Gejala Gula Darah Tinggi
Kondisi gula darah tinggi bisa dikenali melalui beberapa tanda atau gejala. Ketika mengenali tanda-tanda berikut, segeralah memperbaiki gaya hidup supaya bisa mencegah hiperglikemia agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius.
Gejala awal hiperglikemia:
Rasa haus dan lapar yang berlebihan
Sakit kepala
Penglihatan kabur
Sering buang air kecil
Gejala hiperglikemia lanjutan atau jangka panjang:
Mudah merasa lelah
Penurunan berat badan secara signifikan
Infeksi pada area vagina (khusus wanita)
Infeksi kulit
Luka yang sulit sembuh
Baca juga: Gejala Asam Urat dan Ciri-cirinya
Bahaya Gula Darah Tinggi
Gula darah tinggi merupakan kondisi yang perlu diwaspadai karena bisa berkembang menjadi penyakit. Beberapa penyakit yang timbul akibat gula darah tinggi sebagai berikut:
1. Penyakit Kardiovaskular
Gula darah tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf yang berada di sekitar jantung. Secara perlahan kerusakan ini bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular, terutama penyakit jantung.
2. Neuropati
Neuropati adalah kerusakan saraf yang bisa memengaruhi sistem saraf pusat dan saraf tepi. Penyakit ini terjadi karena gula darah tinggi merusak saraf di seluruh tubuh. Salah satu jenis neuropati karena gula darah tinggi adalah neuropati diabetik yang biasanya merusak saraf di tangan dan kaki. Neuropati diabetik juga menyebabkan masalah pada sistem pencernaan, saluran kemih, pembuluh darah, dan jantung.
3. Gangguan Ginjal
Ginjal terdiri dari jutaan filter kecil yang dikenal dengan istilah nefron. Gula darah tinggi dapat merusak nefron dan pembuluh darah di area ginjal sehingga tidak bisa bekerja sebagaimana mestinya. Salah satu penyakit ginjal yaitu gangguan ginjal kronis yang bisa diketahui setelah didiagnosis oleh dokter.
Baca juga: Mengenal Fungsi Ginjal Manusia
Cara Mencegah Gula Darah Tinggi
Kondisi hiperglikemia atau gula darah tinggi masih bisa dicegah melalui perubahan gaya hidup. Selain itu, lakukan juga langkah lain seperti mengelola stres dan mengontrol berat badan untuk mencegah gula darah tinggi supaya tidak menjadi penyakit kronis. Ikuti langkah di bawah ini.
1. Perubahan Gaya Hidup
Mengubah gaya hidup berarti Anda perlu mengatur pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Pilihlah makanan yang sehat dan memiliki gizi seimbang. Hindari makanan dengan kandungan gula dan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat dalam tubuh akan diubah menjadi glukosa yang bisa memicu tingginya gula darah. Tingkatkan juga aktivitas fisik Anda dengan berolahraga secara teratur.
Baca juga: Yuk, Kenalan dengan 5 Vitamin Ini untuk Daya Tahan Tubuh!
2. Mengelola Stres
Stres bisa menjadi salah satu penyebab naiknya kadar gula darah dalam tubuh. Wajar saja jika sering merasa stres, namun Anda harus bisa mengelolanya dengan baik. Lakukan meditasi, yoga, atau aktivitas relaksasi lainnya yang bisa mengurangi perasaan stres dalam diri Anda.
3. Mengontrol Berat Badan
Gula darah tinggi juga bisa terjadi jika berat badan terlalu berlebihan (overweight). Jagalah berat badan Anda supaya tetap ideal dengan cara mengonsumsi makanan sehat. Lakukan juga olahraga secara teratur untuk mengontrol berat badan.
4. Mengonsumsi Obat-Obatan Sesuai Resep Dokter
Tip ini dilakukan pada kondisi hiperglikemia yang lebih parah. Cobalah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat sesuai resep yang bisa menurunkan kadar gula darah. Lakukan beberapa saran dokter ketika sedang sakit. Jangan pernah melewatkan waktu minum obat atau mengganti dosis obat kecuali disarankan oleh dokter.
Baca juga: Apa Itu Pandemi COVID-19?
Kesimpulannya, bahaya gula darah tinggi perlu disadari oleh siapa pun, termasuk anak-anak. Gula darah tinggi bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular, neuropati, dan gangguan ginjal. Selalu jaga kadar gula darah dengan menjaga pola hidup sehat sejak sekarang. Miliki juga Asuransi Kesehatan yang berguna untuk mencegah risiko finansial ketika bahaya dari gula darah tinggi tersebut datang. Hubungi kami segera untuk mendapatkan informasi lengkap.