga tidak goyah.

Kuncinya bukan hanya pada seberapa besar saldo tabungan Anda, melainkan seberapa cerdas Anda menyusun strategi kelola keuangan selama masa transisi. Berikut beberapa panduan mengatur keuangan setelah resign untuk memastikan kondisi finansial Anda tetap sehat.

Menilai Kondisi Finansial Saat Ini

Jangan melompat sebelum Anda tahu seberapa dalam "kolam" keuangan Anda. Maka dari itu, pastikan Anda sudah melakukan financial review, sebelum mengambil keputusan yang besar, seperti resign. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Catat Semua Aset dan Kewajiban

    List semua catatan keuangan yang Anda miliki, mulai dari tabungan, investasi, hingga sisa bonus yang mungkin cair. Di sisi lain, catat juga semua kewajiban seperti nilai cicilan atau utang.

    Pencatatan ini akan memberikan gambaran jelas tentang berapa lama Anda bisa bertahan tanpa pemasukan tetap.

  2. Hitung Dana Darurat yang Tersedia

    Hitung berapa banyak uang tunai yang  bisa langsung dipakai saat Anda membutuhkan. Pastikan dana ini terpisah dari uang yang sudah dialokasikan, dan hanya digunakan untuk kebutuhan mendesak. Dana inilah yang akan menjadi "napas" Anda selama masa transisi.

  3. Identifikasi Pengeluaran Bulanan yang Bisa Dipangkas

    Saatnya masuk ke "mode hemat". Cek kembali langganan aplikasi yang jarang dipakai atau kebiasaan jajan yang bisa dikurangi. Memangkas biaya-biaya kecil ini secara kolektif akan memperpanjang umur tabungan Anda secara signifikan.

Menyusun Dana Darurat yang Cukup

Dana darurat adalah "sabuk pengaman" yang memastikan Anda tidak terjatuh ke dalam lubang utang saat mencari peluang baru. Berikut beberapa strategi yang bisa dilakukan:

  1. Targetkan Dana Darurat Minimal 3-6 Bulan Pengeluaran

    Proses mencari kerja atau membangun bisnis seringkali memakan waktu lebih lama dari dugaan. Untuk itu, memiliki cadangan biaya hidup minimal 3-6 bulan akan memberikan ketenangan mental, sehingga Anda tidak terburu-buru mengambil keputusan karena desakan ekonomi.

  2. Simpan Dana Darurat di Rekening yang Mudah Diakses

    Simpan dana darurat di rekening yang mudah diakses dan likuid, sehingga bisa digunakan kapan saja tanpa hambatan. Idealnya, gunakan rekening bank terpisah dari rekening harian agar dana ini tidak terpakai untuk kebutuhan rutin, namun tetap bisa ditarik dengan cepat ketika kondisi darurat benar-benar terjadi.

  3. Jangan Gunakan Dana Darurat untuk Kebutuhan yang Tidak Mendesak

    Disiplin adalah kunci utama dalam mengelola dana darurat. Dana ini seharusnya hanya digunakan untuk kondisi  genting, seperti kehilangan penghasilan, kebutuhan medis, atau keperluan mendesak lainnya.

Mengatur Pengeluaran Setelah Resign

Kondisi keuangan saat resign dengan kondisi keuangan saat Anda bekerja, tentu akan ada perbedaan yang signifikan. Untuk itu, Anda harus pandai dalam mengatur strategi pengeluaran, agar kondisi finansial tetap stabil, meski dengan sisa uang yang dimiliki. Berikut beberapa strategi yang dapat direrapkan:

  1. Buat Anggaran Bulanan Baru Sesuai Kondisi

    Tanpa gaji tetap, Anda harus lebih selektif dalam pengeluaran. Susun anggaran keuangan baru yang lebih ketat dan realistis. Fokuskan setiap rupiah hanya untuk hal-hal yang mendukung produktivitas atau kebutuhan dasar.

  2. Prioritaskan Kebutuhan Pokok

    Makan, tempat tinggal, internet, dan listrik adalah hal yang tidak bisa ditawar. Maka, pastikan pos-pos keuangan tersebut aman sebelum memikirkan pengeluaran lainnya.

