International Women’s Day atau Hari Perempuan Internasional diperingati setiap 8 Maret sebagai momentum global untuk merayakan pencapaian perempuan sekaligus mendorong terciptanya kesetaraan gender di berbagai aspek kehidupan. Hari peringatan ini bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga memberikan ruang refleksi mengenai perjuangan, kontribusi, serta tantangan yang masih dihadapi perempuan hingga hari ini.
Hari Perempuan Internasional 2026 mengusung tema Give to Gain[1]. Tema ini menekankan bahwa tindakan “memberi” baik dalam bentuk perhatian, dukungan, akses, maupun kepedulian akan menghasilkan dampak besar yang positif dan berkelanjutan. Dampak tersebut tidak hanya dirasakan oleh perempuan sebagai individu, tetapi juga oleh keluarga, komunitas, dan masyarakat secara luas. Maka melalui Give to Gain, makna “memberi” dapat dimulai dari individu dengan memberi waktu untuk mengenali tubuh sendiri, menjaga kualitas hidup, dan meningkatkan kemampuan diri untuk terus berdaya di masa depan.
Di tengah berbagai kemajuan yang telah diraih perempuan saat ini, terdapat aspek lain yang perlu mendapat perhatian berkelanjutan, yakni kesehatan perempuan itu sendiri. Salah satu isu kesehatan pada perempuan yang hingga kini masih menjadi kondisi kesehatan dengan prevalensi tinggi adalah kanker payudara. Di Indonesia, kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum yang dialami perempuan. Kementerian Kesehatan mencatat bahwa prevalensi kanker payudara mencapai sekitar 42 per 100.000 penduduk, menjadikannya jenis kasus kanker tertinggi di Indonesia[2]. Angka ini menegaskan bahwa kanker payudara bukan isu kesehatan yang jarang terjadi, melainkan realitas yang dekat dengan kehidupan perempuan Indonesia.
Tantangan ini juga diperkuat oleh masih rendahnya partisipasi skrining sebagai langkah preventif untuk mendeteksi adanya kanker payudara. Laporan Kemenkes RI per 29 September 2025 menunjukkan bahwa meskipun 8,9 juta perempuan telah mengikuti program cek kesehatan gratis, hanya sekitar 32% perempuan usia 30–69 tahun yang melakukan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) melalui skrining. Padahal, skrining dini memegang peranan penting karena deteksi pada tahap awal dapat meningkatkan peluang kesembuhan serta memungkinkan penanganan yang lebih efektif. Pada stadium awal, tingkat kelangsungan hidup lima tahun dapat mencapai sekitar 90% atau lebih, sementara pada stadium lanjut angkanya dapat menurun secara signifikan[3]. Dengan demikian, semakin dini kanker payudara terdiagnosis, semakin tinggi tingkat kelangsungan hidup penderitanya.
Perlu diketahui bahwa penyebab kanker payudara di samping faktor genetik tersebut, kanker payudara juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan dan gaya hidup. Bukti menunjukkan, hanya 5-10% penyakit kanker yang memiliki kaitan dengan faktor genetik, sedangkan 90-95% berkaitan dengan faktor lingkungan dan gaya hidup. Hal ini juga didukung oleh fakta lain bahwa dari semua kematian akibat kanker, sekitar 25-30% disebabkan oleh tembakau, 25-30% terkait dengan pola makan yang tidak sehat, 15-20% disebabkan oleh infeksi, dan selebihnya disebabkan oleh faktor lain seperti radiasi, stres, dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan obesitas yang mempengaruhi keseimbangan hormon, serta paparan polutan lingkungan[4]. Sehingga dalam upaya pencegahan kanker diperlukan perhatian terhadap pencegahan dan pengendalian faktor risiko.
Adanya kesadaran diri dalam menjaga kesehatan dan melakukan tindakan preventif memegang peranan penting dalam mendeteksi dini kanker payudara, sehingga dapat dilakukan penanganan medis yang diperlukan. Sebagai langkah preventif, dianjurkan untuk melakukan periksa payudara sendiri atau SADARI serta melakukan pemeriksaan payudara klinis atau SADANIS di rumah sakit seperti tindakan mammografi.
SADARI merupakan metode sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengenali kondisi payudaranya, sehingga dapat mendeteksi adanya perubahan secara dini. Pemeriksaan ini idealnya dilakukan setiap satu bulan sekali, khususnya beberapa hari setelah masa menstruasi berakhir agar kondisi payudara berada dalam keadaan paling rileks.
