Dampak Pencemaran Udara bagi Kesehatan
Dampak polusi udara atau pencemaran udara terhadap kesehatan manusia dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut dikarenakan kualitas udara yang tidak baik. Apa dampak pencemaran udara bagi kesehatan? Berikut informasinya!
1. Pernapasan Jadi Terganggu
Dampak pencemaran udara dari asap kendaraan, asap pabrik, asap rokok, dan lain-lain bisa memicu terjadinya gangguan pernapasan, seperti asma, ISPA, dan kanker paru-paru. Selain itu, pencemaran udara juga bisa berakhir pada berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh manusia, sehingga membahayakan kesehatan.
2. Mengganggu Jalannya Oksigen yang Ada dalam Darah
Bukan hanya saluran pernapasan, sistem peredaran darah juga dapat terganggu karena akibat polusi udara. Hal ini disebabkan oleh karbon monoksida (CO) yang jumlahnya sangat banyak sehingga membuat kadar protein inflamasi dan jumlah kekentalan darah bertambah. Itulah yang memicu radang pembuluh darah yang bisa mengakibatkan penyakit kardiovaskular.
3. Memicu Keguguran dan Autisme
Bagi ibu hamil, polusi udara juga sangat membahayakan diri dan janinnya. Dampak pencemaran udara bagi ibu hamil bisa memicu peradangan di seluruh tubuhnya dan memicu kelahiran prematur. Sementara untuk janin, keadaan ini dapat mengakibatkan keguguran, asma untuk anaknya kelak, dan memicu autisme.
4. Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Pencemaran udara dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung koroner, serangan jantung, dan stroke. Partikel-partikel berbahaya dalam udara dapat merusak sistem peredaran darah dan memicu peradangan pada dinding pembuluh darah.
5. Gangguan pada Sistem Pernapasan Kronis
Paparan jangka panjang terhadap pencemaran udara dapat menyebabkan gangguan pernapasan kronis seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan asma. Partikel-partikel dan bahan kimia beracun dalam udara dapat merusak paru-paru dan saluran pernapasan.
6. Pengaruh Terhadap Fungsi Otak dan Kognitif
Pencemaran udara juga dapat berdampak negatif pada fungsi otak dan kognitif. Paparan bahan kimia berbahaya dalam udara dapat memengaruhi fungsi saraf dan kognitif, serta meningkatkan risiko gangguan seperti demensia.
7. Peningkatan Risiko Kanker
Beberapa polutan udara, terutama polutan udara dalam bentuk partikel ultrafine, telah terkait dengan peningkatan risiko kanker paru-paru dan kanker lainnya. Polutan ini dapat merusak DNA dan memicu pertumbuhan sel kanker.
8. Gangguan Sistem Kekebalan Tubuh
Paparan polusi udara dapat merusak sistem kekebalan tubuh, melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. Hal ini dapat membuat individu lebih rentan terhadap penyakit menular.
9. Dampak pada Kesehatan Mental
Pencemaran udara juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Lingkungan yang tercemar udara dapat menyebabkan stres, gangguan tidur, dan berkontribusi terhadap masalah kesejahteraan mental seperti kecemasan dan depresi.
Baca juga: 5 Tanaman Herbal Peningkat Imun Tubuh
Cara Mencegah Pencemaran Udara
Mencegah pencemaran udara sangat penting untuk menjaga kesehatan manusia dan lingkungan. Berbagai tindakan dapat diambil untuk mengurangi emisi polusi udara dan mengendalikan faktor-faktor penyebab pencemaran. Berikut adalah beberapa cara mencegah pencemaran udara:
1. Menggunakan Transportasi Umum
Dengan menggunakan kendaraan umum, bersepeda, atau berjalan kaki sebagai alternatif berkendara sendiri dapat mengurangi emisi kendaraan bermotor. Jika menggunakan kendaraan pribadi, pilih kendaraan yang lebih efisien bahan bakar atau berbasis listrik.
2. Recycle dan Kelola Sampah
Mendaur ulang material dan mengelola sampah dengan benar dapat mengurangi pembakaran sampah terbuka yang menghasilkan polutan udara. Pilihlah opsi daur ulang dan komposisi untuk mengurangi limbah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir.
3. Melakukan Penghijauan
Dalam upaya mengurangi polusi udara, sebuah alternatif adalah dengan melakukan penanaman pohon di sekitar lingkungan rumah tangga. Menurut temuan dari para peneliti di University of Southampton, pohon memiliki kemampuan untuk menyerap sekitar 850-2.000 ton partikel berbahaya dari udara perkotaan setiap tahunnya.
Selain mampu menghilangkan partikel berbahaya dari atmosfer, pohon juga dapat mengurangi kadar sejumlah polutan udara seperti nitrogen dioksida, sulfur dioksida, karbon dioksida dan monoksida, ozon, benzena, dan dioksin. Pohon-pohon yang ditanam di sekitar area perumahan juga memiliki efek memperlambat gerakan udara yang tercemar, sehingga mencegah pencemaran terbawa jauh oleh angin.
4. Pemakaian Listrik Secara Efisien
Mengurangi konsumsi listrik di rumah dan tempat kerja dapat mengurangi emisi dari pembangkit listrik. Gunakan peralatan listrik yang hemat energi, matikan peralatan yang tidak digunakan, dan pertimbangkan menggunakan lampu hemat energi.
5. Pemantauan dan Pengendalian Industri
Industri harus mematuhi standar emisi yang telah ditetapkan dan menggunakan teknologi bersih untuk mengurangi polutan udara yang dihasilkan.
6. Edukasi dan Kesadaran Masyarakat
Kampanye edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kualitas udara bersih dapat mendorong perubahan perilaku yang lebih ramah lingkungan.
Nah, itu tadi adalah penjelasan bahayanya dampak pencemaran udara bagi kesehatan manusia. Berdasarkan pembahasan di atas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai cara mencegah pencemaran udara, diantaranya menghindari penggunaan listrik berlebihan, memanfaatkan transportasi umum, menerapkan konsep reduce (mengurangi), reuse (gunakan kembali), dan recycle (daur ulang). Selain itu, tinggal di perkotaan juga sering dilanda bencana banjir yang memiliki banyak dampak buruk. Baca juga artikel berikut untuk memahami dari dampak banjir yang perlu Anda ketahui.
Selain itu, jangan sampai lupa untuk memproteksi diri dengan Asuransi Kesehatan. Ada Prudential Indonesia yang menyediakan berbagai produk asuransi kesehatan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan.