Psoriasis seringkali disalahartikan sebagai iritasi kulit biasa atau alergi ringan. Padahal penyakit ini termasuk penyakit kulit kronis, yang bisa dialami siapa saja baik anak-anak maupun orang dewasa.
Gejala psoriasis pada seseorang ditandai dengan kulit kemerahan bersisik tebal berwarna putih, yang biasanya muncul di area siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah, hingga di seluruh tubuh. Gejala ini umumnya disertai rasa gatal, hingga perih yang dapat mengganggu aktivitas.
Jadi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan psoriasis? Untuk memahaminya lebih dalam, berikut penjelasan lengkap yang bisa diketahui.
Psoriasis adalah penyakit peradangan kulit kronis yang menyebabkan kulit jadi bersisik, menebal, dan mengelupas yang disertai dengan rasa gatal dan nyeri yang dapat mengganggu aktivitas.
Peradangan kulit ini memiliki banyak jenis, salah satu yang paling umum terjadi adalah plak, yang ditandai dengan munculnya bercak kemerahan pada kulit. Dilansir dari Kemenkes, gejala psoriasis dapat diperparah dengan adanya cedera, garukan berlebih, ataupun faktor internal seperti stres, infeksi, atau kondisi kesehatan lainnya.
Kondisi ini bisa menyerang siapa saja tanpa adanya batasan usia, yang secara umum terjadi karena faktor genetik. Dalam kondisi normal, sel-sel kulit beregenerasi dalam waktu sekitar 28–30 hari. Namun pada penderita psoriasis, proses ini bisa lebih cepat dalam beberapa hari, sehingga menyebabkan penumpukan sel kulit mati di permukaan kulit.
Peradangan kulit akibat psoriasis juga menimbulkan berbagai gejala yang dapat mengganggu kenyamanan penderitanya. Berikut beberapa gejala psoriasis yang umum terjadi:
Ruam kemerahan
Kulit bersisik
Kulit kering
Sensasi gatal dan perih di kulit
Nyeri pada sendi
Rambut rontok
Kuku menebal
Jika tidak ditangani dengan baik, psoriasis dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi lain yang lebih serius. Berikut beberapa komplikasi yang dapat muncul akibat psoriasis.
Psoriasis arthritis adalah peradangan sendi yang dialami oleh penderita psoriasis. Umumnya penyakit ini muncul setelah gejala psoriasis kulit berkembang, dan bisa muncul dan hilang dalam periode waktu tertentu.
Penderita yang mengalami psoriasis arthritis biasanya akan merasakan gejala persendian di salah satu atau beberapa area tubuh dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Penderita psoriasis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hipertensi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya peradangan sistemik yang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.
Diabetes juga menjadi risiko komplikasi psoriasis. Hal itu dikarenakan peradangan sendi juga berkontribusi terhadap resistensi insulin, yaitu kondisi saat sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama dari diabetes tipe 2.
Selain menyerang kulit dan sendi, psoriasis juga bisa menyebabkan masalah pada mata. Beberapa penderita mengalami infeksi atau peradangan di area mata, seperti konjungtivitis (radang selaput mata), blefaritis (radang kelopak mata), atau bahkan uveitis, yaitu peradangan di bagian dalam mata yang bisa cukup serius.
Kondisi ini bisa muncul karena peradangan kronis dari psoriasis sendiri, atau sebagai efek samping dari obat-obatan yang menekan sistem imun.
Psoriasis juga bisa berdampak pada kesehatan ginjal. Meski hal ini tidak dialami semua penderita, namun psoriasis dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ginjal kronis. Hal itu terjadi karena peradangan kronis yang berlangsung di tubuh bisa memengaruhi fungsi organ lain, termasuk ginjal.
Penyebab terjadinya psoriasis pada individu belum diketahui secara pasti, namun peradangan kulit ini diduga terjadi karena adanya komplikasi dan faktor eksternal lain. Berikut beberapa penyebab psoriasis yang perlu diketahui.
Faktor genetik diduga menjadi faktor utama terjadinya psoriasis pada seseorang. Sehingga, apabila memiliki anggota keluarga yang menderita psoriasis, maka risiko anggota keluarga lain mengalami kondisi serupa meningkat, dibandingkan orang yang tidak memiliki psoriasis dari keluarga.
