Keracunan merupakan masalah yang bisa dialami oleh semua kalangan usia mulai dariari anak-anak hingga orang dewasa. Oleh karena itu,setiap orang perlu mewaspadai berbagai hal yang dapat menjadi sumber racun bagi tubuh.
Banyak yang mengira keracunan hanya disebabkan oleh makanan atau minuman yang terkontaminasi, padahal racun juga bisa berasal dari aktivitas maupun produk yang ada di sekitar kita. Mengenali sumber-sumber racun ini cukup penting, supaya kita bisa lebih waspada dan terhindar dari keracunan.
Sebab keracunan yang tidak tertanganin dengan baik bisa menyebabkan masalah serius. Jadi, apa saja faktor-faktor yang bisa menyebabkan seseorang mengalami keracunan? Untuk mengetahui jawabannya, berikut informasi yang bisa dipahami.
Keracunan adalah kondisi ketika tubuh menerima atau terpapar zat berbahaya dalam jumlah tertentu yang mengganggu fungsi normal organ. Paparan racun bisa masuk melalui berbagai cara, tertelan, terhirup, terserap lewat, kulit, atau bahkan kontak langsung.
Dilansir dari repository Kementerian Kesehatan tahun 2025, efek zat kimia pada tubuh dapat digambarkan sebagai efek lokal maupun sistemik. Efek lokal terbatas pada bagian tubuh yang kontak dengan bahan kimia, seperti kulit, mata, dan saluran pernafasan. Sedangkan, efek sistemik adalah efek yang lebih umum terjadi, ketika racun diserap ke dalam tubuh.
Keracunan yang terjadi pada seseorang bisa bereaksi dalam jangka waktu yang berbeda-beda, tergantung pada jenis zat, jumlah paparan, serta kondisi tubuh seseorang. Oleh karena itu, keracunan tidak bisa diarena dampaknya bisa berkembang sangat cepat dan mempengaruhi organ penting.
Banyak hal yang sering tidak disadari ternyata dapat menjadi penyebab keracunan. Dalam beberapa kasus, efek keracunan bisa muncul hanya dalam hitungan detik, sehingga mengetahui penyebabnya sangat penting untuk pencegahan. Berikut ini adalah beberapa jenis keracunan berdasarkan penyebabnya yang perlu diketahui.
Obat
Keracunan obat sering kali terjadi akibat penggunaan obat dalam dosis berlebihan (overdosis). Kondisi ini bisa disebabkan oleh ketidaktahuan terhadap dosis yang tepat, kesalahan dalam membaca petunjuk penggunaan, atau penggunaan obat tanpa resep dokter.
Selain itu, mengonsumsi beberapa jenis obat secara bersamaan tanpa pengawasan medis juga dapat menimbulkan interaksi berbahaya yang berujung pada keracunan.
Kosmetik
Keracunan akibat kosmetik dapat terjadi ketika produk mengandung bahan kimia berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, atau timbal. Penggunaan kosmetik palsu atau tidak terdaftar di lembaga pengawas obat dan makanan juga meningkatkan risiko keracunan.
Paparan zat berbahaya dalam kosmetik dapat menyebabkan iritasi kulit, alergi, gangguan hormon, bahkan kerusakan organ dalam jika zat tersebut terserap ke tubuh melalui kulit atau tertelan secara tidak sengaja.
Makanan dan Minuman
Keracunan makanan dan minuman biasanya disebabkan oleh kontaminasi bakteri, virus, jamur, atau bahan kimia berbahaya. Penyimpanan yang tidak higienis, makanan kedaluwarsa, atau penggunaan bahan tambahan yang berlebihan seperti pewarna dan pengawet sintetis juga dapat memicu terjadinya keracunan.
Gejalanya antara lain mual, muntah, diare, nyeri perut, dan dalam kasus parah bisa menyebabkan dehidrasi atau gangguan pada sistem pencernaan. Oleh karena itu, usahakan untuk selalu memastikan kebersihan makanan dan peralatan makan sebelum dikonsumsi.
Kimia Rumah Tangga
Bahan kimia yang sering digunakan di rumah, seperti pembersih lantai, pemutih pakaian, pengharum ruangan, atau cairan pembasmi serangga, dapat menjadi sumber keracunan bila tertelan, terhirup, atau mengenai kulit.
Beberapa produk ada yang mengandung zat korosif dan beracun. Oleh karena itu, penyimpanan yang aman dan penggunaan sesuai petunjuk sangat penting untuk mencegah risiko keracunan, terutama pada anak-anak.
Pestisida
Pestisida umumnya digunakan untuk membasmi hama pada tanaman, tetapi zat ini bisa beracun bagi manusia jika tidak digunakan dengan benar. Keracunan dapat terjadi melalui inhalasi (terhirup), kontak kulit, atau tertelan.
Gejala yang muncul bisa berupa pusing, mual, sesak napas, kejang, bahkan kehilangan kesadaran. Penggunaan alat pelindung diri saat menyemprot pestisida serta penyimpanan di tempat tertutup dan terpisah dari bahan makanan sangat disarankan untuk diperhatikan.
Gas Beracun (Karbon Monoksida)
Karbon monoksida (CO) adalah gas beracun yang tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, sehingga sulit dideteksi tanpa alat khusus. Gas ini biasanya dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, seperti asap kendaraan, arang, kompor gas, atau generator.
