Rasa ingin makan makanan manis, misalnya ice cream, cokelat, atau aneka minuman secara tiba-tiba, umumnya disebut sebagai sugar craving. Kondisi ini seringkali terjadi di sela-sela aktivitas, meskipun tubuh sedang tidak membutuhkan tambahan energi.
Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, sugar craving dapat berpotensi mengganggu pola makan hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan jangka panjang.
Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan timbulnya sugar craving, dan bagaimana cara efektif untuk mengatasinya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Sugar Craving?
Sugar craving adalah kondisi ketika seseorang mengalami keinginan kuat untuk mengonsumsi makanan atau minuman manis yang sulit dikendalikan, meskipun tidak sedang merasa lapar atau bahkan sudah kenyang.
Secara neurologis, dorongan ini berkaitan erat dengan sistem penghargaan di otak (brain reward system). Saat mengonsumsi gula, otak melepaskan hormon dopamin yang menciptakan sensasi senang dan nyaman sementara.
Efek inilah yang membuat otak cenderung merindukan kembali sensasi manis tersebut terutama saat Anda merasa lelah, stres, atau kurang berenergi.
Penyebab Sugar Craving
Munculnya dorongan untuk mengonsumsi makan manis secara tiba-tiba ini biasanya tidak dipicu oleh satu faktor saja, melainkan kombinasi dari beberapa kondisi fisiologis dan psikologis, di antaranya:
Fluktuasi Gula Darah (Sugar Crash)
Mengonsumsi karbohidrat sederhana atau makanan manis berlebih dapat menyebabkan kadar gula darah melonjak cepat, lalu anjlok drastis dalam waktu singkat. Penurunan drastis ini mengirimkan sinyal darurat ke otak bahwa tubuh butuh pasokan energi cepat, yang akhirnya berujung pada craving.
Stres dan Beban Pikiran
Dilansir dari situs Scientific American, saat seseorang mengalami stres otak membutuhkan energi 12 persen lebih banyak dari biasanya, sehingga memicu dorongan untuk mengonsumsi makanan manis sebagai pasokan glukosa instan.
Kurang Tidur
Kurangnya waktu tidur menyebabkan peningkatan kadar ghrelin (hormon lapar) dan penurunan kadar leptin (hormon kenyang) dalam tubuh, yang pada akhirnya membuat seseorang terus-menerus merasa lapar.
Pola Makan Kurang Seimbang
Minimnya asupan nutrisi seperti protein, serat, dan lemak sehat membuat proses pencernaan berlangsung terlalu cepat. Akibatnya, rasa kenyang tidak bertahan lama dan perut cepat merasa lapar kembali.
Kebiasaan (Habit Loop)
Sugar craving juga bisa terjadi karena kebiasaan menjadikan makanan manis sebagai "hadiah" setelah bekerja keras, yang pada akhirnya hal tersebut membentuk pola perilaku berulang. Misalnya, seseorang terbiasa mengonsumsi cokelat atau minuman manis setiap kali merasa lelah, stres, atau berhasil menyelesaikan suatu pekerjaan (reward).
Perbedaan Sugar Craving dan Rasa Lapar Alami
Sugar craving seringkali disalahartikan sebagai rasa lapar. Padahal, keduanya merupakan dua kondisi yang berbeda. Berikut beberapa perbedaanya:
| |
Sugar Craving |
Rasa Lapar Alami |
Pemicu & Waktu |
Muncul secara tiba-tiba |
Muncul secara bertahap seiring waktu. |
Jenis Makanan |
Spesifik pada makanan manis/tinggi gula. |
Fleksibel, menerima semua jenis makanan yang mengenyangkan |
Sensasi Tubuh |
Terjadi di pikiran/mulut (rasa ingin mengunyah). |
Terjadi di perut (bunyi kroncongan, lemas). |
Perasaan Setelah Makan |
Sering memicu rasa bersalah atau menyesal. |
Terasa puas, kenyang, dan segar. |
Keterikatan dengan Waktu Makan |
Bisa muncul kapan saja, termasuk beberapa menit setelah makan kenyang. |
Muncul setelah ada jeda waktu wajar dari waktu makan terakhir. |