  3. Batasi Pengeluaran Hiburan dan Belanja Tidak Penting

    Tahan dulu keinginan untuk membeli barang-barang konsumtif. Alokasikan dana hiburan tersebut untuk hal yang lebih bermanfaat, misalnya biaya transportasi untuk interview atau modal awal usaha sampingan.

Menyiapkan Sumber Pendapatan Sementara

Agar tabungan tidak cepat habis, carilah cara untuk tetap memiliki pemasukan meskipun tidak sebesar gaji sebelumnya. Berikut beberapa referensi untuk mencari penghasilan tambahan:

  1. Pertimbangkan Freelance atau Pekerjaan Sampingan

    Gunakan waktu luang Anda untuk mengambil proyek lepas, sesuai pengalaman atau keahlian Anda. Selain menjaga arus kas, freelancing juga menjaga skill Anda tetap tajam dan portofolio Anda tetap aktif di mata rekruter.

  2. Gunakan Skill yang Dimiliki untuk Income Tambahan

    Jika Anda memiliki keahlian dalam mengajar, menulis, ataupun desain, bakat-bakat tersebut bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan. Gunakan bakat-bakat tersebut untuk membuka project, kelas, ataupun layanan yang bisa menghasilkan.

  3. Tetapkan Target Pendapatan Sementara

    Tentukan angka minimal yang harus didapat setiap bulan agar biaya operasional hidup Anda tertutup. Strategi ini akan menjaga Anda tetap disiplin dan memiliki tujuan keuangan yang jelas.

Merencanakan Karir Berikutnya

Selain menentukan strategi keuangan, di masa transisi ini Anda juga perlu mengatur strategi karir selanjutnya, supaya keuangan bulanan bisa kembali normal. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

  1. Tentukan Tujuan dan Strategi Karier Baru

    Sebelum melangkah, pastikan Anda jelas ingin melanjutkan karier sebagai karyawan, mencoba jalur karier baru, atau memulai usaha sendiri. Buat rencana yang terstruktur agar setiap langkah selama masa transisi tetap terarah dan produktif.

  2. Alokasikan Dana untuk Upgrade Skill atau Sertifikasi

    Agar nilai jual Anda naik di tempat baru, jangan ragu untuk berinvestasi pada diri sendiri. Sisihkan dana untuk mengambil kursus atau sertifikasi yang relevan dengan impian karir. Manfaatkan waktu luang selama resign untuk menggali ilmu baru sebanyak-banyaknya.

  3. Evaluasi Timeline Pencarian Kerja atau Bisnis Baru

    Buat target waktu yang jelas. Jika dalam jangka waktu tertentu tujuan belum tercapai, Anda harus siap melakukan evaluasi terhadap strategi keuangan dan karier Anda agar tidak kehabisan napas di tengah jalan.

Nikmati Masa Resign Tenang dengan Perlindungan

Di masa transisi karier, berbagai risiko finansial bisa muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya sakit yang datang secara tiba-tiba. Kondisi ini dapat menggerogoti tabungan yang sudah Anda siapkan dan membuat masa jeda karir menjadi lebih menegangkan.

Namun kondisi tersebut dapat diantisipasi jika Anda memiliki asuransi kesehatan yang memadai seperti PRUSehat dari Prudential Indonesia. Nikmati manfaat kesehatan yang #BeneranPas dan dapatkan kenyamanan rawat jalan mapun rawat inap sesuai kebutuhan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, cek selengkapnya di bawah ini!

Frequently Asked Questions (FAQ)

  1. Q: Apa yang perlu dipersiapkan secara finansial sebelum resign dari pekerjaan?

    A: Sebelum resign, pastikan kondisi finansial Anda aman. Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain:

    • Dana darurat: idealnya cukup untuk menutup kebutuhan hidup 3–6 bulan untuk individu yang masih lajang, dan 6-9 bulan untuk yang sudah berkeluarga.
    • Perencanaan tabungan dan utang: lunasi utang yang bisa memberatkan, dan pastikan tabungan tetap tersedia untuk kebutuhan mendesak.
    • Rencana income tambahan: jika memungkinkan, mulai siapkan sumber penghasilan lain, seperti freelance atau project sampingan.
    • Perlindungan finansial: pastikan Anda memiliki asuransi kesehatan atau proteksi lain agar risiko tak terduga tidak mengganggu tabungan.
       