Saat terhirup, karbon monoksida akan mengikat hemoglobin dalam darah, menggantikan oksigen dan menyebabkan jaringan tubuh kekurangan oksigen. Gejalanya meliputi sakit kepala, pusing, mual, sesak napas, hingga kehilangan kesadaran.
Saat tubuh menerima terlalu banyak racun yang masuk, tubuh akan bereaksi sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri, yang dalam hal ini disebut sebagai gejala keracunan. Gejala yang muncul dapat berbeda-beda, tergantung pada jenis racun dan penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa gejala keracunan secara umum.
Mual dan Muntah
Mual dan muntah merupakan respons alami tubuh untuk mengeluarkan zat beracun dari saluran pencernaan. Gejala ini biasanya muncul tidak lama setelah racun masuk ke dalam tubuh, terutama pada kasus keracunan makanan atau obat.
Sama seperti gejala yang muncul, pencegahan keracunan juga dilakukan dengan cara yang berbeda-beda, tergantung pada penyebabnya. Berikut beberapa cara mencegah keracunan, berdasarkan penyebab yang mendasarinya.
Cara Mencegah Keracunan Obat
Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak
Ikuti penggunaan obat sesuai resep/petunjuk dari dokter
Selalu membaca label kemasan, saat hendak mengkonsumsi obat
Buang semua obat-obatan yang sudah kadaluarsa
Cara Mencegah Keracunan Penggunaan Kosmetik
Selektif dalam memilih produk kosmetik sesuai kebutuhan
Jika sedang hamil, konsultasikan dulu produk yang akan digunakan pada dokter atau brand terkait
Hentikan penggunaan kosmetik jika terjadi efek samping
Simpan kosmetik di tempat yang aman, bersih, dan bebas dari paparan sinar matahari secara langsung
Cara Mencegah Keracunan Makanan dan Minuman
Konsumsi makanan-makanan sehat dan bersih
Biasakan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan
Pastikan kebersihan alat makan, sebelum mengonsumsi makanan
Jangan letakkan makanan di tempat kotor/ tanpa wadah
Cek tanggal kadaluarsa makanan sebelum dikonsumsi
Jaga kebersihan area sekitar, supaya tidak ada serangga atau hewan yang dapat membawa racun/penyakit
Cara Mencegah Keracunan Bahan Kimia Rumah Tangga
Bacalah label kemasan, sebelum menggunakan produk
Gunakan produk sesuai petunjuknya
Tutup rapat wadah kemasan saat digunakan
Gunakan alat pelindung saat menggunakan produk, terutama bagi yang memiliki alergi
Cuci tangan setelah menggunakan produk kimia
Cara Mencegah Keracunan Pestisida:
Simpan pestisida di tempat yang aman, jauh dari jangkauan anak-anak maupun makanan dan minuman
Gunakan pestisida selama masa penyimpanan masih berlaku
Segera bersihkan area sekitar, jika pestisida ada yang tumpah
Cara Mencegah Keracunan Gas Beracun
Pastikan ventilasi udara dalam ruangan baik
Gunakan alat sesuai petunjuk penggunaan
Lakukan perawatan rutin alat-alat pembakaran
Hindari pembakaran bahan bakar di dalam ruangan
Demikian penjelasan mengenai keracunan, mulai dari penyebab hingga langkah pencegahannya. Keracunan dapat terjadi akibat berbagai faktor, bukan hanya dari makanan atau minuman. Oleh karena itu, penting untuk selalu berhati-hati dan menerapkan prosedur pemakaian alat maupun produk sesuai petunjuknya.
Keracunan bisa menimbulkan berbagai komplikasi penyakit, jika tidak tertangani dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan memiliki perlindungan kesehatan yang memadai seperti PRUSehat dari Prudential Indonesia. Untuk informasi selengkapnya, cek informasi di bawah ini!
Frequently Asked Questions (FAQ)
Q: Bagaimana pertolongan pertama saat keracunan makanan?
A: Begitu gejala mulai terasa, langkah awal yang bisa dilakukan adalah minum banyak cairan untuk membantu mengeluarkan racun, misalnya dengan susu kental, air mineral, ataupun air kelapa muda. Biarkan tubuh memuntahkan racun secara alami dan biarkan tubuh istirahat sampai kondisi membaik.
Q: Bagaimana ciri-ciri keracunan makanan?
A: Seseorang yang mengalami keracunan makanan umumnya menunjukan ciri-ciri berupa diare, tubuh terasa lemas, mengalami mual dan muntah, perut terasa nyeri, hingga kepala pusing.
Q: Berapa lama masa pemulihan keracunan pada seseorang?
A: Umumnya keracunan bisa sembuh dalam waktu 1-3 hari, terutama jika pertolongan pertama dilakukan dengan baik. Namun, jika kondisi tak kunjung membaik dalam waktu lama dan penderita menunjukkan gejala yang tidak biasa, segera lakukan pemeriksaan medis untuk mencari tahu penyebabnya.
Q: Apa yang dapat digunakan sebagai penawar keracunan makanan?
A: Untuk mengembalikan cairan tubuh yang hilang setelah muntah akibat keracunan, Anda perlu banyak mengonsumsi air mineral secara bertahap. Selain itu, Anda juga disarankan untuk minum air kelapa muda atau susu, sebagai penawar racun. Namun jika keluhan masih belum membaik, segeralah memeriksakan diri ke dokter.
Sumber:
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.