Sudah banyak kasus meningitis yang menyebabkan penderitanya menghembuskan napas terakhirnya. Data dari RSUD Sanjiwani, Gianyar, Provinsi Bali, yang dikutip dari Detik.com, menyatakan bahwa terdapat 34 kasus meningitis sejak awal Januari 2023. Dari 34 kasus tersebut, ada 4 orang yang meninggal dunia akibat meningitis. Sayangnya, masih banyak di antara warga Indonesia yang belum menyadari apa itu meningitis.
Meningitis disebabkan oleh persebaran bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh kita. Selain meningitis, ada juga beberapa penyakit yang muncul akibat virus, yang bisa diketahui lebih lanjut dalam artikel ini Gak Cuma Korona, Waspadai Juga 5 Penyakit Akibat Virus Lainnya!.
Mari mengenal penyakit meningitis, penyebab, gejala, dan langkah pencegahannya dalam artikel ini!
Meningitis adalah peradangan pada cairan dan membran yang melingkupi otak dan sumsum tulang belakang. Membran ini disebut dengan meninges. Peradangan yang terjadi akibat meningitis biasanya menimbulkan gejala seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku. Penyakit meningitis dapat memengaruhi siapa saja tanpa memandang usia.
Meningitis bisa menjadi penyakit yang serius jika tidak segera diobati. Akibat dari penyakit meningitis adalah keracunan pada darah (sepsis) dan menyebabkan kerusakan permanen pada otak atau saraf.
Baca juga: Penyakit Autoimun: Penyebab, Gejala, dan Contoh Penyakitnya | Prudential Indonesia
Penyakit meningitis disebabkan karena tiga parasit yang masuk ke dalam tubuh, yaitu bakteri, virus, dan jamur. Berikut penjelasan lengkap mengenai penyebab meningitis.
Meningitis yang disebabkan oleh bakteri disebut dengan bacterial meningitis. Bakteri penyebab meningitis masuk ke dalam aliran darah, kemudian menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang. Namun, bacterial meningitis juga terjadi ketika bakteri secara langsung menyerang meninges. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi telinga atau sinus, patah pada bagian tengkorak, atau melalui beberapa jenis operasi.
Beberapa jenis bakteri penyebab meningitis, termasuk: Streptococcus pneumoniae (biasanya menyerang bayi, anak-anak, dan orang dewasa), Neisseria meningitidis (menyerang remaja dan orang berusia dewasa muda), Haemophilus influenzae (menyerang anak-anak), dan Listeria monocytogenes (menyerang ibu hamil, bayi baru lahir, orang berusia lanjut, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah).
Meningitis bisa juga disebabkan karena virus sehingga disebut dengan viral meningitis. Viral meningitis biasanya bersifat ringan. Virus seperti herpes simplex, HIV, virus gondok, virus West Nile, dan lainnya dapat menyebabkan viral meningitis.
Baca juga: Sesak Napas: Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasinya | Prudential Indonesia
Meningitis disebabkan jamur disebut dengan fungal meningitis. Biasanya, fungal meningitis ditularkan melalui spora jamur yang terdapat di tanah, kayu lapuk, dan kotoran burung. Tidak seperti bacterial meningitis, fungal meningitis tidak menular antara satu penderita ke orang lain. Fungal meningitis tipe Cryptococcal adalah bentuk yang umum dari penyakit ini.
Baca juga: Menurunkan Risiko Penyakit Kronis dan Mencegah Penyakit Keturunan Diabetes
Serangan ketiga parasit di atas dapat menyebabkan munculnya gejala meningitis pada penderitanya. Berikut adalah penjelasan mengenai gejala meningitis.
Gejala awal yang ditunjukkan oleh penderita meningitis mirip dengan flu. Tidak heran jika penyakit meningitis sulit dikenali pada awalnya. Namun, gejalanya bisa berkembang dalam beberapa jam atau beberapa hari.
Ada pun gejala lanjutan dari meningitis pada umumnya sebagai berikut:
Demam
Sakit kepala yang tidak kunjung hilang
Sering merasa bingung
Muntah
Leher kaku
Baca juga: Pahami Penyebab Vertigo, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Gejala meningitis yang muncul pada penderita berusia muda dan dewasa ternyata berbeda. Meningitis pada anak ditunjukkan melalui gejala sebagai berikut:
Demam tinggi
Menangis terus-menerus
Sering mengantuk atau mudah rewel
Sulit bangun dari posisi tidur
Tidak aktif atau merasa lemah
Tidak mudah bangun untuk makan
Nafsu makan yang buruk
Muntah
Bengkak di atas kepala bayi
Kekakuan pada tubuh dan leher
Sedangkan gejala meningitis pada orang dewasa sebagai berikut:
Demam tinggi yang muncul tiba-tiba
Leher kaku
Sakit kepala yang parah
Mual atau muntah
Bingung atau sulit berkonsentrasi saat beraktivitas
Kejang
Kegemukan atau sulit bangun dari posisi tidur
Sensitif terhadap cahaya
Hilang nafsu makan
Ruam kulit, tetapi gejala ini terjadi hanya dalam beberapa kasus meningitis.
