Memasuki musim penghujan, banyak orang yang rentan terkena influenza. Hal itu terjadi karena cuaca bisa berubah-ubah dalam waktu singkat, sehingga melemahkan daya tahan tubuh yang pada akhirnya virus lebih mudah menginfeksi.
Memasuki musim penghujan, banyak orang yang rentan terkena influenza. Hal itu terjadi karena cuaca bisa berubah-ubah dalam waktu singkat, sehingga melemahkan daya tahan tubuh yang pada akhirnya virus lebih mudah menginfeksi.
Influenza bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat adanya peningkatan proporsi spesimen positif influenza di Indonesia.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kemenkes, hingga September 2026 kasus influenza telah tersebar di 38 provinsi dengan temuan terbanyak berada di Jawa Timur. Dari sebaran tersebut, kelompok balita (0–4 tahun) menjadi kelompok usia dengan proporsi kasus influenza tertinggi, yakni mencapai 41,9 persen.
Simak berbagai informasi seputar influenza, mulai dari penyebab, gejala hingga cara pemulihannya dalam artikel berikut ini!
Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan, yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru, dimana mudah menular melalui percikan air liur (droplet), saat penderitanya batuk, bersin, atau berbicara.
Influenza sering disebut juga sebagai penyakit pancaroba, karena kasusnya cenderung meningkat saat peralihan musim seperti dari musim kemarau ke musim hujan, ataupun sebaliknya. Cuaca yang tidak menentu pada musim pancaroba, bisa menyebabkan daya tahan tubuh seseorang perlu beradaptasi, sehingga tubuh lebih rentan terinfeksi virus.
Ketika daya tahan tubuh melemah, virus influenza akan menyerang saluran pernapasan yang pada akhirnya menyebabkan seseorang terserang flu. Virus influenza terdiri atas 4 jenis, yakni tipe A, B, C, dan D.
Penyebab lnfluenza adalah infeksi virus influenza, yang termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Virus ini terbagi dalam beberapa tipe utama, yang masing-masing menyebabkan dampak yang berbeda. Berikut empat tipe virus yang menyebabkan influenza pada manusia:
Influenza A merupakan tipe virus flu yang kerap menjadi penyebab wabah global dan paling sering bermutasi. Virus ini tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga dapat menginfeksi hewan seperti burung dan unggas.
Karena protein di permukaan virusnya (hemagglutinin [H] dan neuraminidase [N]) dapat berubah dengan cepat, muncul berbagai subtipe virus Influenza A. Dilansir dari detikHealth, Kementerian Kesehatan RI mencatat ada dua subtipe Influenza A yang saat ini sedang merebak di Indonesia, yaitu:
H1N1pdm09: Subtipe yang menjadi penyumbang kasus terbanyak dan mendominasi lonjakan kasus influenza saat ini.
A(H3N2) Subclade K (dikenal sebagai Super Flu): Varian/subtipe baru dari Influenza A yang gejalanya perlu diwaspadai dan sudah terdeteksi di 13 provinsi di Indonesia.
Influenza B umumnya hanya menyebabkan wabah lokal, dengan perubahan yang lebih lambat dibanding tipe A. Virus inilah yang kerap menyebabkan penyakit pancaroba atau flu musiman yang menyerang anak-anak hingga orang dewasa yang imunitas tubuhnya cenderung lemah.
Influenza C merupakan penyebab flu paling ringan, dibandingkan dua tipe sebelumnya. Pada tipe ini virus cenderung tidak berubah, sehingga tubuh lebih mudah mendeteksinya.
Tipe influenza yang satu ini tidak menyerang manusia, melainkan menyerang hewan ternak seperti sapi. Virus ini dapat bermutasi, namun perubahannya cenderung lebih lambat dibandingkan influenza tipe A. Jenis ini secara umum hanya fokus pada kesehatan hewan.
Secara umum gejala influenza tampak seperti penyakit flu biasa. Adapun beberapa tipe tersebut, antara lain:
Demam tinggi secara mendadak
Batuk kering dan pilek
Sakit tenggorokan
Sakit kepala
Nyeri otot dan sendi
Lemas
Badan menggigil dan berkeringat
Mual, muntah, atau diare
Influenza pada dasarnya bisa menyerang siapa saja, tanpa terkecuali. Namun, ada beberapa tipe orang yang memiliki risiko lebih tinggi terkena influenza, antara lain:
Orang dengan sistem imun tubuh yang lemah
Kelompok usia balita dan lansia
Penderita penyakit kronis
Tenaga kesehatan
Ibu hamil
Orang yang beraktifitas di lingkungan padat
Influenza merupakan penyakit musiman yang dapat menyerang siapa saja, sehingga pencegahan menjadi langkah penting untuk melindungi diri sendiri dan orang di sekitar. Berikut beberapa cara efektif untuk mencegah influenza:
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin, terutama sebelum makan atau setelah menyentuh benda di area public dapat mengurangi risiko penularan virus.
Usahakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun. Anda juga bisa menggantinya dengan hand sanitizer berbasis alkohol sebagai alternatif yang lebih praktis. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut sebelum mencuci tangan, karena hal ini memungkinkan virus lebih cepat masuk ke dalam tubuh.
Vaksin influenza merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi atau setidaknya mengurangi tingkat keparahan gejala jika terinfeksi. Vaksinasi dianjurkan setiap tahun karena virus influenza dapat dengan mudah bermutasi.
Pencegahan melalui vaksinasi sangat dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit penyerta (komorbid) atau orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Virus influenza umumnya menyebar melalui percikan air liur saat batuk atau bersin. Oleh karena itu, menjaga jarak dari orang yang sakit atau menunjukkan gejala flu, dapat membantu mencegah penularan.
Selalu gunakan masker saat berada di keramaian, untuk melindungi diri dan orang lain, terutama selama musim flu.
Sistem imun yang kuat dapat membantu tubuh melawan infeksi virus. Terapkan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, cukup tidur, dan kontrol stres yang baik.
Senantiasa menjaga kebersihan lingkungan juga termasuk langkah antisipasi penularan virus influenza dari individu ke individu lain. Usahakan untuk selalu mmbersihkan permukaan barang yang sering disentuh, seperti gagang pintu, meja, telepon, dan keyboard, untuk meminimalisir risiko penularan.
Influenza seringkali menimbulkan gejala yang sama dengan flu biasa, atau yang sering disebut juga dengan pilek. Namun pada dasarnya kedua penyakit pancaroba ini merupakan dua penyakit yang berbeda. Beberapa perbedaan tersebut, antara lain:
Tentu, berikut adalah perbandingan antara Influenza dan Pilek dalam bentuk tabel yang rapi dan mudah dibaca:
Parameter Perbedaan |
Influenza (Flu) |
Pilek Biasa (Common Cold) |
Penyebab |
Virus Influenza (tipe A, B, atau C) |
Rhinovirus, Coronavirus non-SARS, atau Adenovirus |
Kemunculan & Beratnya Gejala |
Muncul secara tiba-tiba dengan gejala yang cenderung lebih berat |
Muncul secara bertahap dengan gejala yang umumnya lebih ringan |
Gejala Utama |
Demam tinggi, nyeri otot & sendi, sakit kepala, batuk kering, serta kelelahan signifikan |
Hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan demam ringan (jika ada) |
Durasi Penyakit |
Berlangsung 5–7 hari (rasa lelah/lemas bisa bertahan lebih lama) |
Berlangsung lebih singkat, sekitar 2–3 hari |
Risiko Komplikasi |
Berisiko tinggi komplikasi serius (seperti pneumonia atau gagal pernapasan), terutama pada kelompok rentan |
Jarang sekali menimbulkan komplikasi serius |
Penanganan |
Dalam beberapa kasus memerlukan perawatan medis tingkat lanjut untuk meredakan gejala |
Dapat diatasi dengan istirahat, minum air putih (hidrasi), dan obat pereda gejala. |
Demikian informasi seputar influenza, mulai dari definisi, gejala, hingga penanganannya. Di kondisi cuaca yang tidak menentu ini, memastikan kondisi tubuh tetap fit adalah hal penting. Dengan begitu risiko penularan penyakit, seperti influenza dapat diminimalisir. Pastikan untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, guna mencegah infeksi virus.
Karena risiko penyakit bisa datang kapan saja tanpa terduga, pastikan Anda memiliki perlindungan kesehatan yang optimal seperti PRUSehat, karena tubuh yang sehat adalah investasi terbaik. Untuk informasi selengkapnya, cek di bawah ini!
Referensi:
Detik Health.2026. “Kemenkes RI Ungkap ‘super flu’ terdeteksi di 13 Provinsi ini sebarannya
Kemenkes Ungkap Sebaran Kasus Influenza di 38 Provinsi, Jawa Timur Tertinggi
Kementerian Kesehatan RI.2025. Tanya Jawab (FAQ) Seputar Influenza
Kementerian Kesehatan RI.2025.Mengenal Perbedaan Flu dan Pilek
Centers for Disease Control and Prevention 2025.About Influenza A in Animals
A: Secara umum, influenza tidak berbahaya bagi orang dengan daya tahan tubuh sehat. Namun, bagi kelompok rentan, seperti bayi, anak-anak, lansia, orang dengan penyakit kronis, ataupun ibu hamil influenza bisa berisiko menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia.
A: Ya, influenza sangat mudah menular, terutama dalam 2–3 hari pertama setelah seseorang terinfeksi, saat virus paling aktif. Penularan dapat terjadi baik pada orang dengan kondisi tubuh sehat maupun pada mereka yang sedang kurang fit, melalui percikan air liur (droplet) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
A: Obat alami yang dapat membantu meredakan influenza antara lain teh herbal, lemon dan vitamin C, serta sup hangat. Selain itu, hal yang paling penting adalah beristirahat dengan cukup agar daya tahan tubuh pulih dan virus lebih cepat hilang.
A: Influenza biasanya akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 7–14 hari, namun proses pemulihan bisa berlangsung lebih cepat bila ditangani sejak awal dengan istirahat cukup, asupan cairan, dan perawatan yang tepat.
A: Influenza A bisa berpotensi bahaya, sebab ia bukan tipe flu biasa. Infeksi ini berpotensi menyebabkan komplikasi, terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori rentan.
Pahami Asuransi
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Pahami Kesehatan
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Pahami Keuangan & Investasi
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Pahami Cerita Asuransi
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Pahami Hak & Kewajiban Nasabah
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.