Rangkuman:

  • Evaluasi pengeluaran dapat dilakukan dengan mencatat semua pemasukan dan pengeluaran dan pemasukan bulanan
  • Buat formula anggaran baru, jika dirasa pengeluaran sudah tidak terkontrol
  • Siapkan side job untuk mensupport pemasukan
  • Batasi pengeluaran yang kurang mendesak seperti hiburan dan jajan
  • Lakukan evaluasi secara rutin

Kondisi overbudget seringkali menghampiri tanpa disadari, entah karena pengeluaran yang terlihat kecil tapi sering, atau karena biaya hidup yang pelan-pelan naik tanpa disadari. Jika kondisi keuangan sudah terasa tidak seimbang, ini adalah saat yang tepat untuk melakukan reset keuangan.

Cara reset keuangan bisa dimulai dengan melakukan evaluasi pengeluaran beberapa bulan ke belakang, demi menciptakan fondasi keuangan yang kuat. Berikut cara melakukan reset keuangan secara aman, yang bisa jadi referensi:

Evaluasi Kondisi Keuangan Saat Ini

Reset keuangan dimulai dari melakukan evaluasi pengeluaran dalam beberapa bulan ke belakang. Di sini Anda perlu mencari tahu pos keuangan mana yang membuat pengeluaran jadi ‘overbudget’. Berikut beberapa cara melakukan evaluasi keuangan yang efektif:

  1. Catat Semua Pemasukan dan Pengeluaran Bulanan

    Langkah pertama, kumpulkan semua mutasi rekening dan struk belanja. Catat berapa banyak uang masuk dan ke mana saja uang itu keluar. Terkadang kebocoran halus baru disadari setelah melihat catatan tertulis.

  2. Identifikasi dan Evaluasi Pengeluaran yang Berlebihan

    Cari tahu pos mana yang menjadi penyebab utama masalah overbudget. Apakah biaya makan di luar? Belanja online? Atau gaya hidup yang sedang di atas kemampuan? Dengan mengetahui sumber masalahnya, Anda tahu bagian mana yang harus diperbaiki.

  3. Hitung Sisa Dana dan Kewajiban yang Harus Dibayar

    Lihat berapa sisa dana yang benar-benar Anda pegang dan bandingkan dengan tagihan atau cicilan yang masih harus dilunasi. Langkah evaluasi ini memungkinkan Anda untuk melakukan ‘rem’ pengeluaran secara signifikan.

Buat Formula Anggaran Baru

Setelah mengetahui sumber masalahnya, Anda harus segera membuat formula anggaran baruuntuk meminimalisir kesalahan yang sama, berikut strateginya:

  1. Tentukan Prioritas Pengeluaran Bulanan

    Sebelum membeli sesuatu yang diinginkan, pastikan Anda sudah memenuhi semua kewajiban utama seperti kebutuhan pokok, tagihan rutin, dan cicilan. Fokuskan anggaran pada pengeluaran yang menjadi prioritas.

    Jika semua kewajiban sudah terpenuhi, barulah Anda dapat mempertimbangkan pengeluaran lain yang bersifat keinginan. Tetapkan batas yang jelas agar pengeluaran tersebut tidak mengganggu stabilitas keuangan.

  2. Tentukan Persentase Ideal untuk Setiap Pos Anggaran

    Setelah mengetahui prioritas pengeluaran dan menyisihkan tabungan atau dana darurat, saatnya menyusun formula anggaran yang realistis. Tentukan persentase untuk setiap pos, misalnya:

    • 50% untuk kebutuhan pokok (makan, sewa, tagihan rutin)
    • 30% untuk tabungan dan pembayaran utang
    • 20% untuk pengeluaran fleksibel atau keinginan pribadi

    Persentase ini bisa disesuaikan sesuai kondisi keuangan saat ini, namun Anda harus memiliki panduan yang jelas agar setiap rupiah digunakan dengan efektif dan arus kas tetap stabil.

  3. Sisihkan Dana Darurat dan Tabungan

    Meski sedang reset keuangan, Anda harus tetap menyisihkan tabungan dan darurat. Walaupun sedikit, namun nominal yang Anda tabung bisa menjadi jaring pengaman di masa depan. Jadikan pos pengeluaran ini salah satu prioritas keuangan Anda.

Tingkatkan Income

Reset anggaran juga berkaitan dengan meningkatkan pendapatan, supaya Anda bisa lebih leluasa dalam mengatur keuangan bulanan. Berikut beberapa tips untuk meningkatkan income yang bisa dicoba:

  1. Pertimbangkan Freelance atau Side Job

    Di era digital, banyak peluang pekerjaan sampingan yang bisa dikerjakan dari rumah. Cari pekerjaan lepasan yang tidak mengganggu pekerjaan utama namun bisa menambah saldo tabungan Anda secara signifikan.