Baca juga: Apa itu Penyakit Alzheimer? Penyebab dan Gejalanya | Prudential Indonesia
Penyakit meningitis bisa dicegah bahkan sejak masih bayi. Langkah yang diperlukan untuk mencegah meningitis adalah:
Meningitis disebabkan oleh berbagai infeksi yang berbeda. Oleh karena itu, diperlukan beberapa vaksin untuk memberikan perlindungan terhadap meningitis, bahkan sejak berusia dini. Beberapa vaksinasi yang perlu didapatkan untuk mencegah meningitis adalah:
Vaksin MenB: memberikan perlindungan terhadap bakteri meningokokus grup B, yang merupakan penyebab umum meningitis pada anak-anak kecil.
Vaksin 6-in-1: juga dikenal sebagai vaksin DTaP/IPV/Hib/Hep B, memberikan perlindungan terhadap difteri, tetanus, batuk rejan, hepatitis B, polio, dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Hib adalah jenis bakteri yang bisa menyebabkan meningitis.
Vaksin Pneumokokus: memberikan perlindungan terhadap infeksi serius yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus, termasuk meningitis.
Vaksin meningitis C: memberikan perlindungan terhadap bakteri meningokokus grup C, yang dapat menyebabkan meningitis.
Vaksin MMR: memberikan perlindungan terhadap campak, gondongan, dan rubela. Meningitis kadang-kadang bisa terjadi sebagai komplikasi dari infeksi-infeksi ini.
Vaksin MenACWY: memberikan perlindungan terhadap 4 jenis bakteri yang dapat menyebabkan meningitis: meningokokus grup A, C, W, dan Y.
Kedua, Anda perlu menghindari kontak dengan penderita meningitis jika mereka tinggal atau beraktivitas di sekitar. Langkah ini termasuk melindungi diri dan orang lain dari kemungkinan penularan dengan cara di bawah ini:
Menghindari berbagi barang pribadi, seperti sikat gigi, alat makan, atau alat rias dengan orang lain.
Jika sedang batuk atau bersin atau berada di sekitar orang yang sedang batuk atau bersih, selalu tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku Anda.
Hindari berbagi makanan atau minuman dengan orang lain. Hal ini juga dapat membantu mencegah penularan penyakit meningitis.
Baca juga: Pahami Penyebab Vertigo, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Bakteri atau virus yang bisa menyebabkan meningitis dapat menyebar melalui batuk, bersin, atau berbagi alat makan, sikat gigi, atau rokok. Maka dari itu, jagalah kebersihan dan kesehatan tubuh dengan langkah di bawah ini:
Cuci tangan setiap saat, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, berada di tempat umum yang ramai, atau memegang hewan peliharaan. Ajarkan juga anak-anak untuk mencuci tangan dengan benar hingga bersih menyeluruh.
Jaga kebersihan diri dan hindari berbagi barang pribadi dengan orang lain.
Jaga sistem kekebalan tubuh dengan istirahat yang cukup, berolahraga secara teratur, dan makan makanan sehat.
Saat batuk atau bersin, pastikan untuk menutup mulut dan hidung Anda.
Jika sedang hamil, berhati-hatilah dengan makanan. Kurangi risiko infeksi bakteri listeria dengan memasak daging hingga suhu 74 derajat Celsius.
Berikut adalah beberapa faktor risiko yang perlu dihindari:
Hindari kontak dengan penderita meningitis.
Pastikan Anda dan keluarga mendapatkan vaksinasi meningitis yang dianjurkan.
Tetaplah menjaga kebersihan pribadi, termasuk mencuci tangan dengan benar.
Hindari mengonsumsi makanan yang tidak aman seperti makanan yang tidak matang dengan baik atau makanan yang dapat mengandung bakteri patogen seperti Listeria.
Baca juga: Cara Mencegah Penyakit Stroke yang Harus Diikuti
Penyakit meningitis merupakan penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi. Oleh karena itu, penting untuk mencegah penyakit ini dengan melakukan vaksinasi, menjaga kebersihan, dan menghindari faktor risiko. Dengan melakukan langkah pencegahan yang sudah dibagikan di atas, Anda dapat mencegah meningitis sebelum terlambat. Anda pun dapat melindungi diri dan keluarga dari meningitis dengan menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh.
Selain melindungi diri dengan pengetahuan mengenai penyakit, pertimbangkan juga untuk memiliki Asuransi Kesehatan sebagai bentuk proteksi finansial. Prudential menawarkan Asuransi Kesehatan dalam bentuk perlindungan penyakit kritis, kecelakaan dan disabilitas, serta medis untuk rawat inap maupun rawat jalan. Hubungi kami untuk mendapatkan panduan mengenai produk Asuransi Kesehatan di Prudential!
Kumpulan artikel literasi asuransi yang membantu Anda memahami produk, manfaat, dan perlindungan finansial dengan lebih jelas.
Panduan kesehatan dan gaya hidup mulai dari pola makan, kesehatan mental, parenting, karier, hingga inspirasi yang membantu meningkatkan kualitas hidup.
Panduan mengelola keuangan dan investasi untuk menemani langkah Anda membangun masa depan.
Semua update tentang asuransi dan berita terbaru dari Prudential yang harus kamu ketahui
Penting bagi pengguna asuransi untuk mengetahui regulasi terbaru serta hak dan kewajiban pengguna.