Jakarta, 20 April 2026 – Menjelang peringatan Hari Kartini, semangat perempuan Indonesia dalam membangun kemandirian ekonomi semakin nyata, termasuk melalui kontribusinya sebagai pelaku usaha. Data menunjukkan bahwa sekitar 64,5% pelaku UMKM di Indonesia merupakan perempuan[1], yang menjadikan mereka sebagai salah satu penggerak utama ekonomi nasional di tengah dominasi UMKM yang mencapai hampir 99% dari total unit usaha di Indonesia[2].
Dengan semangat tersebut, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) menggelar Bincang Mapan 2026 yang diselenggarakan pada 20 April 2026 di PRU University, Kota Kasablanka, Jakarta, sebagai upaya mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya mengembangkan bisnis, tetapi juga memastikan keberlanjutannya melalui perencanaan yang matang dan perlindungan finansial yang tepat.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 360 pelaku UMKM yang didominasi oleh lebih dari 80% partisipasi peserta perempuan, baik secara luring maupun daring. Para peserta tidak hanya mendapatkan wawasan mengenai strategi pengembangan bisnis, tetapi juga pentingnya kesiapan dalam menghadapi berbagai risiko, mulai dari strategi ekspansi, pengelolaan arus kas, hingga upaya menjaga stabilitas bisnis di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
Salah satu peserta, Ariyanti, pelaku UMKM di bidang kuliner, membagikan pengalamannya dalam merintis usaha dari nol. Ia menghadapi tantangan dalam beradaptasi setelah beralih dari bisnis fashion ke kuliner pada 2015, terutama karena harus memasuki bidang yang sebelumnya belum dikuasai. Pengalaman ini mencerminkan bahwa membangun usaha tidak hanya membutuhkan keberanian untuk memulai, tetapi juga kesiapan dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian. Pengalaman ini mencerminkan bahwa peran perempuan dalam membangun usaha juga diiringi dengan tantangan nyata, sehingga diperlukan kesiapan tidak hanya dalam memulai, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan bisnis.
Sejalan dengan hal tersebut, Chief Product Officer Prudential Indonesia, Astono Hermawan, menyampaikan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh operasional seperti produksi, distribusi, dan pemasaran, tetapi juga oleh kekuatan pondasi keuangan sebagai kunci keberlanjutan usaha. Menurutnya, aset terpenting dalam bisnis adalah keyakinan pada diri sendiri, karena untuk menjaga bisnis tetap berkembang diperlukan perencanaan yang matang dan menyeluruh, terutama bagi pelaku usaha perempuan yang kerap memiliki peran ganda dalam mengelola bisnis sekaligus kehidupan pribadi.
Lebih lanjut, Astono mengatakan bahwa fase tiga hingga lima tahun pertama merupakan periode paling krusial bagi pelaku usaha. Pada momen ini, banyak bisnis menghadapi tantangan berat hingga berujung kegagalan akibat lemahnya perencanaan, terutama dalam aspek keuangan.
Perspektif ini turut diperkuat oleh Founder snack Maicih, Reza Nurhilman, yang hadir sebagai narasumber. Ia menyoroti bahwa strategi utama dalam membangun bisnis dari nol terletak pada kemampuan menciptakan nilai dan diferensiasi produk, seperti yang dilakukan Maicih melalui konsep makanan pedas berlevel yang menjadi pionir di pasar. Selain berinovasi pada produk, pelaku usaha juga dapat memanfaatkan peluang seperti menjadi reseller untuk membangun pengalaman serta memahami kebutuhan pasar.
Seiring dengan pertumbuhan bisnis, Reza menekankan pelaku UMKM perlu memahami bahwa ekspansi dan menjaga stabilitas bisnis sering kali menjadi dilema. Ekspansi memang dapat mendorong peningkatan omzet dan memperkuat brand, namun juga berisiko terhadap kesehatan arus kas. Oleh karena itu, pelaku usaha perlu mempertimbangkan kesiapan modal dan memantapkan sistem sebelum melakukan ekspansi secara lebih agresif.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa pengelolaan risiko menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis, mulai dari risiko keuangan, operasional, hingga internal perusahaan. Dengan menjaga arus kas, membangun tim yang kompeten, serta memastikan tata kelola bisnis yang baik, pelaku usaha dapat menjaga pertumbuhan bisnis agar tetap sehat dan berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas menjadi kunci agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan.
