Di masyarakat, nyeri dada sering dikaitkan dengan masuk angin atau kelelahan. Anggapan ini pada akhirnya membuat banyak orang menunda melakukan pemeriksaan medis. Padahal, nyeri dada yang berulang bisa menjadi sinyal adanya gangguan pada pembuluh darah khususny pada bagian jantung.
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyakit berisiko tinggi yang gejalanya ditandai dengan nyeri tekanan di dada dan sesak napas. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak awal, untuk memastikan tidak ada keterlambatan penanganan medis. Berikut informasi selengkapnya yang bisa Anda pahami!
Penyakit Jantung Koroner adalah kondisi ketika pembuluh darah koroner yang menyuplai darah ke otot jantung menyempit akibat penumpukan plak. Plak ini terbentuk dari kolesterol, lemak, dan zat lain yang menempel pada dinding arteri.
Penyempitan ini akan mengurangi aliran darah dan oksigen ke jantung, sehingga otot jantung tidak berfungsi secara optimal. PJK berkembang secara bertahap. Pada tahap awal, plak mungkin tidak menimbulkan gejala sama sekali.
Namun seiring berjalannya waktu, arteri semakin menyempit dan gejala mulai muncul saat jantung membutuhkan lebih banyak oksigen, misalnya saat beraktivitas fisik atau stres. Jika penyempitan semakin parah, risiko serangan jantung bisa meningkat drastis.
Dilansir dari British Heart Foundation, beberapa hal penting tentang penyakit jantung coroner, antara lain:
· Penumpukan plak berkembang secara perlahan dan bisa menyebabkan serangan jantung jika terjadi penyumbatan total.
· Beberapa orang tidak menyadari memiliki PJK sampai mengalami serangan jantung.
Mengenali gejala PJK sejak dini penting untuk mencegah komplikasi. Beberapa gejala yang sering muncul meliputi:
Nyeri dada akibat PJK biasanya muncul saat aktivitas fisik dan mereda ketika beristirahat. Rasanya bisa berupa tekanan, sesak, atau seperti tertindih benda berat. Gejala ini sering disalahartikan sebagai kelelahan biasa atau masuk angin.
Sesak napas yang muncul saat aktivitas ringan, seperti naik tangga atau berjalan cepat, patut diwaspadai. Hal ini terjadi karena jantung tidak mendapatkan suplai darah dan oksigen yang cukup. Jika sering terjadi, segera periksakan diri ke tenaga medis.
Beberapa kasus PJK menunjukkan nyeri yang menjalar dari dada ke lengan kiri, rahang, leher, atau punggung. Gejala ini sering tidak disadari sebagai masalah jantung, padahal merupakan tanda khas PJK.
PJK berkembang secara bertahap, dan gaya hidup sehari-hari berperan besar dalam mempercepat atau memperlambat prosesnya. Berikut beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena Penyakit Jantung Koroner:
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan penumpukan lemak (plak) di dinding arteri. Plak ini menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke jantung. Jika tidak dikontrol, kondisi ini bisa berlanjut menjadi angina atau serangan jantung.
Zat kimia dalam rokok dapat merusak dinding arteri dan meningkatkan risiko pembentukan plak. Selain itu, merokok juga dapat menurunkan kadar oksigen dalam darah sehingga jantung bekerja lebih keras.
Hipertensi membuat dinding arteri lebih cepat rusak dan mempermudah penumpukan plak. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol juga meningkatkan beban kerja jantung, sehingga risiko gagal jantung meningkat.
Kurang gerak membuat jantung lebih rentan terhadap penumpukan plak. Aktivitas fisik membantu menjaga elastisitas arteri, meningkatkan aliran darah, dan menurunkan kadar kolesterol jahat.
Sering mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam secara berlebihan dapat meningkatkan risiko kolesterol tinggi dan hipertensi.
Stres dapat memicu inflamasi dalam tubuh dan mempercepat kerusakan arteri. Selain itu, stres juga dapat memicu kebiasaan tidak sehat seperti makan berlebihan, merokok, atau kurang tidur yang mengakibatkan timbulnya risiko berbagai macam penyakit, seperti jantung coroner.
Jika Penyakit Jantung Koroner (PJK) tidak ditangani sejak awal, penyempitan pembuluh darah akan terus meningkat, mengurangi aliran darah dan oksigen ke jantung. Hal ini bisa memicu serangan jantung mendadak, dimana otot jantung kekurangan oksigen secara tiba-tiba.