Pada praktiknya, SADARI dilakukan dengan mengamati bentuk dan meraba payudara sendiri dalam kondisi berdiri tegak dan posisi berbaring. Jika dirasa terdapat benjolan yang keras tanpa rasa nyeri, perubahan bentuk serta ukuran, atau keluarnya cairan yang tidak normal dari puting, maka sebaiknya segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan. Untuk mempraktikkan SADARI sebaiknya dapat dilakukan sambil bercermin agar memudahkan pengamatan terhadap bentuk dan kondisi payudara.
Selain melakukan SADARI, dianjurkan juga untuk melakukan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) untuk memungkinkan deteksi yang lebih akurat dan menyeluruh. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tenaga medis untuk mengamati kondisi payudara, deteksi adanya perubahan, hingga pemeriksaan lebih lanjut seperti USG payudara, mammografi, atau biopsi yang sesuai dengan kebutuhan. SADANIS sebaiknya dilakukan sekitar 7-10 hari setelah masa menstruasi selesai dan disarankan minimal satu tahun sekali.
Melalui kombinasi SADARI dan SADANIS yang dilakukan secara rutin dan berkesinambungan, perempuan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengenali perubahan sejak dini dan mendapatkan penanganan medis yang tepat sebelum kondisi berkembang lebih lanjut. Sehingga, risiko kanker payudara dapat dikelola lebih baik serta penanganan dapat dilakukan dengan lebih optimal.
Untuk memaksimalkan upaya preventif, diperlukan bentuk perlindungan finansial, seperti asuransi yang memberikan manfaat perlindungan terhadap penyakit kritis, khususnya kanker payudara pada perempuan. Hal ini menjadi penting mengingat biaya perawatan kanker payudara yang tergolong tinggi, sehingga dapat menimbulkan beban finansial yang signifikan bagi pasien. Di Indonesia, biaya kemoterapi kanker payudara dapat mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung pada tingkat stadium penderita, jenis terapi dan tindakan operasi, serta jumlah siklus pengobatan yang dijalani[5]. Dengan memiliki proteksi asuransi yang memadai, perempuan dapat lebih terlindungi secara finansial serta lebih siap menghadapi risiko kesehatan tanpa harus mengorbankan stabilitas keuangannya.
Prudential Indonesia memahami bahwa perlindungan merupakan aspek penting dalam setiap fase kehidupan perempuan. Oleh karena itu, Prudential Indonesia secara konsisten mengajak perempuan Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan kesehatan diri, mengambil inisiatif melakukan pemeriksaan secara mandiri, serta tidak ragu untuk berkonsultasi dan memeriksakan diri ke tenaga medis profesional sebagai langkah preventif. Salah satu inisiatif yang dilakukan Prudential Indonesia dengan memberikan voucher gratis kepada 1.000 nasabah perempuan yang memenuhi kriteria untuk melakukan skrining kanker payudara di mitra rumah sakit jaringan PRUPriority Hospitals.
Sejalan dengan makna Give to Gain, ketika perempuan mendapatkan perlindungan dan akses kesehatan yang tepat, manfaatnya tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga memberikan dampak positif yang lebih luas bagi keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitarnya.
[1] International Womens Day, International Women’s Day 2026 theme is ‘Give to Gain’ / https://www.internationalwomensday.com / diakses pada 2 Maret 2026
[2] Kautsar, Averus / Survival Rate Kanker Payudara RI Masih Kalah dari Negara Maju, Kemenkes Ungkap Penyebabnya / https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8169016/survival-rate-kanker-payudara-ri-masih-kalah-dari-negara-maju-kemenkes-ungkap-penyebabnya? / diakses pada 2 Maret 2026
[3] Cancer Research UK / Survival for Breast Cancer / Survival for breast cancer | Breast cancer | Cancer Research UK / diakses pada 10 Maret 2026
[4] Kemenkes Republik Indonesia / Rencana Kanker Nasional 2024-2034 / Rencana Kanker Nasional 2024-2034_V71.pdfhttps://repository.badankebijakan.kemkes.go.id/id/eprint/5958/1/Rencana%20Kanker%20Nasional%202024-2034_V71.pdf / diakses pada 13 Maret 2026
[5] Info Blamed / Biaya Kemoterapi Kanker Payudara / https://www.infolabmed.com/2025/12/biaya-kemoterapi-kanker-payudara-di.html / diakses pada 10 Maret 2026
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.