
Demam tifoid (typhoid fever) atau yang sering juga dikenal dengan julukan tifus atau tipes merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Penyakit ini kerap ditemui di Indonesia dan sering menjadi epidemik.
Menurut penelitian terbaru World Health Organization (WHO) di tahun 2023, mereka memperkirakan pada tahun 2019 ada 9.000.000 kasus tipes per tahunnya yang mengakibatkan 110.000 orang meningga dunia. Dimana, populasi yang berisiko tinggi akan penyakit tipes ada pada wilayah yang kekurangan akses ke air bersih dan sanitasi yang memadai.
Karenanya, cara utama mencegah tipes adalah dengan menjaga kebersihan makanan, minuman, serta lingkungan di tempat Anda tinggal. Namun, apa jadinya jika Anda belum mengetahui gejala tipes secara jelas? Tentunya pencegahan dan identifikasi tifus menjadi sulit dilakukan.
Maka dari itu, simak ciri gejala tipes berikut ini!
Baca Juga: 2 Penyebab Vertigo dan Cara Mengobatinya
Pada masa penyembuhan, antibodi yang melawan bakteri dan infeksinya bisa membuat Anda kehilangan nafsu makan. Lantaran fenomena ini, tubuh akan mengeluarkan hormon leptin yang mampu membuat Anda tidak suka makan.
Tifus yang sejatinya merupakan demam sudah sewajarnya disertai dengan suhu badan yang tinggi. Pada kasus umumnya, suhu badan penderita penyakit ini bisa mencapai 40°C. Tetapi, gejala tipes cenderung akan lebih parah di malam hari.
Demam yang diakibatkan oleh tipes dapat membuat Anda berkeringat lebih dari biasanya. Gejala tifus ini merupakan cara tubuh untuk menetralisir suhu dan mengeluarkan panas dari tubuh.
Infeksi Salmonella Typhi pada umumnya cenderung mengakibatkan diare. Namun, Salmonella Typhi lebih sering mengakibatkan sembelit dibandingkan diare. Namun, apabila salah satu kondisi tetap muncul, Anda perlu berhati-hati karena ini bisa jadi merupakan gejala tifus.
Diare yang disebabkan tifus dapat mengakibatkan tubuh mengeluarkan cairan secara berlebih. Akibatnya, tubuh Anda akan kekurangan elektronik dan otot akan terasa lebih lelah. Maka dari itu, Anda harus mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
Pada kasus tifus umumnya, batuk kering mungkin saja dialami. Namun, jika kondisinya sudah akut, tifus bisa saja mengakibatkan Anda batuk bronkitis. Gejala ini juga mencakup rasa sesak dan bengek ketika bernafas.
Baca Juga: Sinusitis: Pengertian, Gejala, Penyebab, dan Cara Menanganinya
Tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh kotoran manusia yang mengandung bakteri tersebut. Berikut adalah beberapa penyebab utama tipes:
Salah satu penyebab utama tipes adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh bakteri Salmonella typhi. Air yang tidak terolah dengan baik, makanan yang tidak dimasak dengan sempurna, atau makanan yang disajikan dalam kondisi tidak higienis dapat menjadi sumber penularan penyakit ini.
Kurangnya higiene pribadi, seperti tidak mencuci tangan dengan benar setelah menggunakan toilet atau sebelum makan, dapat memungkinkan bakteri masuk ke dalam tubuh melalui mulut.
Penularan tipes juga dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita yang telah terinfeksi. Hal ini khususnya berlaku jika kontak tersebut melibatkan tangan atau benda yang telah terkontaminasi oleh kotoran atau cairan tubuh penderita.
Lingkungan yang tidak bersih dan kurang higienis, terutama pada daerah dengan sanitasi yang kurang baik, dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri penyebab tipes.
Bakteri Salmonella typhi banyak ditemukan dalam kotoran manusia yang terinfeksi. Kontak langsung dengan kotoran yang terkontaminasi, seperti melalui air atau makanan yang terkena kotoran, dapat menyebabkan penularan tipes.
Baca Juga: Cara Menurunkan Kolesterol Tinggi
Pertolongan pertama yang diberikan saat muncul gejala tipes sangat penting untuk membantu meredakan gejala dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Namun, perlu diingat bahwa tipes adalah penyakit yang memerlukan perawatan medis yang tepat dan segera oleh profesional kesehatan. Berikut adalah beberapa langkah pertolongan pertama yang dapat diambil saat muncul gejala tipes:
Dehidrasi adalah komplikasi serius tipes yang perlu dihindari. Minum cairan dalam jumlah yang cukup sangat penting. Minum air putih, minuman elektrolit, atau larutan rehidrasi oral yang dapat membantu menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat demam dan diare.
Gunakan termometer untuk memantau suhu tubuh secara teratur. Jika demam tinggi terjadi, usahakan untuk mereduksinya dengan cara membersihkan tubuh dengan air hangat atau kompres dingin di dahi.
Meskipun nafsu makan mungkin berkurang, cobalah makan makanan ringan yang mudah dicerna seperti nasi, roti tawar, atau bubur.
Sebaiknya hindari penggunaan obat penurun panas tanpa konsultasi dokter terlebih dahulu, terutama pada anak-anak. Obat penurun panas bisa menyembunyikan gejala demam yang penting untuk diagnosa.
Jika gejala seperti demam tinggi, muntah-muntah parah, diare berkepanjangan, atau dehidrasi terjadi, segera konsultasikan dengan dokter. Tipes memerlukan perawatan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.
Baca Juga: Pahami Gejala Hepatitis Akut
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.