Psoriasis diduga kuat terjadi karena masalah sistem kekebalan tubuh, di mana mekanisme pertahanan tubuh justru menyerang sel-sel kulit yang sehat, seolah-olah sedang melawan infeksi.
Akibatnya, proses regenerasi sel kulit menjadi sangat cepat, hanya dalam beberapa hari, sehingga terjadi penumpukan sel-sel kulit mati di permukaan. Inilah yang menyebabkan munculnya bercak merah, sisik tebal, dan rasa gatal yang menjadi ciri khas psoriasis.
Beberapa penderita psoriasis mungkin tidak langsung merasakan gejala. Namun, ketika kondisi ini dipengaruhi oleh faktor eksternal, gejalanya bisa muncul atau menjadi lebih parah. Beberapa faktor eksternal tersebut, antara lain:
Infeksi
Cuaca
Luka, luka terbuka atau luka bakar
Asap rokok
Konsumsi alcohol
Obat-obatan tertentu
Meski secara umum kondisi ini sering terjadi di area kulit terbuka, namun sejatinya psoriasis bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, tergantung pada jenisnya. Berikut beberapa jenis psoriasis yang perlu diketahui.
Psoriasis Plak
Psoriasis plak adalah jenis psoriasis yang paling umum ditemukan. Ciri khasnya adalah munculnya bercak merah yang tebal dengan sisik berwarna putih. Bercak ini biasanya terasa gatal dan kering, serta sering muncul di area seperti siku, lutut, dan kulit kepala. Psoriasis plak berkembang secara perlahan dan bisa menetap dalam waktu lama.
Psoriasis Guttata
Psoriasis guttata biasanya muncul secara tiba-tiba dan berbentuk bercak kecil menyerupai tetesan air. Jenis ini sering kali dipicu oleh infeksi bakteri, seperti radang tenggorokan yang biasa menyerang anak-anak.
Bercak-bercak ini biasanya tersebar di bagian tubuh seperti dada, punggung, dan lengan, dan meskipun bisa hilang sendiri, sering kali membutuhkan pengobatan untuk mencegah penyebaran.
Psoriasis Inversa
Psoriasis inversa menyerang area lipatan kulit seperti di bawah ketiak, pangkal paha, dan bawah payudara. Berbeda dengan psoriasis plak, bercak pada psoriasis inversa berwarna merah cerah, licin, dan berkilau tanpa sisik. Karena area yang terkena mudah lembap, gejala sering diperparah oleh gesekan dan keringat.
Psoriasis Pustulosa
Psoriasis pustulosa atau pustular, ditandai dengan kemunculan pustula atau lepuhan kecil berisi nanah pada kulit. Pustulosa dapat terjadi di area terbatas, seperti telapak tangan dan kaki, atau menyebar ke seluruh tubuh. Psoriasis pustulosa bisa menyebabkan rasa nyeri dan demam, sehingga perlu penanganan medis segera.
Psoriasis Eritrodermik
Psoriasis eritrodermik adalah bentuk psoriasis yang paling jarang terjadi. Kondisi ini bisa menyebabkan kemerahan menyeluruh hampir di seluruh tubuh, dengan pengelupasan kulit yang cukup luas.
Psoriasis eritrodermik bisa mengganggu fungsi tubuh dan memerlukan perawatan intensif karena berisiko menyebabkan komplikasi serius.
Psoriasis Artritis
Psoriasis artritis adalah jenis psoriasis yang tidak hanya menyerang kulit tetapi juga menyebabkan peradangan pada sendi. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan pada satu atau beberapa sendi, serta berpotensi mengganggu fungsi gerak.
Gejala arthritis sering muncul bersamaan dengan atau setelah timbulnya ruam psoriasis pada kulit. Jika tidak ditangani dengan tepat, psoriasis artritis bisa menyebabkan kerusakan sendi permanen.
Psoriasis termasuk penyakit yang bersifat kronis dan tidak bisa hilang secara permanen. Jadi, pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala dan peradangan yang menyebabkan ketidaknyamanan pada penderitanya. Berokut beberapa pengobatan psoriasis yang bisa dilakukan.