  2. Memanfaatkan Skill yang Dimiliki

    Kalau Anda memiliki bakat seperti desain, menulis, atau memasak, gunakan bakat tersebut untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Selain menghasilkan, kegiatan ini juga memungkinkan Anda untuk meningkatkan skill yang sudah dimiliki saat ini.

  3. Coba Lakukan Investasi

    Selain bekerja lebih, Anda bisa mempertimbangkan sumber pendapatan pasif yang aman, seperti menabung dengan bunga tinggi, deposito, atau reksa dana sesuai profil risiko. Pendapatan tambahan ini mungkin tidak besar di awal, tapi seiring waktu bisa membantu memperkuat keuangan bulanan.

Batasi Pengeluaran yang Kurang Mendesak

Ini adalah tahap "detoks" keuangan. Saatnya membuang racun-racun pengeluaran yang tidak memberikan nilai tambah jangka panjang. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

  1. Hentikan Sementara Belanja Konsumtif

    Terapkan aturan 30-day rule: Jika ingin membeli barang non-pokok, tunggu 30 hari. Biasanya, setelah waktu tersebut berlalu, keinginan impulsif itu akan hilang. Berhenti sejenak dari belanja konsumtif adalah cara tercepat untuk menyehatkan cash flow.

  2. Batasi Pengeluaran Hiburan dan Jajan

    Bukan berarti tidak boleh bersenang-senang, tapi frekuensinya perlu diatur. Ganti kopi mahal dengan seduhan sendiri, atau cari hiburan gratis seperti olahraga di taman atau menonton film di rumah. Penghematan kecil di sini akan sangat terasa di akhir bulan.

  3. Gunakan Alternatif Hemat untuk Kebutuhan Sehari-hari

    Cari merek lokal yang lebih terjangkau namun kualitasnya setara, atau manfaatkan promo bahan pangan di pasar tradisional. Berpindah ke alternatif hemat bukan berarti menurunkan kualitas hidup, melainkan meningkatkan kecerdasan dalam berbelanja.

Lakukan Evaluasi dan Sesuaikan Rencana Finansial

Reset finansial bukan acara sekali jadi, melainkan sebuah proses yang berkelanjutan. Jika di tengah jalan ada proses yang tidak sesuai, pastikan Anda segera memperbaikinya agar masalah tidak berkepanjangan, berikut beberapa tipsnya:

  1. Lakukan Evaluasi Setiap Minggu atau Bulan

    Luangkan waktu di akhir pekan untuk melihat apakah pengeluaran Anda sudah sesuai jalur. Evaluasi mingguan jauh lebih efektif daripada bulanan karena Anda bisa langsung melakukan koreksi sebelum kesalahan keuangan menjadi terlalu besar.

  2. Sesuaikan Anggaran Berdasarkan Hasil Evaluasi

    Jika anggaran yang dibuat terasa terlalu ketat hingga kebutuhan harian sulit terpenuhi, segera lakukan penyesuaian. Anggaran yang baik adalah yang fleksibel terhadap kebutuhan hidup yang nyata, namun tetap dalam batas kemampuan.

  3. Tetapkan Tujuan Finansial yang Realistis dan Konsisten

    Jangan mencoba memperbaiki semua dalam semalam. Tetapkan tujuan kecil yang bisa dicapai, misalnya "bulan ini tidak pakai kartu kredit". Konsistensi dalam langkah kecil akan membawa Anda pada stabilitas keuangan jangka panjang.

Melakukan reset keuangan memang membutuhkan disiplin dan kesabaran, namun dengan ketekunan, aktivitas ini bisa berdampak signifikan pada keuangan Anda, terutama pada pengeluaran rutin bulanan.

Selain mengatur anggaran, perencanaan masa depan juga perlu dilakukan dengan memiliki proteksi jiwa seperti PRULink Next Gen dari Prudential Indonesia. Dapatkan manfaat atas kondisi meninggal dunia akibat kecelakaan, hingga tambahan alokasi investasi. Untuk cari tahu selengkapnya, cek di bawah ini!

Frequently Asked Questions (FAQ)

  1. Q: Bagaimana cara mulai reset keuangan saat sudah overbudget?

     A: Mulai dengan langkah sederhana

    • Evaluasi kondisi keuangan saat ini: catat semua pemasukan, pengeluaran, dan utang.
    • Tentukan prioritas pengeluaran: pastikan kebutuhan pokok, tagihan rutin, dan cicilan terpenuhi lebih dulu.
    • Sisihkan tabungan dan dana darurat: pastikan Anda memilki dana darurat sesuai tanggungan dan tingkat kehidupan, yakni 3-6 bulan untuk individu lajang dan 6-9 bulan untuk yang sudah berkeluarga.
    • Buat formula anggaran baru: alokasikan persentase untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan pengeluaran fleksibel.
    • Tingkatkan pendapatan bila memungkinkan: misalnya melalui pekerjaan sampingan atau investasi ringan.
       