  2. Q: Bagaimana menjaga cash flow tetap aman setelah resign?

    A: Setelah resign, aliran kas bisa berubah drastis, jadi penting untuk:

    • Membuat anggaran baru: sesuaikan pengeluaran dengan sisa tabungan dan potensi penghasilan sementara.
    • Prioritaskan kebutuhan pokok: utamakan biaya makan, transportasi, sewa, dan tagihan penting.
    • Manfaatkan dana darurat secara bijak: hanya gunakan untuk kebutuhan mendesak, bukan gaya hidup.
    • Cari tambahan income: gunakan skill yang dimiliki untuk proyek freelance, kelas online, atau peluang kerja sementara agar cash flow tetap stabil.

Artikel lainnya

Investasi di Masa Pandemi: Momen yang Tepat untuk Investasi
Investasi

Investasi di Masa Pandemi: Momen yang Tepat untuk Investasi

01-02-2021
4 Jenis Investasi Jangka Pendek | Prudential Indonesia
Investasi

4 Jenis Investasi Jangka Pendek | Prudential Indonesia

15-08-2022
Tren Investasi Menguntungkan di 2023 | Prudential Indonesia
Investasi

Tren Investasi Menguntungkan di 2023 | Prudential Indonesia

15-08-2022
Cara Menabung Efektif untuk Membeli Rumah Impian Anda
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cara Menabung Efektif untuk Membeli Rumah Impian Anda

04-05-2023
Cara Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda | Prudential Indonesia
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cara Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda | Prudential Indonesia

15-09-2022
Cicil atau Nabung Dulu? Kiat Cerdas Atur Keuangan Anda
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cicil atau Nabung Dulu? Kiat Cerdas Atur Keuangan Anda

20-02-2025
Strategi mengelolaan Keuangan untuk Gen Z
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Strategi mengelolaan Keuangan untuk Gen Z

20-12-2024
Strategi Belanja di Online Shop Agar Keuangan Tetap Aman
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Strategi Belanja di Online Shop Agar Keuangan Tetap Aman

03-01-2024
Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan dalam Keuangan
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan dalam Keuangan

07-06-2024
Tips Menabung Agar Bisa Punya Rumah | Prudential Indonesia
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Tips Menabung Agar Bisa Punya Rumah | Prudential Indonesia

15-09-2022
Generasi Sandwich: Definisi, dan Cara Mengatur Keuangan
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Generasi Sandwich: Definisi, dan Cara Mengatur Keuangan

25-08-2023
Generasi Sandwich: Definisi, dan Cara Mengatur Keuangan
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Generasi Sandwich: Definisi, dan Cara Mengatur Keuangan

25-08-2023
6 Tips Efektif Mengatur Uang THR untuk Menyambut Hari Raya
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

6 Tips Efektif Mengatur Uang THR untuk Menyambut Hari Raya

18-04-2023
Cara Menghitung Dana Darurat: Usia Muda dan Berkeluarga
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cara Menghitung Dana Darurat: Usia Muda dan Berkeluarga

29-05-2023
Awal Tahun, Sudahkah Anda Melakukan Perencanaan Keuangan?
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Awal Tahun, Sudahkah Anda Melakukan Perencanaan Keuangan?

21-02-2025
Strategi Keuangan Memiliki Rumah untuk Generasi Milenial
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Strategi Keuangan Memiliki Rumah untuk Generasi Milenial

30-08-2023
Fire Movement: Menuju Kemandirian Finansial dan Pensiun Dini
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Fire Movement: Menuju Kemandirian Finansial dan Pensiun Dini

30-08-2023
Kesalahan dan Tipsnya dalam Mengelola Gaji Pertama
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Kesalahan dan Tipsnya dalam Mengelola Gaji Pertama

19-10-2023
Impulsive Buying: Mengatasi Godaan Belanja saat Bulan Puasa
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Impulsive Buying: Mengatasi Godaan Belanja saat Bulan Puasa

18-04-2023
Piramida Perencanaan Keuangan untuk Atur Finansial
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Piramida Perencanaan Keuangan untuk Atur Finansial

03-02-2023
Mengelola Keuangan Mudik: Tips Agar Liburan Lebaran Lebih Terencana dan Terkendali
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Mengelola Keuangan Mudik: Tips Agar Liburan Lebaran Lebih Terencana dan Terkendali