Selain itu, nyeri dada yang disepelekan juga bisa berakibat fatal terhadap gagal jantung. Hal ini terjadi di karena otot jantung melemah dan tidak mampu memompa darah dengan efektif. Akibatnya penderitanya sering merasa cepat lelah, sesak napas, dan mengalami keterbatasan dalam aktivitas sehari-hari.
Konsekuensi jangka panjang lainnya adalah penurunan kualitas hidup. Aktivitas yang dulunya mudah dilakukan menjadi terbatas, dan biaya perawatan medis bisa meningkat.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, apalagi untuk penyakit yang berisiko tinggi seperti Penyakit Jantung Koroner (PJK). Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan, demi hidup yang lebih sehat:
Konsumsi makanan rendah lemak jenuh, gula, dan garam sangat penting. Perbanyak sayur, buah, biji-bijian, dan ikan untuk mendukung kesehatan jantung dan menurunkan kadar kolesterol jahat.
Dilansir dari situs Kementerian kesehatan Republik Indonesia, orang dewasa dianjurkan untuk olahraga atau melakukan aktivitas fisik minimal 150 menit per minggu untuk meningkatkan kesehatan, seperti membantu menjaga elastisitas arteri, meningkatkan aliran darah, dan memperkuat otot jantung. Aktivitas sederhana seperti jalan cepat, bersepeda, atau senam ringan pun bisa jadi alternatif untuk meningkatkan kesehatan tubuh.
Merokok dapat merusak dinding arteri dan mempercepat penumpukan plak. Berhenti merokok adalah salah satu langkah pencegahan paling efektif untuk menurunkan risiko PJK.
Stres dapat meningkatkan risiko berbagai macam penyakit, termasuk PJK. Untuk itu, usahakan agar selalu mengontrol stres melalui teknik relaksasi, olahraga, hobi, atau tidur cukup untuk memastikan kesehatan jantung dan menurunkan risiko komplikasi.
Pantau tekanan darah, kadar kolesterol, dan gula darah secara berkala. Deteksi dini faktor risiko memungkinkan tindakan preventif sebelum gejala PJK muncul.
Nyeri dada yang sering dianggap sepele bisa menjadi tanda awal Penyakit Jantung Koroner (PJK). Untuk itu, penting untuk mengenali gejala dan menerapkan langkah pencegahan sejak dini. Langkah pencegahan tidak hanya melindungi jantung, tetapi juga menjaga kualitas hidup tetap optimal dan mengurangi kemungkinan komplikasi serius di masa depan.
Memiliki kesadaran akan gejala dan langkah pencegahan memang penting, tapi perlindungan kesehatan secara menyeluruh juga tak kalah krusial. Asuransi kesehatan PRUSehat dari Prudential Indonesia bisa memberikan perlindungan kesehatan rawat inap dan rawat jalan sesuai kebutuhan Anda yang #BeneranPas. Klik di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
1. Q: Apakah penyakit jantung koroner bisa sembuh?
A: Pada dasarnya penyakit jantung koroner tidak dapat disembuhkan, karena kerusakan pada pembuluh darah koroner tidak bisa kembali normal sepenuhnya. Namun, risiko serangan jantung dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.
2. Q: Apakah penyakit jantung koroner berbahaya?
A: Penyakit jantung koroner termasuk penyakit kronis yang perlu diwaspadai, pasalnya kondisi ini dapat berkembang secara perlahan tanpa gejala yang jelas, namun berpotensi menyebabkan komplikasi serius seperti serangan jantung, gagal jantung, atau bahkan kematian mendadak.
3. Q: Apa Penyebab Penyakit Jantung Koroner?
A: Ada banyak penyebab penyakit jantung koroner, namun beberapa faktor utamanya adalah tekanan darah tinggi, kolestrol, dan kebiasaan merokok.
Sumber:
· Island Hospital. 2025. Top 7 facts about coronary artery disease (CAD)
· Halodoc.2025. Penyakit Jantung Koroner
· British Heart Foundation.2024. Coronary Heart Disease
· Center for disease kontrol and prevention.2024 Heart Disease Facts
· Kementerian Kesehatan RI.2024. Kenali Penyakit Jantung Koroner Sejak Dini
Pahami Asuransi
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Pahami Kesehatan
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Pahami Keuangan & Investasi
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Pahami Cerita Asuransi
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Pahami Hak & Kewajiban Nasabah
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.