  2. Q: Tips apa yang bisa membantu menjaga budget setelah reset?

    A: Agar tidak terjatuh ke lubang yang sama, Anda perlu membangun sistem pertahanan yang lebih kuat:

    • Gunakan Sistem Kantong (Enveloping): Pisahkan uang ke dalam pos-pos digital atau rekening berbeda sesuai kegunaannya. Begitu jatah satu pos habis, jangan ambil dari pos lain.
    • Terapkan Aturan 24 Jam: Sebelum membeli barang yang diinginkan (bukan dibutuhkan), tunggu 24 jam. Biasanya, keinginan tersebut akan mereda setelah Anda berpikir lebih jernih.
    • Evaluasi Mingguan: Jangan menunggu akhir bulan untuk cek saldo. Evaluasi mingguan membantu Anda mendeteksi "kebocoran" lebih cepat sehingga Anda bisa segera mengerem pengeluaran.

Artikel lainnya

Investasi di Masa Pandemi: Momen yang Tepat untuk Investasi
Investasi

Investasi di Masa Pandemi: Momen yang Tepat untuk Investasi

01-02-2021
4 Jenis Investasi Jangka Pendek | Prudential Indonesia
Investasi

4 Jenis Investasi Jangka Pendek | Prudential Indonesia

15-08-2022
Tren Investasi Menguntungkan di 2023 | Prudential Indonesia
Investasi

Tren Investasi Menguntungkan di 2023 | Prudential Indonesia

15-08-2022
Cara Menabung Efektif untuk Membeli Rumah Impian Anda
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cara Menabung Efektif untuk Membeli Rumah Impian Anda

04-05-2023
Cara Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda | Prudential Indonesia
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cara Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda | Prudential Indonesia

15-09-2022
Cicil atau Nabung Dulu? Kiat Cerdas Atur Keuangan Anda
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cicil atau Nabung Dulu? Kiat Cerdas Atur Keuangan Anda

20-02-2025
Strategi mengelolaan Keuangan untuk Gen Z
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Strategi mengelolaan Keuangan untuk Gen Z

20-12-2024
Strategi Belanja di Online Shop Agar Keuangan Tetap Aman
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Strategi Belanja di Online Shop Agar Keuangan Tetap Aman

03-01-2024
Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan dalam Keuangan
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cara Membedakan Kebutuhan dan Keinginan dalam Keuangan

07-06-2024
Tips Menabung Agar Bisa Punya Rumah | Prudential Indonesia
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Tips Menabung Agar Bisa Punya Rumah | Prudential Indonesia

15-09-2022
Generasi Sandwich: Definisi, dan Cara Mengatur Keuangan
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Generasi Sandwich: Definisi, dan Cara Mengatur Keuangan

25-08-2023
Generasi Sandwich: Definisi, dan Cara Mengatur Keuangan
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Generasi Sandwich: Definisi, dan Cara Mengatur Keuangan

25-08-2023
6 Tips Efektif Mengatur Uang THR untuk Menyambut Hari Raya
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

6 Tips Efektif Mengatur Uang THR untuk Menyambut Hari Raya

18-04-2023
Cara Menghitung Dana Darurat: Usia Muda dan Berkeluarga
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Cara Menghitung Dana Darurat: Usia Muda dan Berkeluarga

29-05-2023
Awal Tahun, Sudahkah Anda Melakukan Perencanaan Keuangan?
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Awal Tahun, Sudahkah Anda Melakukan Perencanaan Keuangan?

21-02-2025
Strategi Keuangan Memiliki Rumah untuk Generasi Milenial
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Strategi Keuangan Memiliki Rumah untuk Generasi Milenial

30-08-2023
Fire Movement: Menuju Kemandirian Finansial dan Pensiun Dini
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Fire Movement: Menuju Kemandirian Finansial dan Pensiun Dini

30-08-2023
Kesalahan dan Tipsnya dalam Mengelola Gaji Pertama
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Kesalahan dan Tipsnya dalam Mengelola Gaji Pertama

19-10-2023
Impulsive Buying: Mengatasi Godaan Belanja saat Bulan Puasa
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Impulsive Buying: Mengatasi Godaan Belanja saat Bulan Puasa

18-04-2023
Piramida Perencanaan Keuangan untuk Atur Finansial
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Piramida Perencanaan Keuangan untuk Atur Finansial

03-02-2023
Mengelola Keuangan Mudik: Tips Agar Liburan Lebaran Lebih Terencana dan Terkendali
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Mengelola Keuangan Mudik: Tips Agar Liburan Lebaran Lebih Terencana dan Terkendali

