
Asam urat bisa menyerang siapa saja. Baik tua, muda, laki-laki, maupun perempuan. Terkadang gejalanya pun sering disepelekan karena, gejalanya menyerupai badan pegal setelah seharian beraktivitas.
Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Makanan yang mengandung zat purin tinggi antara lain makanan laut, daging binatang berkaki empat, serta makanan kaya protein dan lemak. Penyebab asam urat karena tumpukan zat purin di dalam tubuh dan ginjal tidak mampu mengeluarkannya di dalam tubuh. Sebaliknya, asam urat normal akan dikeluarkan oleh ginjal.
Penyebab Asam Urat
Melansir dari situs Harvard Health Publishing, asam urat (gout) merupakan radang sendi kronis yang disebabkan oleh penumpukan kadar asam urat (uric acid) berlebih di dalam tubuh.
Asam urat berlebih ini mengendap di dalam ruang sendi dan membentuk kristal tajam menyerupai jarum. Ketika tubuh merespons kristal tersebut, timbullah reaksi peradangan, rasa nyeri hebat, serta kemerahan yang dikenal sebagai serangan asam urat.
Tinggi kadar asam urat dalam tubuh umumnya dipicu oleh tiga faktor utama:
Penurunan Fungsi Ginjal dalam Mengeluarkan Asam Urat: Ginjal tidak mampu membuang asam urat secara optimal melalui urine, yang bisa dipicu oleh penyakit ginjal, penggunaan obat diuretik, kelaparan, atau konsumsi alkohol berlebih.
Produksi Asam Urat Berlebih oleh Tubuh: Tubuh menghasilkan terlalu banyak asam urat, baik tanpa alasan yang pasti, akibat faktor genetik/metabolik diturunkan, maupun akibat penyakit tertentu (seperti leukemia atau dampak kemoterapi).
Asupan Makanan Tinggi Purin: Makanan tinggi purin meningkatkan kadar asam urat dalam darah, terutama pada orang yang ginjalnya sudah kesulitan membuang asam urat atau tubuhnya memproduksi asam urat terlalu banyak.
Meski kadar asam urat yang tinggi merupakan penyebab utama terjadinya gout, namun kadar asam urat tinggi saja tidak selalu membuat seseorang otomatis menderita penyakit asam urat (gout attack).
Faktor Risiko Penyakit Asam Urat
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan peningkatan tingkat asam urat dalam sirkulasi darah, termasuk:
Pola Makan : Konsumsi makanan tinggi purin, seperti daging merah, seafood, dan produk berbasis daging, dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Konsumsi alkohol, terutama bir, juga dapat memicu peningkatan kadar asam urat dalam darah. Gula tambahan dan makanan yang tinggi fruktosa juga dapat berkontribusi terhadap risiko asam urat.
Berat badan berlebih: Obesitas dan kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Lemak tubuh dapat mengganggu fungsi ginjal dalam menghilangkan asam urat dan merangsang produksi asam urat. Orang yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) tinggi cenderung lebih rentan terhadap penyakit ini.
Riwayat Medis: Beberapa kondisi medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit ginjal, dan penyakit jantung dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat. Kondisi-kondisi ini sering kali terkait dengan perubahan metabolisme dan peradangan, yang dapat memengaruhi tingkat asam urat dalam darah.
Mengonsumsi Obat-obatan Tertentu: Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti diuretik (obat penahan air), aspirin dosis tinggi, dan obat-obatan yang mempengaruhi metabolisme purin, dapat meningkatkan risiko penyakit asam urat.
Konsumsi Fruktosa Berlebih: Fruktosa, jenis gula alami yang ditemukan dalam buah dan gula tambahan, telah terkait dengan peningkatan risiko penyakit asam urat. Konsumsi fruktosa yang berlebihan dapat merangsang produksi asam urat dalam tubuh.
Baca juga: Kenali Ciri-Ciri Diabetes di Usia Muda