Rincian Biaya Nikah yang Harus Dipersiapkan
Sebelum memulai persiapan pernikahan, calon pengantin harus mengetahui rincian biaya pernikahan yang perlu dipersiapkan. Berikut adalah beberapa rincian biaya pernikahan yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda.
1. Biaya Venue dan Dekorasi
Pertama, Anda perlu mempertimbangkan biaya venue dan dekorasi. Biaya venue biasanya mencakup biaya pemesanan tempat yang sesuai dengan kebutuhan dan jumlah tamu yang diperkirakan. Biaya ini juga mencakup perlengkapan yang diperlukan seperti meja dan kursi, tenda, dan peralatan lainnya. Namun, ada juga vendor yang mengecualikan biaya listrik dan air dalam paket penyewaan venue sehingga Anda perlu mempertimbangkannya juga. Oleh karena biaya venue lebih besar daripada biaya lainnya, Anda perlu memprioritaskannya terlebih dahulu serta mencari lokasi pernikahan yang sesuai dengan kebutuhan.
Sedangkan biaya dekorasi mencakup pembelian bunga dekorasi, aksesoris, dan pernak-pernik lainnya. Terkadang, biaya dekorasi juga mencakup biaya untuk konsultan dekorasi dan staf yang akan membantu menghias ruangan. Biasanya, biaya dekorasi ruangan dimulai dari Rp5.000.000.
2. Biaya Katering dan Konsumsi
Kedua, ada juga biaya katering dan konsumsi untuk tamu undangan. Biaya katering ini bisa bervariasi tergantung pada jenis makanan, jumlah porsi yang disajikan, dan jenis layanan yang dipilih. Pertimbangkan juga biaya peralatannya yang terdiri dari piring, sendok, garpu, dan gelas. Biaya katering pernikahan biasanya berkisar antara Rp500.000 sampai dengan Rp16.000.000.
3. Biaya Busana Pengantin
Berikutnya adalah biaya busana pengantin yang perlu dirinci dengan detail. Biaya ini tergantung pada kualitas dan jenis bahan yang dipilih serta tempat pembelian busananya. Berikut adalah kisaran atau rata-rata rincian biaya busana pengantin yang bisa menjadi gambaran untuk Anda dari yang diambil dari beberapa sumber:
Pakaian Pengantin Wanita: Rp5.000.000-Rp15.000.000.
Pakaian Pengantin Pria: Rp3.000.000-Rp10.000.000.
Aksesoris, termasuk di antaranya adalah sepatu, gaun, perhiasan, dan tas. Rata-rata berkisar antara Rp2.000.000-Rp5.000.000.
Cincin Pernikahan: Rata-rata berkisar antara Rp10.000.000-Rp15.000.000.
Pakaian Pengiring Pengantin: biasanya berkisar antara Rp2.000.000-Rp5.000.000.
Tata rias dan tata rambut pengantin: Rp500.000-Rp1.500.000.
4. Biaya Fotografi dan Videografi
Tentunya Anda juga ingin mengabadikan momen berharga ini untuk dikenang bersama si buah hati nantinya. Berikut rincian biaya fotografi dan videografi untuk pernikahan:
Biaya fotografi bisa dimulai dari Rp500.000-Rp. 10.000.000, tergantung pada kualitas dan jumlah gambar yang diambil. Harganya juga bisa tergantung pada lokasi, durasi yang diperlukan untuk sesi fotografi dan jenis fotonya. Lebih baik Anda juga mempertimbangkan biaya fotografi prewedding jika diperlukan.
Biaya videografi bisa dimulai dari Rp1.000.000-Rp20.000.000, tergantung pada kualitas dan jumlah video yang direkam. Harganya juga bisa tergantung pada durasi waktu yang diperlukan, lokasi dan jenis video yang direkam.
Ada juga vendor yang menyediakan jasa fotografi dan videografi dalam satu paket, jadi Anda bisa mempertimbangkan opsi ini dengan memperhatikan kualitasnya.