Terapi topikal adalah pengobatan pertama yang biasanya diberikan kepada penderita psoriasis, terutama untuk penderita psoriasis ringan sampai sedang. Adapun contoh terapi topikal, antara lain:
Krim atau salep kortikosteroid (untuk mengurangi peradangan dan gatal)
Salep vitamin D analog (misalnya calcipotriol)
Tar batubara (coal tar)
Salep pengelupas seperti asam salisilat
Terapi sistemik digunakan untuk psoriasis sedang hingga berat atau jika terapi topikal tidak efektif. Terapi sistemik meliputi:
Obat oral seperti methotrexate, siklosporin, atau acitretin;
Agen biologis, yaitu obat yang menargetkan sistem kekebalan tubuh secara spesifik, seperti adalimumab, etanercept, infliximab, ustekinumab, dan secukinumab.
Fototerapi adalah jenis terapi yang memanfaatkan sinar ultraviolet (UVB atau UVA) untuk mengurangi aktivitas sel kulit yang terlalu aktif. Biasanya dilakukan di klinik dermatologi dan bisa dipadukan dengan obat-obatan.
Gaya hidup yang bersih dan sehat juga turut mendukung pencegahan psoriasis. Adapun penerapan gaya hidup sehat dan bersih yang dapat dilakukan, antara lain:
Menjaga kelembapan kulit dengan rutin menggunakan pelembab
Menghindari pemicu seperti infeksi, cedera kulit, atau konsumsi alkohol berlebih
Diet sehat dan olahraga teratur
Psoriasis termasuk peradangan kulit kronis yang umumnya disebabkan oleh faktor genetik. Meskipun penyakit ini tidak bisa hilang secara permanen, namun jika tidak ditangani dengan baik, psoriasis berisiko menyebabkan komplikasi yang mempengaruhi berbagai organ tubuh.
Risiko penyakit bisa datang kapan saja, termasuk kondisi kronis seperti psoriasis yang memerlukan penanganan jangka panjang. Untuk itu, penting bagi Anda memiliki perlindungan kesehatan yang tepat, seperti PRUSehat agar tetap tenang dalam menghadapi segala risiko di masa depan termasuk risiko kesehatan. Untuk informasi selengkapnya, cek di bawah ini.
Q: Apa itu psoriasis kuku?
A: Psoriasis kuku adalah kondisi autoimun yang memengaruhi bagian kuku, di mana proses pergantian sel terjadi terlalu cepat, sehingga menyebabkan kuku tampak rusak, menebal, atau rapuh.
Q: Apakah psoriasis bisa terjadi di kepala?
A: Ya, psoriasis bisa terjadi di kulit kepala, atau yang disebut dengan scalp psoriasis, dengan ciri-ciri timbul bercak tebal merah, terdapat iritasi disertai rasa gatal
Q: Apa penyebab psoriasis di kepala?
A: Penyebab psoriasis di kepala belum diketahui secara pasti, namun hal tersebut diduga terjadi karena sistem imun yang secara keliru menyerang sel-sel kulit yang sehat
Sumber:
Bukan tanpa alasan orang memiliki asuransi. Pasalnya, kepemilikan asuransi bertujuan untuk tiga hal di bawah ini.
Ketika terjadi risiko seperti masuk rumah sakit, tidak jarang kehidupan dan aset menjadi korban. Asuransi bisa melindungi kehidupan dan aset yang dimiliki oleh nasabah pada saat hal tersebut terjadi. Nasabah tidak perlu mengorbankan aset karena perusahaan asuransi sudah menanggung biaya dari kejadian tersebut.
Banyak orang yang berpikir bahwa dampak asuransi tidak bisa dirasakan pada saat ini. Faktanya, asuransi bertujuan untuk memberikan perlindungan finansial dalam jangka panjang. Nasabah pun tidak perlu khawatir karena keuangan akan tetap aman dalam kondisi apa pun.