18-04-2023
Financial Planner: Pengertian, Tugas dan Sertifikasi
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Financial Planner: Pengertian, Tugas dan Sertifikasi

23-01-2024
11 Tips Belanja Cerdas untuk Mengontrol Pengeluaran
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

11 Tips Belanja Cerdas untuk Mengontrol Pengeluaran

Ketahui Apa Itu ESG Beserta Contohnya | Prudential Indonesia
Bisnis

Ketahui Apa Itu ESG Beserta Contohnya | Prudential Indonesia

7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Literasi Keuangan

7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda

Money Life Hacks yang Mudah Diterapkan dalam Kehidupan
Literasi Keuangan

Money Life Hacks yang Mudah Diterapkan dalam Kehidupan

Manfaat Menabung: Mengapa Menabung Penting dan Bagaimana Memulainya Sejak Dini
Literasi Keuangan

Manfaat Menabung: Mengapa Menabung Penting dan Bagaimana Memulainya Sejak Dini

Fungsi Dana Pensiun Beserta Jenis dan Cara Memilihnya
Literasi Keuangan

Fungsi Dana Pensiun Beserta Jenis dan Cara Memilihnya

Mengenal Latte Factor: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Literasi Keuangan

Mengenal Latte Factor: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Side Hustle: Jalan Tambahan Menuju Kebebasan Finansial
Literasi Keuangan

Side Hustle: Jalan Tambahan Menuju Kebebasan Finansial

Money Habit yang Diterapkan untuk Mengelola Keuangan Anak
Literasi Keuangan

Money Habit yang Diterapkan untuk Mengelola Keuangan Anak

Keamanan Finansial: Langkah-langkah Menuju Kesejahteraan Keuangan
Literasi Keuangan

Keamanan Finansial: Langkah-langkah Menuju Kesejahteraan Keuangan

Mau investasi emas ketahui terlebih dahulu tips berikut ini
Investasi

Mau investasi emas ketahui terlebih dahulu tips berikut ini

5 Cara Mengeloa Aset Pribadi yang Efektif dan Efisien
Investasi

5 Cara Mengeloa Aset Pribadi yang Efektif dan Efisien

Investasi Bodong: Cara Mengenali dan Menghindari Penipuan
Investasi

Investasi Bodong: Cara Mengenali dan Menghindari Penipuan

Waktu yang Tepat Untuk Investasi | Prudential Indonesia
Investasi

Waktu yang Tepat Untuk Investasi | Prudential Indonesia

Tabungan Hari Tua: Pentingnya Mempersiapkan Dana Pensiun
Investasi

Tabungan Hari Tua: Pentingnya Mempersiapkan Dana Pensiun

Investasi di Masa Muda untuk Raih Masa Depan Cerah
Investasi

Investasi di Masa Muda untuk Raih Masa Depan Cerah

17-02-2021
Investasi Aktif dan Pasif: Strategi untuk Keuangan Anda
Investasi

Investasi Aktif dan Pasif: Strategi untuk Keuangan Anda

12-07-2024
Investasi Anak Muda di Masa Depan | Prudential Indonesia
Investasi

Investasi Anak Muda di Masa Depan | Prudential Indonesia

26-01-2021
Literasi Finansial: Pengertian, Manfaat, dan Prinsip Utamanya
Literasi Keuangan

Literasi Finansial: Pengertian, Manfaat, dan Prinsip Utamanya

06-02-2025
10 Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Penghasilan
Literasi Keuangan

10 Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Penghasilan

06-02-2025
Cara Trading dan Investasi Saham untuk Pemula
Investasi

Cara Trading dan Investasi Saham untuk Pemula

19-11-2020
Simak! 6 Jenis Investasi untuk Pemula yang Paling Populer
Investasi

Simak! 6 Jenis Investasi untuk Pemula yang Paling Populer

26-01-2021
Memasuki Tahun Ajaran Baru, Ini Cara Menyiapkan Budget Sekolah Anak
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Memasuki Tahun Ajaran Baru, Ini Cara Menyiapkan Budget Sekolah Anak

06-03-2026

Rencanakan perlindungan anda

Tenaga pemasar Kami siap membantu dalam memberikan rekomendasi produk yang sesuai bagi Anda dan keluarga

Alternative text for accessibility