5. Biaya Undangan dan Suvenir
Rincian biaya nikah yang terakhir adalah undangan dan suvenir. Biaya undangan biasanya tergantung pada jumlah orang yang diundang serta jenis dan ukuran undangannya. Biasanya, biaya undangan dimulai dari Rp8.000-Rp10.000 per undangan. Sementara itu, biaya suvenir mencakup bisa bervariasi tergantung pada item yang dipilih dan jumlahnya, yang biasanya berkisar antara Rp2.000-Rp. 5.000 per item.
Perlu diketahui bahwa rincian biaya pernikahan di atas hanya merupakan gambaran kasar saja. Anda bisa menyesuaikan biaya tersebut dengan kebutuhan atau nuansa pernikahan yang .
6. Biaya Wedding Organizer dan Tenaga Tambahan
Terkadang Anda juga mempertimbangkan jasa Wedding Organizer atau WO untuk membantu mempersiapkan pernikahan. WO bertugas untuk berkoordinasi dengan Anda mengenai tema dan konsep acara. Mereka juga yang membantu memilih vendor pernikahan dan berkoordinasi bersama untuk memastikan seluruh aspek di pernikahan berjalan lancar.
Berapa biaya yang dibutuhkan untuk merekrut WO? Rincian biayanya sebenarnya tergantung paket yang disediakan. Anda bisa mempersiapkan dana minimal Rp5.000.000 sampai yang paling besar bisa mencapai Rp110.000.000 untuk WO.
Baca juga: Berikut Cara Mengatur Keuangan untuk Para Keluarga Muda
Langkah-Langkah Persiapan Biaya Pernikahan
Pertanyaan yang sering muncul terkait biaya pernikahan adalah kapan waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkannya? Idealnya, menabung biaya pernikahan dimulai sejak Anda mulai memperoleh penghasilan. Misalkan Anda mulai mendapatkan penghasilan pada usia 21 tahun dan usia target pernikahan adalah 26 tahun. Anda masih mempunyai waktu 5 tahun untuk mempersiapkan dana pernikahan.
Bagaimana jika sudah berpenghasilan dan memiliki rencana pernikahan tetapi belum menyiapkan dananya sama sekali? Berdasarkan informasi dari Bridestory, Anda bisa mempersiapkan dana pernikahan dalam waktu 12 bulan sebelum hari H. Waktu tersebut dipilih karena Anda berpeluang besar mendapatkan vendor impian untuk momen sakral ini.
Untuk mempersiapkan dananya, Anda bisa melakukan di bawah ini:
1. Menentukan Total Budget Pernikahan
Langkah pertama dalam persiapan biaya pernikahan adalah menentukan total budget pernikahan. Ketahui berapa banyak dana yang tersedia untuk pernikahan dan tetapkan anggaran yang realistis serta mencakup semua biaya yang diperlukan. Anda juga perlu membuat anggaran dana darurat untuk biaya yang tidak dapat diprediksi, seperti biaya tambahan untuk katering. Selain rincian yang disebutkan di atas, Anda juga harus menyediakan dana untuk membayar biaya pajak dan biaya administrasi.
2. Membuat Rencana Alokasi Dana
Setelah mengetahui total anggaran pernikahan, buatlah rencana alokasi dana agar penggunaan dananya berjalan dengan efektif. Rencana alokasi dana bisa berupa pembagian dana untuk setiap kebutuhan pernikahan, seperti biaya katering, dekorasi, pakaian, dan lain-lain. Selain itu, rencana alokasi dana juga bisa membantu calon pengantin untuk mengatur jadwal pembayaran kepada para vendor yang terlibat dalam pernikahan.