Melalui forum Bincang Mapan ini, Prudential Indonesia turut menyediakan ruang diskusi bagi pelaku UMKM untuk saling berbagi pengalaman serta memperkuat strategi dalam menghadapi tantangan bisnis yang semakin dinamis. Forum ini menjadi pengingat bahwa membangun bisnis tidak hanya memerlukan keberanian dan inovasi, tetapi juga kesiapan dalam mengelola risiko secara berkelanjutan, termasuk dalam aspek perlindungan finansial.
Salah satu instrumen yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat adalah produk Asuransi Jiwa PRUMapan dari Prudential Indonesia. Produk ini memberikan perlindungan jiwa terhadap berbagai risiko, baik meninggal dunia karena sebab alami maupun akibat kecelakaan sesuai ketentuan polis. Perlindungan ini menjadi penting mengingat pelaku usaha merupakan aset utama dalam bisnis, sehingga menjaga keberlangsungan usaha juga berarti melindungi individu yang menjalankannya. Selain proteksi, tersedia pula manfaat finansial berupa Dana Mapan yang dapat diterima pada rentang usia 55 hingga 75 tahun, atau setelah 20 tahun memasuki Usia Mapan, yang tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai tambahan modal untuk mendukung pengembangan usaha, tetapi juga sebagai lapisan ketahanan finansial ketika pelaku usaha memasuki fase kehidupan berikutnya, termasuk saat mulai mengurangi aktivitas bisnis atau memasuki masa yang kurang produktif.
Dalam konteks tersebut, solusi seperti Asuransi Jiwa PRUMapan menjadi relevan bagi generasi muda dan pelaku usaha karena tidak hanya menawarkan perlindungan, tetapi juga mendukung perencanaan keuangan yang lebih terstruktur. Sejalan dengan semangat Kartini dalam membangun kemandirian, dengan perlindungan terhadap pelaku usaha sebagai aset utama serta dukungan Dana Mapan di masa depan, impian membangun usaha dan kehidupan yang lebih #MapanTerkendali dapat diwujudkan tanpa harus mengorbankan ketenangan finansial di masa depan.
[1] Wamendag Roro: 64,5 Persen Pelaku UMKM di Indonesia adalah Perempuan
[2] UMKM Berpotensi Raup Rp 2.194 T Tahun Ini, 64,5% Dikelola Perempuan
***
Tentang Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) didirikan pada 1995 dan merupakan bagian dari Prudential plc, yang menyediakan asuransi jiwa dan kesehatan serta manajemen aset, dengan berfokus di Asia dan Afrika. Dengan menggabungkan pengalaman internasional Prudential di bidang asuransi jiwa dengan pengetahuan tata cara bisnis lokal, Prudential Indonesia memiliki komitmen untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.
Prudential Indonesia juga berkomitmen untuk menjadi mitra dan pelindung tepercaya bagi generasi saat ini dan generasi mendatang, dengan menyediakan solusi keuangan dan kesehatan yang sederhana dan mudah diakses.
Pada tahun 2024, Prudential Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta dengan 5 kantor pemasaran di Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, dan Medan, serta 309 Kantor Pemasaran Mandiri (KPM) di seluruh Indonesia, dan didukung oleh lebih dari 80.000 Agen/Mitra Bisnis Agency berlisensi.
Prudential Indonesia berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi:
Corporate Communications Prudential Indonesia
PT Prudential Life Assuranceiara
Email: communications@prudential.co.id
Prudential Centre - Kota Kasablanka 17th Floor
Jl. Kasablanka, kav. 88, Jakarta Selatan 12870, Indonesia