Lari kini menduduki posisi puncak sebagai olahraga favorit masyarakat Indonesia. Menurut survei KedaiKOPI yang dilansir GoodStats, popularitas jogging mencapai 60,6% sehingga menjadi bukti nyata bahwa makin banyak orang yang mulai sadar akan pentingnya gaya hidup aktif.
Namun, semangat saja tidak cukup bagi seorang pelari pemula. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah berlari tanpa memedulikan pace, sehingga tubuh cepat lelah, napas tersengal-sengal, atau bahkan berisiko mengalami cedera.
Lalu, apa yang dimaksud dengan pace lari dan bagaimana cara menghitungnya? Simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini!
Apa Itu Pace Lari dan Mengapa Penting bagi Pelari?
Secara sederhana, pace lari adalah durasi waktu yang Anda butuhkan untuk menempuh jarak tertentu. Berbeda dengan speed (kecepatan) dalam berkendara yang menggunakan satuan kilometer per jam (km/jam), pace diukur dengan satuan menit per kilometer (menit/km) atau menit per mil (menit/mil).
Misalnya, jika sebuah aplikasi olahraga menunjukkan pace 6'30" (6 menit 30 detik), artinya pelari menghabiskan waktu selama 6 menit 30 detik untuk menuntaskan jarak 1 kilometer. Semakin kecil angka pace-nya, berarti Anda berlari semakin cepat
Pace lari yang tepat sesuai kondisi tubuh dapat memberikan beberapa manfaat, di antaranya menjaga kesehatan organ jantung, mengoptimalkan pembakaran kalori, serta mengurangi risiko cedera.
Rumus Mudah Cara Menghitung Pace Lari Manual
Di era modern saat ini, cara paling praktis dan akurat untuk mengetahui pace lari sebenarnya adalah menggunakan aplikasi lari di ponsel (seperti Strava, Nike Run Club) atau jam tangan pintar (smartwatch). Aplikasi dan perangkat ini memanfaatkan GPS untuk mengukur jarak serta waktu secara otomatis real-time, jadi Anda tidak perlu repot berhitung saat sedang berlari.
Namun, jika Anda ingin menghitungnya secara manual ada rumus sederhana yang bisa diterapkan:
Contoh: Jika Anda menempuh jarak 5 km dalam waktu 30 menit, maka pace lari Anda adalah 6:00/km (artinya, Anda membutuhkan waktu rata-rata 6 menit untuk tiap 1 kilometer).
Kategori Pace Lari Berdasarkan Tingkat Kebugaran
Meski bukan jadi ukuran mutlak, namun pace lari dapat menggambarkan tingkat kebugaran seseorang. Berikut beberapa kategori pace lari yang umumnya digunakan sebagai acuan tingkat kebugaran:
Pace Lari Santai / Pemula (7:00 – 9:00/km): Kategori ini merupakan zona ideal bagi pemula yang baru memulai kebiasaan berlari. Pada pace ini, ritme napas masih relatif stabil dan tubuh tidak tertekan berlebihan.
Pace Menengah / Menengah-Lanjut (5:30 – 6:50/km): Mengindikasikan tingkat kebugaran kardiovaskular yang sudah cukup baik. Di kategori ini biasanya seseorang sudah rutin berlari, memiliki teknik pernapasan yang efisien, dan memiliki struktur otot kaki yang lebih kuat.
Pace Cepat / Pelari Berpengalaman (4:00 – 5:15/km): Umumnya dicapai oleh pelari yang sudah terbiasa mengikuti kompetisi lari jarak jauh seperti Half Marathon (21 km) atau Full Marathon (42 km)
Pace Elite / Atlet (< 4:00/km): pace ini umumnya merupakan zona kecepatan profesional atau atlet lari.
Baca juga: Cara Meningkatkan Stamina Tubuh