18-04-2023
Financial Planner: Pengertian, Tugas dan Sertifikasi
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Financial Planner: Pengertian, Tugas dan Sertifikasi

23-01-2024
11 Tips Belanja Cerdas untuk Mengontrol Pengeluaran
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

11 Tips Belanja Cerdas untuk Mengontrol Pengeluaran

Ketahui Apa Itu ESG Beserta Contohnya | Prudential Indonesia
Bisnis

Ketahui Apa Itu ESG Beserta Contohnya | Prudential Indonesia

7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda
Literasi Keuangan

7 Metode Budgeting untuk Perencanaan Keuangan Anda

Money Life Hacks yang Mudah Diterapkan dalam Kehidupan
Literasi Keuangan

Money Life Hacks yang Mudah Diterapkan dalam Kehidupan

Manfaat Menabung: Mengapa Menabung Penting dan Bagaimana Memulainya Sejak Dini
Literasi Keuangan

Manfaat Menabung: Mengapa Menabung Penting dan Bagaimana Memulainya Sejak Dini

Fungsi Dana Pensiun Beserta Jenis dan Cara Memilihnya
Literasi Keuangan

Fungsi Dana Pensiun Beserta Jenis dan Cara Memilihnya

Mengenal Latte Factor: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Literasi Keuangan

Mengenal Latte Factor: Definisi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Side Hustle: Jalan Tambahan Menuju Kebebasan Finansial
Literasi Keuangan

Side Hustle: Jalan Tambahan Menuju Kebebasan Finansial

Money Habit yang Diterapkan untuk Mengelola Keuangan Anak
Literasi Keuangan

Money Habit yang Diterapkan untuk Mengelola Keuangan Anak

Keamanan Finansial: Langkah-langkah Menuju Kesejahteraan Keuangan
Literasi Keuangan

Keamanan Finansial: Langkah-langkah Menuju Kesejahteraan Keuangan

Mau investasi emas ketahui terlebih dahulu tips berikut ini
Investasi

Mau investasi emas ketahui terlebih dahulu tips berikut ini

5 Cara Mengeloa Aset Pribadi yang Efektif dan Efisien
Investasi

5 Cara Mengeloa Aset Pribadi yang Efektif dan Efisien

Investasi Bodong: Cara Mengenali dan Menghindari Penipuan
Investasi

Investasi Bodong: Cara Mengenali dan Menghindari Penipuan

Waktu yang Tepat Untuk Investasi | Prudential Indonesia
Investasi

Waktu yang Tepat Untuk Investasi | Prudential Indonesia

Tabungan Hari Tua: Pentingnya Mempersiapkan Dana Pensiun
Investasi

Tabungan Hari Tua: Pentingnya Mempersiapkan Dana Pensiun

Investasi di Masa Muda untuk Raih Masa Depan Cerah
Investasi

Investasi di Masa Muda untuk Raih Masa Depan Cerah

17-02-2021
Investasi Aktif dan Pasif: Strategi untuk Keuangan Anda
Investasi

Investasi Aktif dan Pasif: Strategi untuk Keuangan Anda

12-07-2024
Investasi Anak Muda di Masa Depan | Prudential Indonesia
Investasi

Investasi Anak Muda di Masa Depan | Prudential Indonesia

26-01-2021
Literasi Finansial: Pengertian, Manfaat, dan Prinsip Utamanya
Literasi Keuangan

Literasi Finansial: Pengertian, Manfaat, dan Prinsip Utamanya

06-02-2025
10 Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Penghasilan
Literasi Keuangan

10 Cara Menghasilkan Uang dari HP untuk Menambah Penghasilan

06-02-2025
Cara Trading dan Investasi Saham untuk Pemula
Investasi

Cara Trading dan Investasi Saham untuk Pemula

19-11-2020
Simak! 6 Jenis Investasi untuk Pemula yang Paling Populer
Investasi

Simak! 6 Jenis Investasi untuk Pemula yang Paling Populer

26-01-2021
Resign Tetap Aman, Ini Cara Menjaga Keuangan Agar Tetap Stabil
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Resign Tetap Aman, Ini Cara Menjaga Keuangan Agar Tetap Stabil

05-03-2026
Memasuki Tahun Ajaran Baru, Ini Cara Menyiapkan Budget Sekolah Anak
Manajemen dan Perencanaan Keuangan

Memasuki Tahun Ajaran Baru, Ini Cara Menyiapkan Budget Sekolah Anak

06-03-2026

Rencanakan perlindungan anda

Tenaga pemasar Kami siap membantu dalam memberikan rekomendasi produk yang sesuai bagi Anda dan keluarga

Alternative text for accessibility