Kejadian tidak terduga selalu mengakibatkan risiko, terutama dari segi finansial. Asuransi bisa meminimalkan dampak yang sifatnya mendadak tersebut sehingga tidak berkembang menjadi lebih serius. Contohnya, nasabah yang meninggal dunia padahal menjadi kepala keluarga. Ahli waris nasabah tersebut akan mendapatkan uang pertanggungan sebagai bekal hidupnya.
Baca juga: Mengenal 11 Perbedaan Asuransi Syariah dan Konvensional
Asuransi juga membawa manfaat perlindungan dari berbagai aspek kehidupan, tidak hanya finansial. Aspek seperti kesehatan, jiwa, bahkan pendidikan dan pensiun pun merasakan manfaat dari asuransi. Lihat penjelasannya di bawah ini.
Bencana alam, kecelakaan, dan kejadian tidak terduga lainnya tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit untuk pulih dari peristiwa tersebut. Asuransi memberikan manfaat berupa perlindungan finansial sehingga nasabah tetap mampu memenuhi kebutuhannya.
Perusahaan asuransi yang kredibel memiliki jejaring ke fasilitas pelayanan kesehatan yang mumpuni. Memiliki asuransi berarti nasabah berpeluang memperoleh akses ke perawatan medis yang berkualitas baik untuk rawat inap maupun rawat jalan.
Asuransi juga bermanfaat ketika nasabah yang berstatus sebagai pencari nafkah berpulang. Ahli waris akan memperoleh akses berupa santunan atau manfaat kematian dari premi asuransi yang dibayarkan oleh nasabah tersebut.
Biaya pendidikan yang tinggi dan selalu meningkat tentu menjadi kekhawatiran bagi orang tua. Solusinya, mereka bisa membuka asuransi untuk menyediakan rencana perlindungan dana pendidikan bagi buah hatinya.
Ada juga asuransi yang memiliki masa pertanggungan sampai nasabah memutuskan untuk tidak lagi bekerja dengan alasan pensiun. Asuransi memberikan manfaat berupa persiapan dana pensiun sehingga kebutuhan pada usia senja tetap tercukupi.
Baca Juga: 3 Cara Berobat ke Luar Negeri dengan Aman dan Berkualitas
Tujuan dan manfaat asuransi memang berdampak untuk masa depan. Namun, asuransi juga memiliki fungsi yang bisa dirasakan selama masa pertanggungannya. Seperti apa fungsi dari asuransi tersebut?
Manajemen risiko diperlukan dalam berbagai aspek kehidupan. Asuransi berfungsi dalam mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko yang mungkin terjadi. Nasabah bisa terhindar dari risiko keuangan akibat mengalami kejadian yang tidak diinginkan karena sudah ditanggung pihak asuransi.
Asuransi juga berfungsi untuk menyediakan keamanan finansial bagi nasabah. Nasabah tidak perlu merasa cemas ketika terjadi masa sulit karena sudah memiliki asuransi yang siap menanggungnya. Nasabah hanya fokus pada kewajibannya, yaitu membayar premi dengan periode dan jumlah yang sudah disepakati.
Memiliki asuransi juga berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan secara psikologis. Nasabah bisa merasakan ketenangan pikiran dan tidak perlu khawatir ketika sudah memiliki asuransi. Pikiran yang rileks tentu akan membuat nasabah bisa berkonsentrasi untuk menjalani kehidupan sehari-harinya dengan tenang.
Baca juga: 5 Cara Jadi Agen Asuransi yang Sukses
Apakah Anda tertarik memiliki asuransi setelah mengetahui tujuan, manfaat, dan fungsi asuransi ini? Sebagai referensi,Anda dapat membaca artikel ini: Jangan Abai! Inilah 4 Tips Memilih Asuransi yang Tepat agar bisa memilih asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Asuransi yang tepat tentu disediakan oleh perusahaan asuransi yang tepercaya seperti Prudential.
Prudential memiliki berbagai jenis produk asuransi, mulai dari Asuransi Kesehatan, Asuransi Jiwa, hingga Asuransi Pendidikan untuk proteksi finansial Anda dan keluarga. Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Asuransi Kesehatan ini. Mari rencanakan kebutuhan finansial yang aman demi masa depan Anda dan keluarga bersama Prudential.
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.