Memasuki musim penghujan, banyak orang yang rentan terkena influenza. Hal itu terjadi karena cuaca bisa berubah-ubah dalam waktu singkat, sehingga melemahkan daya tahan tubuh yang pada akhirnya virus lebih mudah menginfeksi.
Influenza bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI tahun 2025, di bulan Oktober ini kasus influenza paling banyak ditemukan pada usia balita (0-4 tahun).
Virus influenza sangat berkaitan dengan daya tahan tubuh seseorang. Oleh karena itu, memastikan daya tahan tubuh tetap terjaga terutama di musim penghujan ini merupakan langkah preventif yang cukup penting. Berikut informasi seputar influenza, mulai dari gejala hingga cara pemulihannya yang bisa Anda amati.
Apa Itu Influenza?
Influenza adalah penyakit infeksi saluran pernapasan, yang disebabkan oleh virus influenza. Penyakit ini menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru, yang dapat mudah menular melalui percikan air liur (droplet), saat penderitanya batuk, bersin, atau berbicara.
Influenza sering disebut juga sebagai penyakit pancaroba, karena kasusnya cenderung meningkat saat peralihan musim seperti dari musim kemarau ke musim hujan, ataupun sebaliknya. Cuaca yang tidak menentu pada musim pancaroba, bisa menyebabkan daya tahan tubuh seseorang perlu beradaptasi, sehingga tubuh lebih rentan terinfeksi virus.
Ketika daya tahan tubuh melemah, virus influenza akan menyerang saluran pernapasan yang pada akhirnya menyebabkan seseorang terserang flu. Virus influenza terdiri atas 4 jenis, yakni tipe A, B, C, dan D.
Penyebab Influenza
Penyebab lnfluenza adalah infeksi virus influenza, yang termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Virus ini terbagi dalam beberapa tipe utama, yang masing-masing menyebabkan dampak yang berbeda. Berikut empat tipe virus yang menyebabkan influenza pada manusia.
Influenza A
Influenza A atau virus H1N1 merupakan tipe virus yang kerap menyebabkan wabah flu global, termasuk di Indonesia. Virus ini tidak hanya menyerang manusia, tetapi juga bisa menginfeksi hewan, seperti burung, ayam, bebek, kuda, dan lain-lain.
Virus ini bisa berubah dengan cepat, sehingga muncul varian baru yang berbeda dari sebelumnya. Perubahan ini terjadi pada protein di permukaan virus (hemagglutinin [H] dan neuraminidase [N]), sehingga tubuh kita sulit mengenali virus dan melawannya.
Influenza B
Influenza B umumnya hanya menyebabkan wabah lokal, dengan perubahan yang lebih dibanding tipe A. Virus inilah yang kerap menyebabkan penyakit pancaroba atau flu musiman yang menyerang anak-anak hingga orang dewasa yang imunitas tubuhnya cenderung lemah.
Influenza C
Influenza C merupakan penyebab flu paling ringan, dibandingkan dua tipe sebelumnya. Pada tipe ini virus cenderung tidak berubah, sehingga tubuh lebih mudah mendeteksinya.
Influenza D
Tipe influenza yang satu ini tidak menyerang manusia, melainkan menyerang hewan ternak seperti sapi. Virus ini dapat bermutasi, namun perubahannya cenderung lebih lambat dibandingkan influenza tipe A. Jenis ini secara umum hanya fokus pada kesehatan hewan.