3. Menghitung dan Memperkirakan Pengeluaran Pernikahan
Berikutnya, Anda harus menghitung dan memperkirakan pengeluaran pernikahan untuk mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan untuk melangsungkan pernikahan. Apabila sudah menghitung dan memperkirakan pengeluaran pernikahan, maka Anda bisa mengetahui jumlah yang dibutuhkan untuk melangsungkan pernikahan. Anda pun bisa menyusun anggaran yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan serta mencari tahu besaran biaya pernikahan yang dibutuhkan.
4. Mengadopsi Kebijakan Hemat dan Cerdas dalam Pembelanjaan
Dalam proses mengelola dana pernikahan, Anda perlu mengadopsi kebijakan hemat dan cerdas agar bisa menekan pengeluaran pernikahan. Contohnya, memilih venue yang lebih sederhana untuk resepsi pernikahan, mengurangi jumlah tamu, atau mencari penawaran yang lebih baik untuk peralatan pernikahan. Dengan mengikuti kebijakan hemat dan cerdas, Anda dapat mengurangi pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas dan kenikmatan pernikahannya.
Baca juga: Cara Investasi dengan Modal Kecil
Strategi Alokasi Dana untuk Budget Pernikahan
Selain mengetahui langkah persiapan biaya pernikahan di atas, Anda juga perlu menerapkan strategi cerdas dalam mengalokasi dana untuk anggaran pernikahan. Bagaimana caranya? Lihat penjelasan di bawah ini!
1. Memprioritaskan Pengeluaran yang Penting
Walaupun ada banyak pengeluaran yang diperlukan untuk menyelenggarakan pernikahan, Anda harus menyeleksi biaya yang penting. Beberapa contoh pengeluaran penting yang harus dipertimbangkan adalah biaya katering, dekorasi, dan transportasi. Langkah ini dapat membantu Anda untuk menghemat biaya dan mengatur anggaran dengan lebih baik.
2. Mencari Potongan Harga dan Diskon untuk Layanan Pernikahan
Strategi cerdas dalam mengalokasikan dana pernikahan adalah mencari potongan harga dan diskon. Hal ini akan membantu anda untuk menekan pengeluaran pernikahan. Anda bisa mencari potongan harga dan diskon untuk layanan pernikahan dengan berbagai cara. Contohnya, mencari tawaran diskon yang ditawarkan oleh vendor pernikahan, menggunakan kupon diskon, atau mencari penawaran promosi.
3. Menggunakan Pendekatan 50/30/20 dalam Pengeluaran Pernikahan
Gunakan pendekatan 50/30/20 agar Anda bisa mengalokasikan dana yang dimiliki dengan lebih efisien. Pendekatan 50/30/20 berarti Anda dapat mengalokasikan 50% dari dana yang dimiliki untuk biaya pernikahan, 30% untuk biaya pasca-pernikahan, dan 20% untuk dana cadangan. Ini akan membantu Anda untuk mengatur pengeluaran dengan lebih baik dan menghindari overspending.
Ya, biaya yang harus Anda pertimbangkan tidak hanya untuk acara pernikahan, tetapi juga momen pasca-pernikahan dan membina rumah tangga nantinya. Persiapkan diri Anda pada momen tersebut dengan membaca artikel ini: Berikut Cara Mengatur Keuangan untuk Para Keluarga Muda.
4. Mengadopsi Konsep DIY (Do-It-Yourself) untuk Hemat Biaya
Baca juga: Cara Mengatur Pengeluaran dengan Bijak
Mengapa tidak mencoba berpikir kreatif dan menerapkan konsep DIY dalam pernikahan? Cara ini makin populer karena bisa menghemat biaya pernikahan sekaligus mengekspresikan gaya dan nuansa yang diinginkan calon pengantin. Anda dapat menggunakan berbagai macam bahan dan teknik untuk membuat dekorasi, undangan, dan banyak lagi yang sesuai dengan tema pernikahan impian. Dengan menggunakan kreativitas dan kemampuan sendiri, Anda dapat menciptakan sesuatu yang unik dan berkesan di hari spesial sendiri.